home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perbedaan Tanning Indoor dan Berjemur di Luar Ruangan

Perbedaan Tanning Indoor dan Berjemur di Luar Ruangan

tyle=”font-weight: 400;”>Tanning, atau sering disebut dengan berjemur, adalah proses penggelapan kulit dari paparan radiasi ultraviolet (UV). Ada dua jenis tanning yang bisa Anda pilih, yaitu tanning indoor atau tanning outdoor. Lantas, lebih baik berjemur di luar atau di dalam ruangan ya? Yuk, kenali perbedaannya.

Berjemur di luar ruangan

Tanning biasanya memang dilakukan untuk tujuan kecantikan saja. Beberapa orang yang mendambakan kulit berwarna kecoklatan pun melakukan tanning sebagai solusinya.

Tanning di luar ruangan sendiri memanfaatkan paparan sinar matahari agar kulit dapat menggelap secara alami. Berjemur di luar menjadi cara yang kerap diandalkan sebab lebih praktis dan tak perlu merogoh kocek.

Sayangnya, ada kekhawatiran ketika Anda memutuskan untuk melakukan tanning di luar. Sebab, paparan sinar matahari yang berlebih dapat menyebabkan kerusakan kulit.

Paparan sinar matahari dapat menyebabkan keriput, bintik-bintik dan penuaan dini pada kulit. Hal ini disebabkan oleh radiasi UV akibat paparan sinar matahari yang merusak jenis jaringan kulit elastin.

Ketika jaringan-jaringan ini rusak, kulit kehilangan elastisitasnya dan mulai melorot dan meregang. Dampak ini mungkin belum terlihat jika seseorang masih berusia muda, tetapi akan terlihat jelas ketika Ia menua.

Sinar matahari juga bisa menimbulkan berbagai kondisi berikut.

  • Lesi kulit pra-kanker (actinic keratosis) disebabkan oleh penurunan fungsi kekebalan kulit.
  • Lesi kulit kanker (karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma) yang disebabkan oleh penurunan fungsi kekebalan kulit
  • Tumor kulit jinak
  • Kulit berubah warna (yaitu pigmentasi belang-belang), terutama kulit menguning
  • Pelebaran pembuluh darah kulit (telangiectasias)
  • Hilangnya elastin dan kolagen kulit (elastosis)

Berjemur di dalam ruangan

Tanning indoor menggunakan peralatan buatan dalam ruangan tertentu seperti tanning bed atau sunlamp untuk mendapatkan warna kecokelatan pada kulit yang biasanya disebabkan oleh sinar matahari.

Tanning indoor menggunakan alat-alat seperti lampu tanning, atau tempat tidur khusus tanning yang dapat menggelapkan kulit secara artifisial.

Banyak orang yang lebih memilih tanning indoor karena alasan-alasan tertentu. Ada yang ingin mendapatkanasupan vitamin D, ada yang menganggap bahwa tanning indoor akan mengurangi risiko kulit terbakar, ada juga yang percaya bahwa tanning indoor lebih aman.

Sayangnya, anggapan ini belum tentu benar. Sebab, bila dilakukan terlalu sering dan berlebihan, tanning indoor tetap dapat membakar kulit.

Tanning indoor pada dasarnya berbahaya layaknya berjemur di luar ruangan. Contoh utama dari efek berbahaya yang disebabkan oleh tanning indoor adalah sebagai berikut.

  • Kanker kulit: Sama seperti paparan sinar matahari yang berlebihan, tanning indoor dapat menyebabkan 3 jenis kanker kulit, yaitukanker sel basal, kanker sel skuamosa, dan melanoma.
  • Jika Anda berusia kurang dari 35 tahun, hal ini dapat meningkatkan risiko kanker kulit di kemudian hari
  • Kerusakan kulit
  • Penuaan dini
  • Merusak mata
  • Menghasilkan ruam kulit

Hal yang harus diperhatikan ketika berjemur

Baik berjemur di luar ruangan atau di dalam ruangan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan beberapa persiapan sebelum mulai berjemur.

Bila ingin berjemur di luar ruangan, jangan lupa oleskan tabir surya dengan indeks SPF minimal 30 dan seng oksida untuk memberikan kulit Anda perlindungan terhadap sinar UVB dan UVA.

Tabir surya harus dioleskan 20 menit sebelum keluar rumah. Selain itu, tabir surya akan hilang setelah 2 jam, atau terkena air atau keringat berlebih. Anda sangat disarankan untuk mengoleskan kembali tabir surya setelah keadaan yang disebutkan di atas.

Selain itu, kenakan topi dengan pinggiran lebar dan pakai kacamata hitam yang memiliki perlindungan terhadap sinar UV. Periksakan juga keadaan kulit Anda secara teratur.

Sedangkan bila Anda ingin tanning di dalam ruangan, jangan lupa gunakan kacamata hitam, pilihlah perangkat yang sudah direkomendasikan, serta jangan melebihi batas waktu yang ditentukan.

Mulailah dengan intensitas yang rendah jika Anda baru melakukan tanning untuk pertama kalinya. Tunggu satu minggu sebelum Anda melakukan tanning untuk kedua kalinya. Jangan melakukan tanning indoor jika Anda berusia di bawah 18 tahun.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tanning & Your Skin. (2021). The Skin Cancer Foundation. Retrieved 17 June 2021, from https://www.skincancer.org/risk-factors/tanning/

10 Surprosing Facts About Indoor Tanning. (n.d.). American Academy of Dermatology Association. Retrieved 17 June 2021, from https://www.aad.org/public/diseases/skin-cancer/surprising-facts-about-indoor-tanning

Skin Cancer from Sun Exposure. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved 17 June 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10985-sun-exposure–skin-cancer

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Brigitta Maharani Diperbarui 07/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x