home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyakit Kulit Ini Menimbulkan Benjolan Seperti Tanduk. Kok Bisa, Ya?

Penyakit Kulit Ini Menimbulkan Benjolan Seperti Tanduk. Kok Bisa, Ya?

Tahukah Anda bahwa ada penyakit kulit yang bentuknya menyerupai tanduk di kulit? Terdengar aneh tapi penyakit ini benar-benar ada, lho. Penyakit ini disebut dengan cutaneous horn atau dengan nama latinnya disebut cornu cutaneum. Seperti apa, sih, penyakit ini? Apakah berbahaya? Mari kita simak pembahasannya berikut ini!

Apa itu cutaneous horn?

Cutaneous horn (cornu cutaneum) adalah suatu penyakit kulit yang ditandai dengan penonjolan keras pada kulit yang bentuknya seperti kerucut atau menyerupai tanduk. Tonjolan kulit tersebut disebabkan karena adanya penumpukan keratin. Keratin atau yang disebut dengan lapisan tanduk sebenarnya normal ditemukan pada kulit. Akan tetapi, pada penyakit ini terjadi penumpukan keratin.

Penyebab pasti dari penyakit ini masih belum jelas. Salah satu dugaan yang dapat menjadi kemungkinan terjadinya penyakit ini adalah virus papiloma (human papillomavirus alias HPV).

Kelainan kulit ini lebih sering ditemukan pada usia tua (sekitar 60-70 tahun) dengan kulit berwarna terang. Penyakit ini dapat muncul pada siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan.

Seperti apa gejala cutaneous horn?

Cutaneous horn dapat ditemukan di bagian tubuh mana saja. Akan tetapi, penyakit ini lebih sering ditemukan pada daerah kulit yang banyak terpapar sinar matahari. Misalnya wajah, kepala, telinga, dada, leher, dan punggung tangan. Cutaneous horn bisa berukuran kecil seperti jerawat atau sebesar ibu jari, bahkan lebih.

cutaneous horn
Contoh cutaneous horn. | Sumber: Healthline

Penderita cutaneous horn biasanya tidak merasakan gejala selain adanya tonjolan pada kulit mereka yang mirip dengan tanduk. Biasanya mereka datang ke dokter dengan keluhan rasa tidak nyaman dan rasa kurang percaya diri akibat tonjolan yang dapat mengganggu penampilan. Akan tetapi, apabila terjadi luka yang menyebabkan peradangan, maka akan timbul rasa nyeri.

Tonjolan yang muncul berbeda-beda pada setiap orang. Bentuknya bisa mirip seperti tanduk, agak membulat, atau mengerucut. Warnanya juga bervariasi, ada yang kecokelatan, kekuningan, putih, atau mirip dengan warna kulit asli Anda sendiri.

Apakah penyakit ini berbahaya?

Penyakit cutaneous horn merupakan salah satu tumor jinak kulit. Penyakit ini tidak berbahaya. Akan tetapi, Anda harus tetap mewaspadai munculnya tumor ganas kulit karena bentuknya bisa mirip dengan penyakit ini. Terdapat sebanyak 20 persen kasus yang mengarah ke keganasan kulit (kanker).

Jika Anda mengalami tonjolan kulit yang terasa nyeri, mudah berdarah, serta membesar dengan cepat, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

Bagaimana cara menghilangkan tanduk atau tonjolan kulit ini?

Cara menghilangkan tonjolan yang muncul di kulit yaitu dengan tindakan eksisi (sayatan). Dokter akan melakukan operasi kecil untuk menghilangkan “tanduk” yang menonjol pada kulit tersebut. Setelah itu, dapat dilakukan pemeriksaan berupa biopsi pada jaringan tumor untuk memastikan apakah tumor ini termasuk tumor kulit yang jinak atau ganas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cutaneous Horn. https://emedicine.medscape.com/article/1056568-overview#a4 Diakses pada 6 Juni 2018.

Cutaneous Horn. https://www.dermnetnz.org/topics/cutaneous-horn/ Diakses pada 6 Juni 2018.

What Is a Cutaneous Horn? https://www.healthline.com/health/cutaneous-horn Diakses pada 6 Juni 2018.

What Is a Cutaneous Horn? https://www.medicalnewstoday.com/articles/318953.php Diakses pada 6 Juni 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Yurika Elizabeth Susanti
Tanggal diperbarui 16/07/2018
x