Tips Jitu Mengatasi Diare Saat Perjalanan Jauh

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bolak-balik ke toilet untuk BAB karena diare bisa sangat menganggu kenyamanan perjalanan Anda. Lantas apa yang harus dilakukan untuk mengatasi diare saat perjalanan jauh? Berikut caranya.

Mengatasi diare saat perjalanan jauh

Diare pada umumnya disebabkan oleh kontaminasi bakteri dalam makanan atau minuman (yang tidak terjamin kebersihannya) yang Anda konsumsi sepanjang perjalanan.

Jika Anda mengalami diare selama perjalanan, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi diare berdasarkan tingkat keparahannya.

Diare dengan dehidrasi ringan hingga sedang

Kebanyakan kasus diare umumnya bisa ditangani dengan:

  • Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.
  • Mengonsumsi obat yang dijual bebas seperti loperamide (seperti Imodium) untuk mengelola gejala. Obat ini dapat membantu mengurangi intensitas Anda untuk bolak-balik ke kamar mandi.

Selalu baca petunjuk penggunaan obat yang tertera dalam kemasan dengan baik, sebelum memberikan obat kepada bayi atau anak-anak. Wanita hamil dan anak-anak berusia kurang dari tiga tahun sebaiknya menghindari obat-obatan yang mengandung bismuth, seperti Pepto-Bismol atau Kaopectate.

Pertimbangkan untuk minum antibiotik jika dokter telah meresepkan Anda.

Anda juga bisa minum larutan oralit untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Larutan oralit bisa dibeli di apotek atau toko obat terdekat. Jika Anda berangkat dalam kondisi sudah diare, sebaiknya kemas bahan-bahan berikut untuk meracik larutan oralit sendiri jika Anda tidak menemukan apotek atau toko obat di lokasi keberadaan Anda.

  • ½ sendok teh garam
  • ½ sendok teh soda kue
  • 4 sendok makan gula
  • 1 liter air putih

Anda bisa minum oralit bersama dengan makanan.

Diare dengan dehidrasi berat

Diare dengan dehidrasi berat ditandai dengan frekuensi BAB yang sangat sering sehingga tubuh kehilangan banyak cairan dan membuat Anda sangat merasa lemas. Dehidrasi berat juga pada umumnya sudah menunjukkan gejala-gejala dehidrasi seperti mulut kering, frekuensi buang air kecil berkurang, warna urin menjadi pekat, dan mata cekung.

Diare berat yang disertai gejala dehidrasi termasuk ke dalam kondisi gawat darurat. Oleh karena itu, atasi diare berat dengan:

  • Segera cari IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan cairan infus agar tubuh tetap mendapat asupan cairan.
  • Jika lokasi IGD terdekat cukup jauh atau Anda terjebak macet, maka terus meminum air untuk mencegah dehidrasi bertambah parah.

Pantangan makanan dan minuman saat diare

Jika Anda mengalami diare selama perjalanan liburan, hindari kafein dan produk susu yang dapat memperburuk gejala atau meningkatkan risiko dehidrasi. Tetap minum air putih atau minuman yang mengandung elektrolit sepanjang perjalanan. Bisa juga dengan teh, jus buah, atau kuah sup bening.

Ketika diare sudah mulai membaik, tambahkan asupan karbohidrat kompleks seperti biskuit asin, sereal gandum tawar, pisang, kentang, nasi, dan mie. Jangan dulu makan makanan yang berserat tinggi selama masih diare dan dalam masa pemulihan. Setelah diare hilang, Anda dapat kembali ke pola makan normal Anda.

Diare saat liburan sangat tidak menyenangkan dan mengganggu. Kalau memungkinkan, melipir sebentar ke klinik terdekat untuk mendapatkan pengobatan sehingga Anda dapat kembali menikmati perjalanan Anda.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Penyebab Diare yang Tak Boleh Disepelekan

Penyebab diare (mencret) sangat beragam, dari mulai kondisi yang sifatnya sementara hingga tanda kondisi kesehatan kronis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Kesehatan Pencernaan 3 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Keracunan makanan dapat berujung pada kematian. Pelajari pertolongan pertama untuk menagtasi keracunan makanan di sini sebelum terlambat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 1 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

Sindrom iritasi usus besar (IBS) adalah sekelompok gejala (sindrom) yang terkait dengan organ usus besar. Selengkapnya di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 22 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

3 Penyebab Muntaber yang Perlu Anda Ketahui

Muntaber yang tidak ditangani bisa menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak. Apa saja penyebab muntaber yang harus diketahui?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Muntaber 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengobati-diare-pada-bayi

8 Ciri dan Tanda Bayi Diare yang Harus Orangtua Waspadai

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
sembelit setelah diare

Mengapa Sembelit Bisa Muncul Padahal Diare Baru Saja Sembuh?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
ilustrasi masalah dan penyakit diare atau mencret

Diare

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit