Aktivitas Fisik untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak Usia 1-3 Tahun

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Saat merayakan ulang tahun pertama, berat badan si Kecil kemungkinan mencapai 3 kali berat lahirnya. Namun, setelah mengalami pertumbuhan selama satu tahun, peningkatan berat badan si Kecil ke depannya akan mengalami penurunan seiring dengan tingkat aktivitas anak yang bertambah.

Aspek perkembangan pada si Kecil

Bunda perlu memperhatikan dan memahami perkembangan fisik apa saja yang terjadi di setiap tahapan usia agar dapat memantau aktivitas si kecil yang sesuai dengan usianya.

Berikut aspek perkembangan dan pertumbuhan si Kecil dari usia 1 hingga 3 tahun.

1. Fisik

Perlu diingat setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda-beda. Berikut indikasi rata-rata pada perkembangan fisik anak.

  • Usia 10-12 bulan/1 tahun
    Berat: pertambahan berat badan rata-rata 13 ons setiap bulan hingga usia tepat satu tahun.
    Tinggi: pertumbuhan rata-rata 1 cm setiap bulan dan sebagian besar anak mengalami penambahan tinggi sebanyak 25 cm.
    Lingkar kepala: rata-rata ukuran bertambah sebanyak 1 cm setiap bulan.
  • Usia 2 dan 3 tahun
    Berat: berat badan rata-rata bertambah 2 hingga 3 kg.
    Tinggi: pertumbuhan rata-rata 5-7 cm.

Dari usia 2 tahun, anak dapat memiliki perbedaan tinggi dan berat yang berbeda. Selama si Kecil menjaga kecepatan pertumbuhannya sendiri, Bunda tidak perlu khawatir. Konsultasi pada dokter anak sangat direkomendasikan jika terdapat keluhan.

2. Motorik

Perkembangan motorik dapat terlihat dari beberapa aktivitas si Kecil. Kemampuan motorik yang umum terjadi di kelompok umur 1 hingga 3 tahun antara lain:

  • Usia 1 tahun
    Si Kecil sudah dapat berdiri sendiri dan bahkan melangkah sedikit demi sedikit. Selain itu, si Kecil mulai menggunakan tangannya sendiri atau sendok saat makan, membalikkan halaman buku, dan menggunakan sisir. Meski tidak sempurna, namun niatan tersebut sudah menandakan perkembangan motoriknya.
  • Usia 2 tahun
    Pada usia ini, si Kecil dapat berjinjit, menendang bola, berlari, dan masih banyak lagi. Bunda juga akan melihat cara berjalan si Kecil yang sudah tidak sempoyongan lagi.
  • Usia 3 tahun
    Berbagai aktivitas anak sudah mungkin dilakukan si Kecil saat menginjak usia ini. Salah satunya adalah mengendarai sepeda roda tiga.

3. Kemampuan berbahasa

Pada usia satu tahun, Bunda mungkin akan sering mendengar beberapa kata sederhana seperti, “Mama, Papa, Iya, Ngga” dan lain sebagainya. Si Kecil pada dasarnya biasanya hanya menirukan suara.

Di usia 2 tahun, si Kecil rata-rata sudah bisa mengenali dan menunjuk gambar atau benda ketika disebutkan namanya. Selain itu, nama-nama orang terdekat dan bagian tubuh pun biasanya dapat mereka ingat.

Saat menginjak usia 3 tahun, ketika Bunda memberikan perintah atau menuntun sebuah aktivitas anak, si Kecil dapat mengerti dan menurutinya.

4. Kemampuan belajar

Si Kecil pada kelompok usia 1 hingga 3 tahun senang dan bersemangat untuk mencoba hal baru. Kemampuan belajar si Kecil sudah dapat dilihat dari kemampuannya menirukan bahasa dan gerakan Bunda, menemukan barang yang disembunyikan, dan menyebutkan nama-nama warna.

5. Kemampuan bersosialisasi dan emosional

Kemampuan bersosialisasi si Kecil dimulai dengan mengerti perkataan yang diutarakan pada mereka. Semakin dewasa, kemampuan bersosialisasi pasti semakin bertambah.

Bunda umumnya akan mendapati si Kecil kegirangan saat berada bersama teman sebayanya, bersimpati ketika teman sedang menangis, atau murung dan senang membantu kegiatan di rumah.

Sementara itu, perkembangan emosi akan terlihat saat si Kecil tidak lagi marah ketika ibu atau ayah meninggalkan rumah, menunjukkan kemandirian, dan sering menunjukan afeksi atau rasa kasih sayang.

Aktivitas anak untuk membantu tumbuh kembangnya

Contoh aktivitas yang dapat dimulai sejak usia dini adalah menuntun si Kecil untuk menerapkan kebiasaan makan sehat seperti dengan cara makan bersama. Selain itu, serahkan keputusan pada si Kecil dalam memilih makanan, contohnya memilih antara apel atau pir dan brokoli atau kembang kol.

Di sinilah pentingnya peran Bunda dalam menyediakan berbagai jenis makanan sehat. Aktivitas ini dapat membiasakan si Kecil untuk makan makanan yang beragam, mengurangi risiko pilih-pilih makanan, dan mendukung si kecil mendapatkan asupan nutrisi yang adekuat untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Salah satu asupan nutrisi alternatif untuk bantu dukung tumbung kembang si Kecil ialah formula soya yang difortifikasi, mengandung 100% isolat protein soya, omega 3 dan 6, minyak ikan, serta nutrisi penting lainnya untuk bantu dukung tumbuh kembang si Kecil menjadi generasi maju.

Berikut beberapa contoh lain aktivitas yang dapat dilakukan Bunda bersama si Kecil:

1. Bunda dan si Kecil usia 1 tahun

  • Menyebutkan nama benda, orang, hewan atau bagian tubuh.
  • Menirukan suara hewan
  • Menari bersama
  • Bermain air
  • Main rumah-rumahan

2. Bunda dan si Kecil usia 2 tahun

  • Menjaga keseimbangan dengan berjalan di atas garis lurus
  • Menebak ekspresi orang
  • Bermain bola tangan
  • Mencari barang yang Bunda sembunyikan
  • Membantu Bunda memasak

3. Bunda dan si Kecil usia 3 tahun

  • Membacakan cerita dan meminta buah hati mengulang cerita kembali serta mengajarkan untuk mengekspresikan perasaan setiap karakter pada cerita tersebut
  • Bermain puzzle bersama
  • Bermain petak umpet
  • Bersepeda bersama

Semua aktivitas anak secara fisik harus berada dalam lingkungan yang aman dan selalu di bawah pengawasan ibu atau ayah setiap saat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Mudah Melatih Si Kecil Belajar Tengkurap

Apabila Anda ingin melatih anak belajar tengkurap, Anda harus pintar-pintar mencari cara untuk menarik perhatiannya. Bagaimana caranya? Ketahui di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi Satu Tahun Pertama, Tips Parenting 4 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Pentingnya Mengontrol Tumbuh Kembang Anak Saat Pandemi COVID-19

Tumbuh kembang anak selama pandemi COVID-19 harus tetap terkontrol meski pelayanan kesehatan anak banyak terganggu. Simak ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 17 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Aktivitas Seru dan Menyenangkan untuk Si Kecil yang Gagap

Orangtua bisa mendorong kemampuan berbicara anak yang gagap lewat aktivitas menyenangkan. Apa saja aktivitas yang cocok untuk anak gagap? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 7 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Tahap-Tahap Perkembangan Anak Usia 6-9 Tahun

Menginjak usia 6-9 tahun, anak akan mengalami berbagai tahap perkembangan. Apa saja perkembangan yang terjadi dan perlu diketahui orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Anak 6-9 tahun, Tumbuh Kembang Anak 6-9 Tahun, Parenting 14 Mei 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perkembangan anak 13 tahun

Perkembangan Anak Usia 13 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 8 menit
bakat anak

Tips Mencari Tahu dan Mengembangkan Bakat Anak

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
perkembangan emosi anak

Mengulik Tahapan Perkembangan Emosi Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 9 menit
perkembangan sosial anak

Mengulik Tahapan Perkembangan Sosial Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 7 menit