Apakah Kaldu Instan Organik Aman untuk MPASI Bayi?

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Setiap ibu pasti ingin selalu memberikan makanan pendamping air susu ibu (MPASI) dengan kandungan gizi  terbaik. Penambahan kaldu dari tulang dan daging atau ayam, dapat menambah kelezatan MPASI tanpa harus mengandalkan tambahan gula atau garam. Namun, cara ini dianggap kurang praktis. Kini banyak dijual kaldu instan untuk MPASI bayi dengan klaim organik yang lebih sehat dan aman untuk bayi, benarkah demikian?

Benarkah kaldu instan organik lebih sehat untuk bayi?

Sebelum mengetahui tentang kaldu instan organik untuk MPASI bayi lebih lanjut, sebaiknya pahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kaldu instan organik.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pangan olahan organik adalah makanan atau minuman yang berasal dari pangan organik hasil proses dengan cara atau metode tertentu, dengan atau tanpa bahan tambahan yang diizinkan. Bahan makanan yang digunakan tidak mengalami perlakuan radiasi dan/atau berasal dari produk rekayasa genetik.

Kaldu instan biasanya berbentuk sediaan bubuk yang tinggal diseduh/dimasak sebelum dikonsumsi. Kaldu instan organik baru bisa disebut sebagai pangan olahan organik yang benar apabila, 95% terbuat dari bahan organik (tidak termasuk air dan garam).

Sebagai contoh, kaldu ayam instan dengan klaim organik. Ayam yang digunakan sebagai bahan kaldu harus memenuhi syarat bahan pangan organik. Ayam harus hidup dan dibiakkan di lingkungan yang alami dan tidak diberikan hormon atau antibiotik. Ayam diberikan pangan organik dan hidup bebas di tanah yang subur dan sehat.

Demikian juga, proses pengolahan harus dilakukan di fasilitas yang sudah tersertifikasi Lembaga Sertifikasi Organik. Daging ayam yang diproses tidak boleh menggunakan bahan tambahan makanan, seperti pewarna, pengawet, dan perasa sintetik.

Namun, bukan berarti pangan olahan organik tidak boleh menggunakan bahan tambahan pangan sama sekali. BPOM melalui peraturan pengawasan pangan organik telah menetapkan daftar bahan tambahan pangan, seperti pemanis, pengawet, pengemulsi yang diizinkan untuk ditambahan pada pangan olahan organik.

Proses dan pemilihan bahan organik secara cermat ini yang akhirnya dapat menghasilkan produk kaldu instan organik yang aman, termasuk untuk MPASI bayi.

Perhatikan hal ini saat gunakan kaldu instan organik untuk bayi

Apabila Anda ingin menggunakan kaldu instan organik untuk bayi, maka pastikan hal-hal berikut:

Pastikan produk memiliki sertifikat organik 

Baca dengan teliti label pangan saat memilik produk, jangan langsung tergiur membeli semata karena klaim organik. Sangat banyak sekali produk makanan bayi, salah satunya kaldu instan organik untuk bayi yang mencantumkan klaim organik yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keamanan pangannya. Kaldu instan organik yang aman adalah yang sudah tersertifikasi lembaga resmi.

Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) adalah lembaga yang bertanggung jawab untuk mensertifikasi bahwa produk yang dijual atau dilabel sebagai ‘organik’ adalah diproduksi, ditangani, dan diimpor menurut peraturan perundang-undangan dan telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional.

Teliti kembali kandungan gizi kaldu instan

Setelah keamanan pangannya terjamin, hal berikutnya yang harus diperhatikan oleh ibu adalah kandungan gizi produk kaldu instan organik yang dipilih. Perhatikan apakah kaldu instan tersebut mengandung garam dan gula  atau bahan penyedap dan pengawet. Hindari pemilihan kaldu instan yang mengandung garam tinggi.

Salah satu hal yang membedakan makanan bayi dengan makanan biasa adalah kandungan gizinya. Idealnya produk instan MPASI sudah disesuaikan dengan kebutuhan zat gizi makro dan mikro bayi di usia mulai MPASI.

Penelitian menunjukkan saat menginjak usia 6 bulan, kandungan Fe dan Zinc dalam ASI sudah tidak cukup memenuhi kebutuhan bayi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih bahan MPASI yang memiliki kandungan Fe dan Zinc yang tinggi, terutama makanan berprotein tinggi atau sereal yang sudah terfortifikasi.

Kesimpulannya, kaldu instan organik boleh saja diberikan untuk MPASI bayi, asal jelas keamanan pangannya. Produk pangan olahan organik harus sudah tersertifikasi BPOM dan LSO. Kemudian, perhatikan kandungan gizinya yang harus sesuai dengan karakteristik MPASI bayi. Waspadai gula, garam, bahan penyedap dan pengawet. Apabila tidak memenuhi salah satu dari kedua hal tersebut, lebih baik hindari.

Penggunaan kaldu alami memiliki lebih banyak keunggulan. Bahan yang digunakan lebih segar dan alami, tentunya lebih bergizi dan ekonomis. Orang tua pun punya kontrol lebih dalam pemilihan variasi jenis bahan makanan dan tekstur makanan yang cocok sesuai perkembangan bayinya. Perhatikan cara pemasakan yang tepat untuk menjaga kandungan gizi makanan, higienitas dan sanitasi, serta metode persiapan dan penyimpanannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Agar Tidak Keliru, Begini Cara Menyeimbangkan Pemberian ASI dan MPASI Bayi

Pemberian ASI dan MPASI dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Namun, pastikan ASI dan MPASI yang didapat bayi sudah seimbang, ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 06/08/2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Baby Led Weaning (BLW), Saat Bayi Belajar Makan Sendiri

Ingin baby led weaning berhasil diterapkan pada si kecil? Anda harus tahu dulu apa yang harus dilakukan dan dihindari ketika melakukan metode ini. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 06/08/2020 . Waktu baca 11 menit

Panduan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Bayi

Makanan pertama untuk bayi (MPASI) perlu diberikan secara bertahap selepas ASI eksklusif selama 6 bulan pertamanya. Bagaimana aturannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 06/08/2020 . Waktu baca 19 menit

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Saat lapar, rasanya hanya ingin marah sampai Anda mendapat yang Anda mau. Tapi, kok bisa begitu, ya? Kenapa kita mudah marah saat kelaparan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 10/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menyimpan mpasi

Agar Kualitasnya Tetap Terjaga, Pahami Cara Menyimpan MPASI Bayi yang Benar

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 7 menit
peralatan mpasi

5 Peralatan MPASI untuk Memudahkan Proses Pembuatannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
makanan bayi

Panduan Menyiapkan, Mengolah, dan Memberikan Makanan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 14 menit
makanan bayi 6 bulan untuk kecerdasan otak

8 Macam Makanan untuk Mendukung Kecerdasan dan Perkembangan Otak Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 9 menit