Manfaat dan Risiko Menjalani Diet Alkaline

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tidak ada salahnya untuk mulai berdiet demi memiliki berat badan ideal. Mungkin saat ini Anda sendiri sedang berpikir untuk ikut menjalani diet alkaline, yang beberapa waktu belakangan sempat hangat dibicarakan publik. Katanya, diet ini menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Namun ada baiknya Anda baca dulu informasi lengkap seputar diet alkaline dalam artikel ini – mulai dari panduannya sampai pertimbangan manfaat dan risikonya. Apakah semua orang boleh ikut diet ini?

Apa itu diet alkaline?

Diet alkaline merupakan diet yang dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang bersifat basa. Contoh makanan yang bersifat basa adalah semangka, melon jingga (cantaloupe), mangga, pir, markisa, apel, anggur, alpukat, pisang, kurma, bayam, brokoli, bawang putih, jahe, tomat, buncis, kol, seledri, timun, hingga lemon. Selain bersifat basa, makanan-makanan ini juga diperkaya oleh vitamin, mineral, serat dan antioksidan.

Apa manfaat dari diet alkaline?

Tubuh manusia pada umumnya bersifat basa karena memiliki pH antara 7,35 hingga 7,45. Namun, gangguan kesehatan, misalnya diare, gangguan ginjal, dan gangguan lainnya, dapat mengubah pH tubuh menjadi asam. Kadar pH yang tidak seimbang dapat berdampak buruk pada kesehatan, salah satunya adalah peningkatan risiko penyakit jantung dan berbagai penyakit tulang-sendi-otot.

Diet alkaline bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan pH tubuh. Kadar pH yang seimbang berperan penting dalam peningkatan produksi hormon pertumbuhan. Pada wanita yang sudah menopause, peningkatan hormon pertumbuhan dapat membantu memelihara fungsi jantung dan meningkatkan kemampuan kognitif otak untuk berpikir dan mengingat. Selain bagus untuk menetralkan pH tubuh, makanan bersifat basa baik untuk mencegah hipertensi dan risiko stroke.

Selain itu, kadar pH tubuh yang kembali bersifat basa dapat membantu penyerapan vitamin D dan magnesium dengan lebih baik. Asupan vitamin D yang optimal dapat membantu mengurangi nyeri pada tulang belakang.

Khususnya bagi orang-orang yang sedang menjalani kemoterapi, diet alkaline dapat membantu tubuh lebih efektif untuk menyerap obat. Pasalnya, efektivitas beberapa obat kemo seperti epirubicin dan adriamycin akan lebih efektif bekerja pada lingkungan pH basa. Selain itu, efek kemoterapi juga dapat menyebabkan kematian sel. Risiko efek samping ini dapat meningkat bila pH tubuh asam. Oleh karena itu, diet alkaline dapat membantu mencegah atau mengurangi risikonya.

Diet bersifat basa ini juga dinilai efektif sebagai cara detoks untuk membuang segala macam zat asing yang bersifat racun’ bagi tubuh. Dengan begitu, tubuh akan terasa lebih sehat dan bugar.

Panduan menjalani diet alkaline

Sebenarnya tidak ada panduan langkah demi langkah untuk menjalani diet ini. Yang perlu Anda lakukan adalah hanya memperbanyak makan makanan yang bersifat basa dengan perbandingan 4:1 dengan makanan lainnya. Anda bisa menggunakan nasi merah untuk mengganti nasi putih untuk setiap kali makan besar.

Dua puluh menit sebelum makan siang dan makan malam seperti biasanya, Anda dapat mengonsumsi buah-buahan segar, seperti pisang dan apel. Namun, hindari makanan yang bersifat asam selama sedang diet alkaline. Contoh makanan yang bersifat asam adalah keju, daging ayam, daging kalengan, susu, minuman alkohol, dan minuman bersoda. Rata-rata makanan ini mengandung pH 2-3 yang dapat semakin mengganggu keseimbangan pH tubuh.

Apakah ada risiko dari diet alkaline?

Meski memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh, diet alkaline sama sekali tidak memperhitungkan asupan protein yang memang banyak terkandung dalam makanan bersifat basa (daging, susu, dan produk turunan susu).

Padahal, tubuh tetap membutuhkan asupan protein agar bisa berfungsi normal. Kekurangan protein dalam jangka panjang justru dapat merugikan kesehatan tubuh. Untuk menyiasatinya, Anda dapat memilih sumber protein hewani lainnya, seperti ikan atau daging ayam tanpa kulit yang digabungkan dengan berbagai sayur saat waktunya makan. Sebisa mungkin makan daging hanya 2-3 kali saja dalam 1 minggu.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
makanan yang tidak boleh dimakan saat perut kosong

7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit