home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas 3K: Kram, Kebas, dan Kesemutan Akibat Kelamaan Main Gadget

Awas 3K: Kram, Kebas, dan Kesemutan Akibat Kelamaan Main Gadget

Berapa lama Anda main gadget seperti hp dan tablet setiap hari? Awas 3K, yaitu kram, kebas, dan kesemutan di beberapa bagian tubuh. Misalnya pada tangan, leher, punggung, atau bahu. Ini bisa disebabkan oleh aktivitas yang tidak disadari seperti main main gadget terlalu lama. Bagaimana bisa dan seperti apa cara mengatasi kram, kebas, dan kesemutan karena main gadget terlalu lama? Simak dalam ulasan berikut ini.

Kram, kebas, dan kesemutan karena main gadget terlalu lama

Mainan gadget berjam-jam sering kali dilakukan dengan kepala menunduk atau sambil tiduran. Posisi ini bila dilakukan terlalu lama bisa menyebabkan saraf otot beberapa bagian tubuh jadi kaku, kram, kebas, dan kesemutan.

Menurut sebuah penelitian dari Korea, kram atau sakit di bagian leher memang bisa disebabkan karena main gadget kelamaan. Selain kram, posisi tubuh saat main gadget juga dapat membuat otot leher nyeri dan kaku. Penelitian tersebut menguji beberapa orang yang sering main game terlalu lama. Hasilnya ditemukan bahwa di 16 menit pertama, para peserta sudah merasakan gejala nyeri kram.

Selain itu, dampak dari main gadget kelaman ini dapat menyebabkan otot leher terasa nyeri dan postur kepala bisa jadi condong ke depan. Perubahan ini disebabkan karena layar gadget yang umumnya berukuran kecil. Maka, mau tidak mau Anda pasti harus menunduk ke depan untuk melihat layar handphone dengan jelas. Bila kelamaan, kepala dan leher akan berubah condong ke depan seperti membungkuk.

Sedangkan menurut dr. Tom DiAngelis dari American Physical Therapy Association’s Private Practice Section, main gadget terlalu lama berisiko menimbulkan tekanan berlebihan pada tubuh. Tekanan bisa terasa pada bagian punggung atau tulang belakang, leher, dan jari. Tekanan tersebut bisa menimbulkan kram, tegang, dan kesemutan karena main gadget.

Pasalnya, ketika sedang tidak main game, normalnya tulang belakang Anda menahan posisi kepala seberat 4 kilogram. Nah, saat main game di mana umumnya posisi kepala condong ke depan, berat kepala yang harus ditahan bisa lebih berat mencapai 13 kilogram.

Hal tersebut pastinya memberikan beban berlebih pada tulang belakang Anda. Tak jarang kram, kebas, dan kesemutan karena main gadget terlalu lama ini dirasakan di bagian punggung, leher, atau bahkan jari tangan yang menopang hp atau tablet.

Bagaimana cara mengatasi kram?

Kram, kebas, dan kesemutan bisa diatasi bila Anda menjaga otot dan fungsi saraf tetap baik. Berikut adalah beberapa cara untuk menyiasati kram, kebas, dan kesemutan akibat main gadget kelamaan.

1. Atur postur tubuh yang benar

Menurut dr. Michelle Collie, ketua Performance Physical Therapy in Rhode Island, untuk mencegah risiko nyeri kram karena main game kelamaan, Anda harus dapat menjaga postur tubuh ideal.

Pertama, pastikan telapak kaki Anda rata di lantai, posisikan telinga dan bahu sejajar, jangan bungkuk atau memiringkan kepala. Bila perlu, gunakan penyangga gadget untuk mendukung berat handphone, laptop, atau tablet Anda.

Gunakan headset atau speaker agar kepala tidak maju ke depan untuk mendengarkan suara lebih jelas. Anda juga bisa menyangga bagian punggung bawah dengan bantal kecil saat duduk agar posisi punggung tetap terjaga.

2. Minum obat yang mengandung ibuprofen, vitamin B1, B6, dan B12

Nah, 3K alias kram, kebas, dan kesemutan disertai pegal karena main gadget terlalu lama juga bisa diredakan dengan mengonsumsi obat pereda kram. Pilih obat yang mengandung ibuprofen sebagai pereda nyeri serta vitamin neurotropik B1, B6, dan B12 untuk menjaga dan memelihara kesehatan saraf.

Vitamin B6 mampu mencegah kerusakan saraf dan vitamin B1 dapat mencegah degenerasi saraf serta kesemutan di seluruh tubuh. Sedangkan vitamin B12 berpotensi membantu tubuh memproduksi zat mielin yang melindungi saraf di tubuh Anda.

Sebelum dikonsumsi, baca dulu aturan pakai yang tertera pada kemasan obat.

3. Selingi dengan peregangan

Kesemutan dan nyeri kram karena main gadget kelamaan juga dapat diatasi dengan melakukan peregangan pada tubuh. Lakukan peregangan dan istirahat main handphone atau gadget jenis apa pun kira-kira setiap 20 menit sekali.

Peregangan dan istirahat bisa diisi dengan berdiri, putar bahu, putar leher, atau berjalan-jalan sebentar untuk meningkatkan aliran darah di sekitar tangan, leher, dan punggung.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Back pain symptomps https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/back-pain/symptoms-causes/syc-20369906diakses pada 19 Juni 2019.

Remedies for hand cramps https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/remedies-for-hand-cramps diakses pada 19 Juni 2019.

Vitamin B https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/vitamin-b diakses pada 19 Juni 2019.

Muscle cramps https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/muscle-cramp/symptoms-causes/syc-20350820 diakses pada 19 Juni 2019.

Avoiding smartphone hand pain https://www.muirortho.com/9-tips-for-avoiding-smartphone-hand-pain/

Your smartphone is pain in the neck https://edition.cnn.com/2014/11/20/health/texting-spine-neck-study/index.html diakses pada 20 Juni 2019.

Park, J., Kang, S., Lee, S. and Jeon, H. (2017). The effects of smart phone gaming duration on muscle activation and spinal posture: Pilot study. Physiotherapy Theory and Practice, 33(8), pp.661-669. Diakses pada 20 Juni 2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 15/07/2019
x