home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Masalah yang Paling Sering Dikeluhkan Pengguna Softlens

3 Masalah yang Paling Sering Dikeluhkan Pengguna Softlens

Apakah Anda pengguna lensa kontak (softlens)? Sebagai salah satu cara untuk meningkatkan tajam penglihatan tanpa mengurangi keindahan penampilan, lensa kontak menjadi favorit di kalangan orang dewasa muda. Namun, di antara segala kelebihan yang ditawarkan oleh lensa kontak, tersembunyi beberapa masalah yang sering kali menimpa para pengguna. Apa sajakah itu dan bagaimana cara menanganinya? Artikel ini akan membahasnya hingga tuntas.

Berbagai masalah utama orang yang pakai softlens

1. Infeksi mata

Terdapat berbagai jenis infeksi yang dapat menyerang mata akibat dari penggunaan lensa kontak. Misalnya konjungtivitis (radang pada konjungtiva), keratitis (radang pada kornea) Acanthamoeba, atau ulkus (luka) kornea.

Gejala yang paling sering dikeluhkan adalah mata merah, nyeri, kotoran mata berlebih, kadang disertai dengan pandangan kabur. Apabila Anda menderita gejala-gejala tersebut, segera lepaskan softlens dan periksakan diri ke dokter spesialis mata. Obat antibiotik tetes mata akan diberikan sesuai dengan jenis infeksi mata yang menyerang Anda.

Bagaimana cara mencegahnya?

Infeksi mata akibat penggunaan lensa kontak dapat dihindari dengan perawatan dan prosedur penggunaan lensa kontak yang baik. Selalu cuci lensa kontak Anda hanya dengan cairan pembersih khusus lensa kontak. Selain itu, jangan lupa untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menggunakan atau melepas lensa kontak.

2. Lensa kontak hilang saat digunakan

Sering kali saat lensa kontak tiba-tiba menghilang, lensa kontak sebenarnya sudah terjatuh dari mata. Namun, pada beberapa kejadian, lensa yang dirasa menghilang ternyata terselip di sisi atas bola mata. Hal ini terutama terjadi pada Anda yang tidak mencopot lensa kontak saat hendak beristirahat.

Apabila Anda kehilangan lensa kontak Anda saat digunakan dan tidak dapat menemukannya terjatuh, pergilah ke dokter spesialis mata untuk memastikan lensa kontak tidak terselip dibagian atas mata. Lensa yang terselip dibagian atas dari bola mata memerlukan eversi (pembalikkan) kelopak mata untuk dapat mengambilnya.

Bagaimana cara mencegahnya?

Ketika sedang menggunakan softlens, sebisa mungkin hindari aktivitas fisik yang terlalu berat. Aktivitas fisik yang terlalu berat, benturan, atau guncangan keras mungkin saja membuat lensa kontak lepas atau terselip di mata Anda.

3. Tight lens syndrome (lensa kontak terlalu ketat)

Kondisi ini terjadi ketika softlens terlihat seperti menempel erat pada kornea (bagian bening di depan mata) Anda. Gejala yang biasa dirasakan adalah mata merah disertai dengan pandangan kabur, walaupun lensa kontak sedang dikenakan.

Tight lens syndrome ini dapat terjadi misalnya pada lensa kontak yang sudah mengering (lewat masa pakai atau kedaluwarsa), pemakaian lensa kontak saat tidur, dan pada penggunaan lensa kontak pada suaat cuaca berangin atau terlalu panas.

Bagaimana cara mencegahnya?

Salah satu langkah mudah yang dapat dilakukan untuk mencegah hal ini adalah meneteskan cairan pelembap khusus lensa kontak secara berkala saat menggunakan lensa kontak. Sebelum tidur, jangan lupa lepas dulu lensa kontak Anda.

Dengan prosedur pemakaian dan perawatan lensa kontak yang baik, sebagian besar masalah saat menggunakan softlens di atas dapat dihindari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  1. Bagheri N. The Wills eye manual: office and emergency room diagnosis and treatment of eye disease. 6th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2012.
  2. Alipour F, Khaheshi S, Soleimanzadeh M, Heidarzadeh S, Heydarzadeh S. Contact Lens-related Complications: A Review [Internet]. Advances in pediatrics. U.S. National Library of Medicine; 2017 [cited 2018May21]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5423374/
  3. Tight Lens Syndrome [Internet]. Resources – Newsletters – What Is The Importance of Perseverance? [cited 2018May21]. Available from: https://www.eheandme.com/advisor_articles/crs-aha-oph_tight!lens!syndrome
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Laura Agnestasia Dj.
Tanggal diperbarui 15/07/2018
x