Nodul dan Polip Pita Suara

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu nodul dan polip pita suara?

Nodul pita suara adalah pertumbuhan tak wajar (bukan kanker) di kedua pita suara akibat menggunakan suara secara berlebihan. Lama-lama, hal ini bisa menyebabkan munculnya nodul yang lunak dan membengkak pada kedua pita suara. Nodul ini akan membesar dan mengeras selama Anda masih terus-terusan menggunakan suara Anda secara berlebihan.

Sedangkan polip bentuknya macam-macam. Kadang polip disebabkan oleh penggunaan suara berlebihan dan bisa muncul di salah satu atau kedua pita suara. Bentuknya mirip nodul, yaitu benjolan yang membengkak dan tumbuhnya keluar, seperti cabang tanaman. Bisa juga mirip seperti lepuhan yang berisi cairan.

Kebanyakan polip ukurannya lebih besar dari nodul dan bisa jadi disebut dengan istilah lain seperti degenerasi polipoid atau edema Reinke. Untuk membedakannya, bayangkan bahwa nodul sangat keras, sedangkan polip seperti lepuhan.

Seberapa umumkah nodul dan polip pita suara?

Polip sering terjadi pada orang dewasa. Sedangkan nodul bisa terjadi pada anak-anak. Para ahli mencatat bahwa, karena alasan tertentu, wanita di rentang usia 20 hingga 50 tahun lebih sering mengalami nodul pita suara.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja gejala nodul dan polip pita suara?

Berikut adalah gejala-gejala yang umum dari nodul dan polip pita suara:

  • Suara serak
  • Suara seperti habis
  • Sakit yang menusuk dari telinga kiri ke kanan
  • Serasa ada yang mengganjal di tenggorokan
  • Leher sakit
  • Tidak bisa bicara dengan suara atau nada yang tinggi
  • Badan lemas
  • Sulit berbicara

Mungkin ada gejala-gejala yang belum disebutkan di atas. Kalau Anda mencurigai gejala tertentu atau punya pertanyaan, segera hubungi dokter.

Penyebab

Apa penyebab nodul dan polip pita suara?

Nodul paling sering disebabkan oleh penggunaan suara yang berlebihan, misalnya teriak-teriak atau bernyanyi terlalu keras. Polip bisa diakibatkan oleh penggunaan suara berlebihan dalam jangka panjang. Namun, bisa juga polip terjadi karena satu kejadian yang cukup parah, misalnya berteriak terlalu kencang saat menonton konser.

Kebiasaan merokok, hipotiroidisme, dan penyakit refluks asam lambung (GERD) juga bisa membentuk polip.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami nodul dan polip pita suara?

Hal-hal di bawah ini bisa membuat Anda rentan.

  • Punya alergi
  • Merokok
  • Otot tegang dan kaku
  • Profesi sebagai penyanyi
  • Profesi sebagai pelatih
  • Pemandu sorak
  • Suka bicara keras-keras
  • Minum kafein dan alkohol (yang akan membuat pita suara kering)

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana nodul dan polip pita suara didiagnosis?

Kalau Anda sudah mengalami suara serak atau habis selama 2 atau 3 minggu, segera temui dokter. Pemeriksaannya meliputi:

  • Pemeriksaan fisik oleh dokter THT (telinga, hidung, dan tenggorokan)
  • Evaluasi suara oleh ahli patologi wicara dan bahasa
  • Pemeriksaan oleh dokter bedah (jika diperlukan)

Tim dokter akan memeriksa kualitas suara Anda berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Anda juga mungkin perlu menjalani endoskopi, yaitu memasukkan selang dengan kamera ke dalam tenggorokan melalui mulut atau hidung.

Bagaimana nodul dan polip pita suara diobati?

Nodul dan polip bisa ditangani secara medis, lewat pembedahan, serta melalui perubahan perilaku. Pembedahan mungkin dilakukan untuk mengangkat atau menghilangkan nodul dan polip dari pita suara. Ini hanya dilakukan bila nodul dan polipnya sudah sangat besar atau sudah kelamaan berada di pita suara. Anak-anak jarang sekali dioperasi.

Kondisi medis yang jadi pemicu nodul dan polip pita suara juga akan diobati, misalnya refluks asam lambung, alergi, dan gangguan tiroid. Pasien juga direkomendasikan untuk berhenti merokok dan mengelola stres.

Dokter mungkin merujuk Anda pada terapis wicara. Terapi wicara akan membantu Anda mengendalikan suara, pernapasan, hingga berbagai teknik untuk mengatasi stres.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

    Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Anak Penyandang Autisme Lebih Riskan Mengalami Gangguan Makan, Ini Faktanya

    Masalah makan kerap dialami oleh anak, terutama anak penyandang autisme. Bahkan, anak penyandang autisme disebut lebih berisiko mengalami gangguan makan.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi

    Studi: Makan Satu Porsi Junk Food Saja Sudah Bisa Turunkan Konsentrasi

    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lemak jenuh pada junk food bisa menurunkan konsentrasi, bahkan sekalipun Anda cuma makan satu porsi.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

    Protein penting untuk dikonsumsi anak, karena mampu meningkatkan kesehatan saat puasa. SImak jenis protein yang efektif memberi manfaat untuk si kecil.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda

    Direkomendasikan untuk Anda

    pasangan menjadi sahabat

    Manfaat Pasangan Menjadi Sahabat dalam Hubungan Asmara

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
    alasan orang menggoda

    Selain untuk PDKT, Inilah Alasan Seseorang Menggoda atau Flirting ke Orang Lain

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
    IBS dan stres

    Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
    kecerdasan emosional terlalu tinggi

    5 Dampak Memiliki Kecerdasan Emosional yang Terlalu Tinggi

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020