Jangan Remehkan Sinusitis Saat Hamil, Begini Cara Mengobatinya di Rumah

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24 Juni 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

    Faktanya, ada banyak perubahan tubuh yang terjadi ketika memasuki masa kehamilan. Ya, dari gejala morning sickness, sakit pinggang, hingga merasa kelelahan. Bahkan tak jarang juga ibu hamil yang mengalami sinusitis. Meski tak terlalu parah, gejala sinusitis pada ibu hamil bisa sangat mengganggu. Jangan cemas, berikut ini cara mengatasi sinusitis pada ibu hamil yang bisa dilakukan di rumah.

    Gejala sinusitis yang harus diwaspadai ibu hamil

    Sinusitis pada ibu hamil bisa terjadi pada trimester berapapun, pertama, kedua maupun ketiga. Sebenarnya, sinusitis adalah infeksi yang terjadi pada lapisan kantung yang berisi udara yang terletak di sekitar wajah dan hidung (sinus). Peradangan sinus ini akan menimbulkan beberapa gejala pada ibu hamil, yakni:

    • Hidung tersumbat
    • Ada tekanan dan rasa sakit di sekitar wajah
    • Sakit tenggorokan
    • Sakit kepala
    • Demam
    • Batuk

    Infeksi sinus yang akut bisa berlangsung selama empat minggu, sedangkan infeksi kronis bisa berlangsung lebih dari 12 minggu. Sinusitis selama kehamilan ini dapat dipicu oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur. Dalam beberapa kasus, infeksi sinus merupakan komplikasi dari flu biasa. Ibu hamil juga berisiko tinggi terkena infeksi sinus jika memiliki alergi.

    Berbagai cara menangani sinusitis pada ibu hamil

    1. Menggunakan obat-obatan

    terlalu banyak minum obat

    Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati infeksi sinus pada ibu hamil yakni antibiotik. Namun hati-hati, tidak semua antibiotik aman diberikan untuk ibu hamil. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik pada ibu hamil harus dengan petunjuk dokter. Biasanya dokter akan meresepkan cefprozil (Cefzil) dan amoxicilin-klavulanat.

    Acetaminophen (Tylenol) atau sering dikenal sebagai paracetamol juga dianggap aman digunakan selama kehamilan untuk menghilangkan rasa sakit atau sakit kepala. Selain itu, penggunaan dekongestan, antihistamin, ekspektoran, dan penekan batuk dalam jangka pendek umumnya dianggap aman selama kehamilan, tentu dengan dosis yang sesuai.

    Namun Anda sebaiknya menghindari aspirin dan ibuprofen saat hamil. Kedua obat ini diduga dapat menimbulkan komplikasi kehamilan, seperti mengurangi cairan ketuban dan keguguran.

    Sebelum memilih obat-obatan mana saja yang boleh diminum sebaiknya konsultasikan kondisi Anda ke dokter terlebih dahulu.

    2. Menggunakan cara alami

    Cara alami yang bisa dilakukan ini bukan sebagai pengganti obat, melainkan sebagai pendukung untuk membantu meredakan gejala sinusitis.

    Untuk meredakan gejala sinusitis pada ibu hamil bisa dilakukan dengan cara sederhana:

    Mengonsumsi banyak cairan

    Minum banyak air bisa meringankan sakit tenggorokan yang dialami ketika sinusitis kambuh. Cairan juga melancarkan lendir serta membersihkan hidung yang tersumbat. Supaya gejala sinusitis mereda, Anda bisa minum air hangat, air jeruk hangat, atau minum sop kuah kaldu.

    Menggunakan alat pelembap udara

    Agar gejala tidak semakin parah, Anda bisa mengandalkan alat pelembap udara. Alat ini bisa mencegah hidung Anda tersumbat dan tidak penuh dengan lendir.

    Atur posisi saat berbaring

    Mengangkat kepala dengan beberapa buah bantal sambil berbaring agar bernapas jadi lebih mudah. Gunakan juga inhaler untuk membantu membuka saluran hidung.

    Gunakan kompres dingin atau panas

    Jika Anda mengalami nyeri wajah atau sakit akibat sinusitis, kurangi rasa nyerinya dengan mengompres panas atau dingin dahi Anda. Atau Anda juga bisa melakukan pijatan lembut pada dahi dan mandi air hangat.

    Kumur-kumur

    Berkumur dengan air garam hangat untuk meredakan sakit tenggorokan atau melegakan tenggorokan. Madu dan lemon juga bisa menenangkan sakit tenggorokan

    Terapkan gaya hidup sehat

    Istirahat yang cukup serta mengonsumsi makanan yang sehat dapat membantu tubuh tetap bugar dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit.

    Kapan harus pergi ke dokter?

    Infeksi sinus sebenarnya dapat sembuh sendirinya dengan perawatan di rumah. Tetapi ada kalanya, kasus sinusitis pada ibu hamil harus segera dibawa ke dokter. Dilansir dalam laman American Pregnancy, jika beberapa hal ini terjadi, Anda sebaiknya segera kembali ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

    • Jika batuk Anda disertai dengan dahak warna hijau atau kuning
    • Jika suhu tubuh Anda lebih dari 38,3 derajat celcius
    • Jika Anda tidak bisa makan maupun tidur

    Jika infeksi Anda tidak membaik, dokter akan meresepkan obat khusus. Dokter akan memberikan obat terbaik yang aman untuk Anda dan bayi. Kondisi infeksi sinus yang tidak diobati dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti meningitis (radang selaput otak).

    Infeksi yang tidak diobati dengan tuntas juga bisa menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti tulang, mata, dan kulit. Itu juga bisa memengaruhi indera penciuman yang semakin menurun.

    Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

    Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

    Cek HPL di Sini
    general

    Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

    Was this article helpful for you ?
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Penyakit Pernapasan pada Anak, Kenali Jenis dan Cara Mengatasinya

    Penyakit pernapasan pada anak adalah kondisi yang sangat umum dialami si kecil. Agar tidak panik, orangtua perlu mengetahui jenis dan cara mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Gangguan Pernapasan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 28 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

    Berbagai Tips Seputar Pencegahan Sinusitis yang Wajib Anda Tahu

    Bersin dan pilek akibat sinus yang kambuh dapat menyulitkan Anda beraktivitas, tapi Anda bisa mencegah sinusitis dengan beberapa perubahan gaya hidup mudah

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan THT, Gangguan Hidung 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Cara Baru Menjaga Kesehatan Hidung dari Polusi Udara

    Sangat penting menjaga kesehatan hidung, sebagai garda utama dalam menyaring udara yang masuk. Ternyata ada cara baru untuk menjaga hidung tetap bersih.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Konten Bersponsor
    menjaga kesehatan hidung
    Kesehatan THT, Gangguan Hidung 27 April 2020 . Waktu baca 4 menit

    Meski Jarang Terjadi, Ini Komplikasi Sinusitis yang Berbahaya Bagi Kesehatan

    Walaupun jarang terjadi, ternyata ada berbagai jenis komplikasi sinusitis yang tidak banyak diketahui oleh orang. Nah, simak yuk apa saja komplikasinya!

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Kesehatan THT, Gangguan Hidung 18 Mei 2019 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    sakit kepala di belakang mata

    9 Penyebab Sakit Kepala Nyut-nyutan di Belakang Mata

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
    penyebab sinusitis

    Berbagai Penyebab Sinusitis, Mulai dari Alergi hingga Penyakit Pernapasan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    bentuk hidung

    Deviasi Septum Nasal

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
    rahang sakit

    7 Penyebab Sakit Rahang yang Mungkin Anda Tidak Sadari, Apakah Berbahaya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit