Jangan Remehkan Sinusitis Saat Hamil, Begini Cara Mengobatinya di Rumah

Oleh

Faktanya, ada banyak perubahan tubuh yang terjadi ketika memasuki masa kehamilan. Ya, dari gejala morning sickness, sakit pinggang, hingga merasa kelelahan. Bahkan tak jarang juga ibu hamil yang mengalami sinusitis. Meski tak terlalu parah, gejala sinusitis pada ibu hamil bisa sangat mengganggu. Jangan cemas, berikut ini cara mengatasi sinusitis pada ibu hamil yang bisa dilakukan di rumah.

Gejala sinusitis yang harus diwaspadai ibu hamil

Sinusitis pada ibu hamil bisa terjadi pada trimester berapapun, pertama, kedua maupun ketiga. Sebenarnya, sinusitis adalah infeksi yang terjadi pada lapisan kantung yang berisi udara yang terletak di sekitar wajah dan hidung (sinus). Peradangan sinus ini akan menimbulkan beberapa gejala pada ibu hamil, yakni:

  • Hidung tersumbat
  • Ada tekanan dan rasa sakit di sekitar wajah
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Batuk

Infeksi sinus yang akut bisa berlangsung selama empat minggu, sedangkan infeksi kronis bisa berlangsung lebih dari 12 minggu. Sinusitis selama kehamilan ini dapat dipicu oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur. Dalam beberapa kasus, infeksi sinus merupakan komplikasi dari flu biasa. Ibu hamil juga berisiko tinggi terkena infeksi sinus jika memiliki alergi.

Berbagai cara menangani sinusitis pada ibu hamil

1. Menggunakan obat-obatan

terlalu banyak minum obat

Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati infeksi sinus pada ibu hamil yakni antibiotik. Namun hati-hati, tidak semua antibiotik aman diberikan untuk ibu hamil. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik pada ibu hamil harus dengan petunjuk dokter. Biasanya dokter akan meresepkan cefprozil (Cefzil) dan amoxicilin-klavulanat.

Acetaminophen (Tylenol) atau sering dikenal sebagai paracetamol juga dianggap aman digunakan selama kehamilan untuk menghilangkan rasa sakit atau sakit kepala. Selain itu, penggunaan dekongestan, antihistamin, ekspektoran, dan penekan batuk dalam jangka pendek umumnya dianggap aman selama kehamilan, tentu dengan dosis yang sesuai.

Namun Anda sebaiknya menghindari aspirin dan ibuprofen saat hamil. Kedua obat ini diduga dapat menimbulkan komplikasi kehamilan, seperti mengurangi cairan ketuban dan keguguran.

Sebelum memilih obat-obatan mana saja yang boleh diminum sebaiknya konsultasikan kondisi Anda ke dokter terlebih dahulu.

2. Menggunakan cara alami

Cara alami yang bisa dilakukan ini bukan sebagai pengganti obat, melainkan sebagai pendukung untuk membantu meredakan gejala sinusitis.

Untuk meredakan gejala sinusitis pada ibu hamil bisa dilakukan dengan cara sederhana:

Mengonsumsi banyak cairan

Minum banyak air bisa meringankan sakit tenggorokan yang dialami ketika sinusitis kambuh. Cairan juga melancarkan lendir serta membersihkan hidung yang tersumbat. Supaya gejala sinusitis mereda, Anda bisa minum air hangat, air jeruk hangat, atau minum sop kuah kaldu.

Menggunakan alat pelembap udara

Agar gejala tidak semakin parah, Anda bisa mengandalkan alat pelembap udara. Alat ini bisa mencegah hidung Anda tersumbat dan tidak penuh dengan lendir.

Atur posisi saat berbaring

Mengangkat kepala dengan beberapa buah bantal sambil berbaring agar bernapas jadi lebih mudah. Gunakan juga inhaler untuk membantu membuka saluran hidung.

Gunakan kompres dingin atau panas

Jika Anda mengalami nyeri wajah atau sakit akibat sinusitis, kurangi rasa nyerinya dengan mengompres panas atau dingin dahi Anda. Atau Anda juga bisa melakukan pijatan lembut pada dahi dan mandi air hangat.

Kumur-kumur

Berkumur dengan air garam hangat untuk meredakan sakit tenggorokan atau melegakan tenggorokan. Madu dan lemon juga bisa menenangkan sakit tenggorokan

Terapkan gaya hidup sehat

Istirahat yang cukup serta mengonsumsi makanan yang sehat dapat membantu tubuh tetap bugar dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit.

Kapan harus pergi ke dokter?

Infeksi sinus sebenarnya dapat sembuh sendirinya dengan perawatan di rumah. Tetapi ada kalanya, kasus sinusitis pada ibu hamil harus segera dibawa ke dokter. Dilansir dalam laman American Pregnancy, jika beberapa hal ini terjadi, Anda sebaiknya segera kembali ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

  • Jika batuk Anda disertai dengan dahak warna hijau atau kuning
  • Jika suhu tubuh Anda lebih dari 38,3 derajat celcius
  • Jika Anda tidak bisa makan maupun tidur

Jika infeksi Anda tidak membaik, dokter akan meresepkan obat khusus. Dokter akan memberikan obat terbaik yang aman untuk Anda dan bayi. Kondisi infeksi sinus yang tidak diobati dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti meningitis (radang selaput otak).

Infeksi yang tidak diobati dengan tuntas juga bisa menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti tulang, mata, dan kulit. Itu juga bisa memengaruhi indera penciuman yang semakin menurun.

Baca Juga:

Sumber