Bolehkah Ibu Hamil Makan Jeroan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ibu yang sedang hamil umumnya punya banyak pantangan makanan untuk menjaga kesehatan diri dan kandungannya. Salah satu yang banyak dipertanyakan adalah, apa boleh ibu hamil makan jeroan? Sebab jeroan itu sendiri sering dianggap bisa menyebabkan kolesterol naik. Mari simak jawaban dan penjelasannya berikut ini.

Apa yang terkandung dalam jeroan?

Kandungan nutrisi dalam jeroan tergantung dari bagian mana yang Anda makan.

Misalnya ati dan ampela yang mengandung cukup protein serta variasi vitamin dan mineral, seperti vitamin B, vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, besi, fosfor, dan magnesium.

Sementara itu, otak sapi tinggi DHA, jenis asam lemak omega-3 yang berfungsi menjaga kesehatan otak dan menurunkan risiko penyakit jantung.

Lalu, bolehkah ibu hamil makan jeroan?

Boleh. Jeroan hewan menyediakan ragam gizi yang bisa bermanfaat bagi kesehatan ibu serta tumbuh kembang janin.

Ambil contoh vitamin A yang sangat penting untuk pertumbuhan sel dan jaringan janin, DHA yang penting untuk perkembangan otak dan mata bayi, hingga protein yang menyediakan energi buat tubuh ibu beraktivitas selama hamil serta mencegah risiko beberapa kondisi cacat lahir.

Namun meski bermanfaat, jeroan tidak boleh dimakan setiap hari. Dikutip dari website Healthy Eating, dokter berpendapat sebaiknya ibu hamil makan jeroan tidak lebih dari satu kali per minggu.

Jeroan tinggi kolesterol

Ada beberapa alasan kenapa ibu hamil tidak disarankan terlalu banyak makan jeroan. Pertama karena kandungan zat gizi baik dari jeroan tidak bisa diolah secara maksimal oleh tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Kedua karena secara umum kebanyakan jeroan termasuk makanan tinggi lemak, kalori, dan kolesterol. Satu ons ati ayam terhitung mengandung 180 mg kolesterol, sementara ampela ayam mengandung 370 miligram kolesterol. Jumlah ini saja sudah bisa mencukupi lebih dari setengah asupan harian kolesterol yang direkomendasikan buat ibu hamil.

Terlebih kadar kolesterol tubuh Anda saat hamil memang secara alami cenderung meningkat hingga sekitar 50 persen. Maka dari itu, kebanyakan makan jeroan saat hamil bisa membuat kadar kolesterol Anda makin melonjak tinggi, yang bahaya buat kesehatan tubuh serta janin. Kadar kolesterol tinggi berisiko membuat ibu hamil terkena serangan jantung dan stroke.

Selain itu, beberapa jeroan juga tinggi vitamin A. Misalnya ati dan ampela ayam. Meski dibutuhkan tubuh, kelebihan vitamin A dapat menyebabkan keracunan yang membahayakan Anda dan si calon bayi.

Oleh karena itu, penting untuk membatasi porsi makan jeroan sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda.

Jeroan harus dimasak dengan benar

Organ tubuh hewan yang dijadikan jeroan umumnya mengandung banyak kotoran dan racun hasil pembuangan. Nah, racun dan kotoran ini sebetulnya bisa dihilangkan apabila ibu hamil makan jeroan yang dimasak dengan benar. Baiknya, ikuti cara mengolah jeroan berikut ini:

  • Cuci jeroan 3 kali di bawah aliran air bersih
  • Rebus jeroan hingga matang
  • Lalu, olah jeroan sesuai selera
  • Untuk ibu hamil, baiknya jangan digoreng. Olah jeroan dengan cara ditumis atau direbus akan lebih baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit