Apakah Benjolan Kanker Bisa Membesar Jika Dipijat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Benjolan kanker bisa bersifat jinak (tumor) atau ganas. Nah, tumor ini akan berubah menjadi masalah bila semakin tumbuh membesar, menimbulkan rasa sakit, dan menyebar ke organ lain. Sudah banyak yang mengeluh bahwa benjolan kanker semakin membesar setelah terlalu sering dipencet atau dipijat. Apakah betul begitu atau hanya perasaan Anda saja? Berikut ulasan lengkapnya. 

Kenali dulu cara pembesaran tumor atau kanker

Benjolan (tumor) bisa membesar karena proses penggandaan sel. Awalnya, sel kanker tumbuh di jaringan tertentu yang menjadi tempat awal berkembangnya, misalnya pada lapisan kandung kemih atau saluran payudara. Sel kanker ini akan tumbuh dan membelah diri untuk menciptakan lebih banyak sel yang kemudian menjadi tumor.

Nah, jika tumor ini membesar dengan cepat, maka dapat dikatakan proses penggandaan selnya berlangsung dengan cepat pula. Karena itu, benjolan tersebut bisa dikatakan sebagai tumor ganas, alias kanker.

Apakah benjolan kanker bisa semakin besar dan menyebar jika dipijat?

Terkadang, sel kanker bisa saja pecah dari massa kanker melalui beberapa cara. Misalnya karena operasi, peremasan, pemijatan, atau trauma. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang mengatakan pemijatan pada area benjolan bisa membuat benjolan tersebut membesar atau menyebar.

Kemungkinan ini bisa dilihat pada dampak pemijatan terhadap tiga fase utama pada penyebaran kanker dalam tubuh.

1. Sel menyebar keluar dari tumor primer

Masuknya sel kanker ke aliran darah dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya melalui proses tekanan yang mendorong sejumlah sel untuk masuk ke sirkulasi darah. Bila Anda memijat benjolan yang diperkirakan menjadi tumor maka akan menimbulkan trauma pada tumor. Sebab, tekanan yang ditimbulkan akan ‘memaksa’ sel kanker untuk keluar dari tumor primernya dan masuk ke dalam sirkulasi darah dan saluran getah bening.

Bila dilakukan pemijatan yang cukup sering, terutama untuk tumor, maka kemungkinan bisa berisiko untuk memecah sel kanker yang ada. Semakin dekat kanker dengan permukaan kulit, maka semakin besar risikonya untuk menyebar bila dilakukan pemijatan.

2. Sirkulasi di aliran darah atau saluran getah bening

Hingga saat ini, penelitian terus membantah mitos bahwa pemijatan menyebabkan penyebaran sel kanker melalui sistem aliran darah dan saluran getah bening. Seandainya benar stimulasi tekanan dapat mendorong perkembangan sel kanker di aliran darah, maka aktivitas lainnya seperti olahraga, aktivitas seksual, dan aktivitas sehari-hari lainnya juga akan memberikan risiko yang sama.

Sebaliknya, aktivitas olahraga atau perawatan pijat justru memiliki efek yang baik untuk pasien kanker. Sebab, ini bermanfaat untuk menimbulkan sensasi rileks, penurunan ketegangan otot, dan mengurangi tekanan psikologis yang dirasakan oleh pasien kanker.

3. Implantasi sel kanker pada organ lain

Sel kanker yang sudah menyebar bisa mencapai jaringan kapiler dan menyebar ke organ lainnya. Lantas, apakah terapi pemijatan bisa meningkatkan penyebaran tersebut? Nah, sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan atau membantah hal tersebut.

Namun, pemijatan yang tidak dilakukan dengan benar dikhawatirkan dapat menyebabkan lebih banyak sel kanker yang masuk ke pembuluh darah dan meningkatkan kemungkinan implantasi atau penempelan sel kanker pada organ lain.

Tidak sembarang teknik pemijatan bisa dilakukan pada benjolan kanker

Singkatnya, memang ada kekhawatiran terhadap perkembangan tumor bila terdapat kontak fisik atau rangsangan pada area benjolan atau tumor, terutama bila benjolan atau tumor tersebut mendekati permukaan kulit.

Oleh karena itu, Anda tidak bisa mengandalkan cara alternatif untuk mengobati kanker Anda, apalagi bila dilakukan teknik pemijatan di area benjolan. Sebab, salah-salah langkah saja bisa menimbulkan risiko yang lebih besar terhadap benjolan atau tumor yang ada.

Baru-baru ini, pemijatan dilaporkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kanker. Ini disebabkan terapi pijat bisa menimbulkan efek rileks, memancing aura positif, mengurangi rasa sakit dan depresi yang ditimbulkan.

Namun, tentunya tidak sembarang pemijatan yang bisa dilakukan. Pemijatan pun sebaiknya tidak dilakukan pada area yang terdapat benjolan atau tumor untuk menghindari ketidaknyamanan atau tekanan pada area yang terkena.

Meskipun Anda menginginkan pijat dan di tubuh Anda ada benjolan, baiknya Anda konsultasikan dulu pada dokter untuk menghindari risiko yang terjadi pada benjolan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit