Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Pleurodynia

Pleurodynia

Nyeri di bagian dada kerap dikaitkan dengan penyakit jantung. Namun, kondisi ini sebenarnya sangat umum terjadi pada banyak orang dan dapat menjadi tanda akan banyak penyakit lainnya. Salah satunya adalah penyakit pleurodynia.

Definisi pleurodynia

Pleurodynia, atau dikenal juga dengan nama penyakit Bornholm, merupakan infeksi virus yang menyerang pleura, lapisan di sekitar paru-paru. Infeksi ini dapat menyebabkan timbulnya nyeri hebat pada dada secara tiba-tiba. Rasa nyerinya berasal dari otot-otot yang menyatukan tulang rusuk.

Layaknya penyakit infeksi, pleurodynia dapat menular dari satu orang ke orang lain. Bahkan, penularannya juga bisa terjadi secara berkelompok, yang berarti banyak orang bisa terkena penyakitnya pada waktu yang bersamaan.

Penyakit ini paling sering menyerang orang-orang yang berusia di bawah 30 tahun. Meski demikian, orang-orang yang berusia lebih tua juga tidak lepas dari risiko penularannya.

Kebanyakan pasien yang terkena pleurodynia akan merasakan sakit yang berlangsung selama empat hingga enam hari.

Tanda dan gejala pleurodynia

Seperti yang telah disebutkan, gejala utama dari penyakit ini adalah nyeri dada atau nyeri perut yang terjadi tiba-tiba. Nyeri ini akan terasa semakin parah ketika Anda bergerak atau menarik napas dalam-dalam.

Nyeri dada biasanya hanya terasa pada satu sisi dada atau perut dan terjadi pada daerah dekat tulang rusuk bagian bawah. Terkadang, nyeri dapat menjalar ke leher atau lengan.

Gejala lain yang dapat menyertai juga meliputi:

Nyeri dapat berlangsung selama 15 hingga 30 menit, tapi bisa juga hanya beberapa menit atau sebaliknya, bertahan selama berjam-jam. Setelah itu, nyeri akan membaik dan menghilang sebelum nantinya kambuh kembali. Gejala demam juga dapat hilang timbul, tapi kejadiannya tidak secepat nyeri pada dada.

Karena gejalanya menyerang secara tiba-tiba, nyeri yang parah dengan sensasi seperti tercekik atau tertusuk pisau sering menyebabkan kecemasan pada penderitanya. Bahkan, banyak yang mengira bahwa mereka telah mengalami serangan jantung.

Gejala pleurodynia akan mereda dalam dua hingga empat hari dan dapat kambuh secara berulang selama beberapa minggu.

Penyebab infeksi pleurodynia

Pleurodynia disebabkan oleh sekelompok virus yang dikenal sebagai enterovirus. Selain penyakit ini, enterovirus juga dapat menyebabkan polio. Beberapa jenis virusnya adalah Coxsackie virus A, Coxsackie virus B, dan echovirus.

Begitu masuk ke dalam tubuh, virus ini berkembang biak di dalam tenggorokan dan usus sebelum akhirnya menyebar ke aliran darah. Bila sistem imun Anda bekerja dengan baik, tubuh akan melawan infeksi dan mencegah perkembangan gejala.

Namun bila sistem kekebalan lemah, maka akan muncul berbagai gejala seperti nyeri, demam, dan yang lainnya.

Penularan virus ini sangatlah cepat. Anda dapat terinfeksi dengan cara:

  • melakukan kontak dengan cairan dari hidung dan mulut dari orang yang telah terinfeksi,
  • menyentuh benda yang terkontaminasi seperti gelas atau alat elektronik, kemudian menyentuh hidung, mulut, dan wajah tanpa cuci tangan terlebih dahulu,
  • mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi, dan
  • menghirup udara atau percikan yang keluar dari mulut orang yang terinfeksi ketika mereka batuk, bersin, atau berbicara.

Virus ini lebih mudah menyebar pada lingkungan yang ramai dengan anak-anak seperti sekolah, tempat penitipan anak, atau fasilitas umum lainnya.

Diagnosis dan pengobatannya

Mengingat gejala utama pleurodynia yang berupa nyeri dada, penyakit ini bisa saja disalahartikan sebagai penyakit jantung atau paru-paru. Maka dari itu, dokter mungkin akan melakukan rontgen untuk melihat kondisi organ dalam tubuh Anda.

Prosedur diagnosis lainnya juga dapat meliputi tes darah atau tes kultur untuk mendeteksi antibodi terhadap virus.

Saat pemeriksaan, dokter juga akan menanyakan apakah Anda memiliki riwayat bekerja atau beraktivitas di tempat yang sedang terjadi wabah.

Bila Anda memang terkena pleurodynia, maka dokter akan menyarankan Anda untuk minum obat-obatan pereda nyeri seperti acetaminophen atau ibuprofen yang bantu meringankan nyeri dada. Anda tidak perlu minum antibiotik, sebab infeksinya berasal dari virus.

Memang, belum ada obat yang khusus untuk mengatasi pleurodynia. Maka dari itu, pengobatannya hanya bertujuan untuk mengurangi keparahan gejalanya saja.

Selain minum obat, Anda juga bisa menempelkan kompres hangat ke daerah dada dan perut. Kompres hangat dapat memberikan sedikit kelegaan.

Bagaimana cara mencegah penyakit ini?

Hingga saat ini belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi virus penyebab pleurodynia. Jadi untuk mencegah infeksinya, Anda harus senantiasa menjaga kebersihan.

Cucilah tangan Anda secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum dan sesudah makan, saat menyiapkan makanan, setelah mengganti popok atau membersihkan kotoran bayi, dan setelah menggunakan kamar mandi.

Hindari menggunakan peralatan makan yang sama dengan orang lain, apalagi bila orang tersebut telah terinfeksi.

Perlu Anda ketahui, penyakit ini sangat mudah menular di antara anak-anak balita. Sebab, mereka cenderung memiliki kebiasaan memasukkan jari tangan atau mainannya ke dalam mulut.

Oleh karena itu, lindungi anak Anda dengan memastikan si kecil cuci tangan secara rutin. Bila perlu, beri anak asupan suplemen untuk melindungi sistem kekebalan tubuhnya.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Epidemic Pleurodynia. (2021). Mercks Manual. Retrieved 6 October 2021, from https://www.merckmanuals.com/professional/infectious-diseases/enteroviruses/epidemic-pleurodynia

Lal, A., Akhtar, J., & Isaac, S, et al. (2018). Unusual cause of chest pain, Bornholm disease, a forgotten entity; case report and review of literature. Respiratory Medicine Case Reports, 25, 270-273. doi: 10.1016/j.rmcr.2018.10.005

Epidemic Pleurodynia. (2018). Harvard Health Publishing. Retrieved 6 October 2021, from https://www.health.harvard.edu/a_to_z/epidemic-pleurodynia-a-to-z

Chest Pain. (2020). National Health Service. Retrieved 6 October 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/chest-pain/

Factsheets About Enteroviruses. (2010). European Centre for Disease Prevention and Control. Retrieved 6 October 2021, from https://www.ecdc.europa.eu/en/enteroviruses/facts

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Tania Savitri Diperbarui 29/10/2021