Langkah-langkah Menolong Orang yang Overdosis Obat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Overdosis obat bisa disengaja atau tidak. Hal ini dapat terjadi melalui penyalahgunaan obat-obatan terlarang, termasuk alkohol, agar mabuk dan teler, atau ketika seseorang mengonsumsi obat medis — resep, nonresep, bahkan produk herbal — lebih dari takaran dosis yang direkomendasikan dan tubuhnya tidak sempat mengeluarkan kelebihan obat untuk menghindari efek samping yang berbahaya.

Overdosis obat dapat terjadi tiba-tiba, ketika sejumlah besar dosis obat diambil dalam satu waktu, atau secara bertahap saat zat obat perlahan menumpuk dalam tubuh selama jangka waktu lama. Overdosis obat adalah kondisi gawat darurat medis.

Mengenali tanda dan gejala overdosis obat

Mengetahui tanda dan gejala overdosis dan tindakan yang tepat untuk dilakukan dapat membantu Anda menghindari tragedi. Seseorang tidak perlu untuk memiliki semua tanda atau gejalanya untuk digolongkan sebagai overdosis. Hanya menunjukkan satu-dua gejala masih bisa berarti mereka berada dalam kesulitan dan membutuhkan bantuan darurat.

Gejala overdosis obat dapat mencakup:

  • Mual
  • Muntah
  • Kram perut
  • Diare
  • Pusing
  • Hilang keseimbangan
  • Kejang (tergantung situasi dan kondisi)
  • Mengantuk
  • Kebingungan
  • Kesulitan bernapas/tidak bernapas
  • Perdarahan internal
  • Halusinasi
  • Gangguan penglihatan
  • Mengorok berat
  • Kulit membiru
  • Koma

BACA JUGA: Langkah-langkah Menolong Orang yang Kejang

Gejala overdosis obat depresan

Opioid (heroin, morfin, oxycodone, fentanyl, methadone), benzodiapines, dan alkohol adalah obat golongan depresan. Gejala overdosis obat depresan, termasuk:

  • Napas pendek atau tidak bernapas sama sekali
  • Mendengkur atau mengeluarkan suara seperti berkumur (jalur udaranya terblokir)
  • Bibir atau ujung-ujung jari membiru
  • Tungkai tangan dan kaki terkulai
  • Tidak merespon rangsangan
  • Disorientasi
  • Hilang kesadaran yang tidak bisa dibangunkan

Gejala overdosis amfetamin

Gejala overdosis amfetamin berbeda dari overdosis opioid. Overdosis amfetamin meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, kejang, atau episode psikotik akibat obat. Gejalanya mencakup:

  • Nyeri dada
  • kebingungan/disorientasi
  • Sakit kepala parah
  • Kejang
  • Suhu tubuh tinggi (panas, tapi tidak keringatan)
  • Kesulitan bernapas
  • Agresif dan paranoid
  • Halusinasi
  • Hilang kesadaran

BACA JUGA: 4 Jenis Narkoba Terpopuler di Indonesia dan Efeknya Pada Tubuh

Gejala overdosis paracetamol/acetaminophen

Selain depresan dan obat stimulan seperti amfetamin, parasetamol merupakan obat penghilang nyeri nonresep yang paling sering mengakibatkan overdosis tak sengaja pada anak. Parasetamol juga biasa diminum oleh orang-orang yang berniat untuk menyakiti diri mereka sendiri (usaha bunuh diri). Tanda-tanda overdosis parasetamol termasuk mengantuk, koma, kejang, nyeri perut, serta mual dan muntah. Nama lain untuk parasetamol adalah acetaminophen (sering dikenal dengan nama merek, Panadol). Hanya ada perbedaan kecil antara dosis maksimum harian parasetamol dan overdosis obat, yang dapat menyebabkan kerusakan hati.

Tingkat toleransi tubuh terhadap kemungkinan overdosis akan bervariasi untuk setiap orang tergantung pada usia, kesehatan tubuh secara umum, substansi apa yang dikonsumsi dan seberapa banyak, dan beragam faktor lainnya. Pada umumnya, tubuh akan memulih dengan sendirinya dengan atau tanpa pengobatan. Namun, kematian adalah risiko utama dalam sejumlah besar kasus. Kematian dapat terjadi langsung atau mungkin bertahap jika organ tubuh rusak secara permanen.

Yang bisa dilakukan untuk menolong orang yang overdosis obat

1. Segera hubungi gawat darurat (118/119), jika orang tersebut telah:

  • Ambruk tak sadarkan diri
  • Berhenti bernapas

Jika Anda tidak bisa mendapatkan respon dari seseorang yang tidak sadar, jangan menganggap mereka sedang tidur. Tidak semua overdosis terjadi dengan cepat dan kadang dapat memakan waktu berjam-jam sampai ia kehilangan nyawanya. Tindakan yang diambil secepat mungkin di waktu-waktu kritis bisa menyelamatkan nyawa.

BCA JUGA: Mengenali Gejala Sakau Narkoba dan Pengobatannya

Jika korban sadar, kadang pasien mungkin terlihat paranoid, bingung, gusar, dan gelisah. Minta keluarga atau teman untuk menenangkan dirinya. Pertimbangkan untuk menghubungi polisi jika keselamatan pasien atau orang di sekitarnya terancam.

2. Jika ia tidak sadar dan tidak bernapas, mulai CPR

Personil gawat darurat yang berbicara pada dengan Anda di telepon dapat memandu Anda untuk melakukannya sampai bantuan tiba. Atau, contek langkah-langkah melakukan CPR, di sini.

3. Jika orang tersebut tidak sadar tapi bernapas

Baringkan ia di sisi tubuhnya. Pastikan bahwa jalan napas tetap terbuka dengan memiringkan kepala ke belakang dan mengangkat dagu. Posisi ini juga dapat mencegah orang tersebut tersedak oleh muntahannya, jika ada. Beberapa obat dapat mengakibatkan pemanasan tubuh serius. Dan jika ini ada, lepaskan pakaian yang tidak perlu untuk memungkinkan udara mencapai permukaan kulit untuk menstabilkan temperatur tubuhnya.

Periksa pernapasan dan pantau kondisi mereka sampai bantuan tiba. Jangan coba untuk memaksakan muntah, atau memberikan makan/minum.

4. Cari tahu dia overdosis obat apa

  • Jika orang tersebut sadar, tanyakan apa yang ia konsumsi, seberapa banyak, kapan terakhir kali ia meminumnya, dan bagaimana ia mengonsumsinya (ditelan, dihirup, atau disuntikkan)
  • Jika korban tidak sadar, periksa sekelilingnya. Kumpulkan botol, plastik, jarum, atau suntikan yang Anda temukan dalam satu kantong plastik. Jika ada muntahan, ambil sedikit sampelnya. Ini bertujuan sebagai bukti untuk diberikan pada personil gawat darurat yang menanganinya dan dianalisis lebih jauh.

5. Jangan tinggalkan korban sendirian sampai bantuan tiba, karena seseorang yang overdosis bisa masuk dan keluar dari kesadaran

Beberapa pengetahuan dasar pertolongan pertama bisa memberikan perbedaan besar antara hidup dan mati dalam keadaan darurat. Pertimbangkan untuk mengikuti kursus pertolongan pertama, sehingga Anda akan dapat mengetahui pasti apa yang harus dilakukan jika seseorang terluka atau sakit.

  • Pelatihan Pertolongan Pertama (PP) PMI DKI Jakarta: (021) 3906666
  • Emergency First Aid Course (EFAC) BSMI Jakarta: (021) 29373477

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Untuk Apa Cuci Darah, dan Siapa yang Harus Rutin Cuci Darah?

    Mendengar istilah cuci darah dapat membuat bulu kuduk merinding. Tapi satu hal yang pasti, prosedur medis ini bertujuan untuk menyelamatkan nyawa.

    Ditulis oleh: Priscila Stevanni
    Hidup Sehat, Tips Sehat 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kaki Kram Terus? Mungkin Anda Kekurangan 6 Nutrisi Ini

    Bangun tidur tiba-tiba kaki kram? Duh, pasti mengganggu sekali! Pastikan kram tak kambuh lagi dengan meningkatkan asupan beragam nutrisi penting ini, ya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 26 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

    Waktu bercinta yang paling ideal ternyata bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung usia Anda dan pasangan. Apa alasannya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

    Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

    Memiliki masalah di sekitar daerah intim sering membuat pria enggan konsultasi ke dokter. Lantas, obat penyakit prostat apa yang bisa digunakan?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Urologi, Prostat 5 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mencium spidol

    Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    perkembangan anak 13 tahun

    Perkembangan Anak Usia 13 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    syarat-donor-ginjal

    Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit
    arti warna darah haid bagi kesehatan

    Normalkah Jika Darah Haid Saya Berwarna Cokelat?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit