Punya Pacar Anak Mami, Lanjut Terus Atau Sudahi Saja?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/08/2019
Bagikan sekarang

Punya pacar anak mami adalah tantangan tersendiri. Selain cenderung manja, pacar yang terlalu bergantung dengan ibunya biasanya sulit membuat keputusan sendiri. Hampir selalu ada campur tangan orang tua dalam hubungan Anda berdua. Ini juga jadi pertanda Anda perlu siap jika suatu saat berumah tangga dengan dirinya. Kira-kira, haruskah putus atau tetap lanjut?

Tanda pacar anak mami

suami anak mami

Pacaran adalah proses saling mengenal dan mencocokkan diri satu sama lain untuk melanjutkan hubungan jenjang yang lebih serius. Ketika pacaran, sifat dan sikap yang biasanya tak terlihat saat masa PDKT biasanya sudah mulai muncul. Ketika Anda menyadari bahwa pasangan adalah anak mami, mungkin timbul kegalauan dalam diri.

Lanjut atau tidaknya hubungan saat punya pacar anak mami tergantung pada pertimbangan Anda. Begini, memang tidak ada yang salah ketika pacar dekat dengan ibunya. Namun, anak mami adalah sebutan untuk orang yang akan selalu bergantung dan melibatkan ibunya dalam hal apa pun.

Pacar yang cenderung anak mami biasanya cenderung:

  • Tidak bisa mengatakan “tidak” pada ibunya meski bertentangan dengan keinginannya
  • Sang ibu selalu dianggap benar dan tidak pernah salah
  • Selalu membela ibu dibandingkan dengan Anda
  • Tidak bisa terima jika sang ibu dikomentari negatif meski misalnya itu adalah fakta
  • Tidak bisa membuat keputusan tanpa campur tangan sang ibu

Ketika Anda menemukan tanda-tanda ini pada pasangan, mungkin pacar Anda memang termasuk anak mami. Berbagai sikapnya sebagai anak mami akan sangat rentan memicu konflik.

Contoh sederhana, Anda dan pasangan sudah janjian untuk bertemu tetapi tiba-tiba sang ibu minta untuk ditemani ke supermarket. Sebagai anak yang sangat dekat dengan ibunya, ia pasti tidak bisa menolaknya. Kemungkinan besar ia akan membatalkan janjinya dengan Anda.

Pacaran dengan anak mami harus putus atau lanjut?

Jika hanya sekali dua kali, tentu sifatnya ini tidak menjadi masalah. Bagaimanapun orangtua adalah prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.

Namun, jika pacar menjadi amat sangat tergantung dengan ibunya dan terkesan tidak bisa “berdiri sendiri”,  Anda harus bisa siap untuk menerimanya. Pertanyaannya, maukah Anda berada di posisi itu?

Sikap dan sifat anak maminya kemungkinan besar sudah tertanam dan akan terus terbawa. Bukan mustahilsetelah menjadi suami, ia akan tetap begitu tanpa ada perubahan.

Padahal sebenarnya hal ini sangat bisa dicari jalan tengahnya asal ada keinginan dari pasangan. Dengan begitu, hubungan tetap bisa berjalan dan menguntungkan di kedua belah pihak.

Hal yang perlu dilakukan saat punya pacar anak mami

salah paham dengan pasangan

Ketika pacar menunjukkan tanda-tanda anak mami tetapi ingin tetap mempertahankan hubungan, segera ambil langkah.

Kunci dari hubungan yang sehat adalah tidak menyimpan sendiri perasaan terutama kekesalan. Pasangan mungkin tidak pernah sadar bahwa ia sangat bergantung pada ibunya. Ia juga mungkin tidak pernah tahu bahwa Anda selama ini merasa kesal saat ia selalu mengabaikan Anda karena ibunya.

Agar hubungan tetap bisa berjalan dengan baik, mulai sekarang belajar untuk mengomunikasikan perasaan. Sampaikan berbagai keberatan Anda pada pacar karena sikapnya yang cenderung anak mami.

Dorong dan berikan pengertian padanya bahwa semakin bertambahnya usia, seseorang perlu punya kemandirian. Termasuk dalam hal membuat keputusan sendiri dari hal-hal terkecil. Sampaikan bahwa orangtua tentu boleh menasihati tetapi keputusan tetap ada di tangan kita sendiri.

Katakan pada pasangan bahwa Anda hanya ingin membantunya menjadi lebih dewasa. Sampaikan juga bahwa dalam hubungan, kerja sama kedua belah pihak sangat dibutuhkan. Anda hanya ingin mencari cara agar hubungan ini dapat terus berjalan.

Jika setelah Anda berbicara pasangan memberikan argumen penolakan, semuanya kembali pada Anda. Hanya Anda yang tahu apakah diri sendiri sanggup dan mau melanjutkan atau menyudahinya saja sampai di sini.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Hadapi Pasangan LDR yang Sedang Marah

Menghadapi pasangan LDR yang sedang marah tentu tidak semudah langsung menemuinya. Lantas, apa yang bisa dilakukan agar hubungan kembali hangat?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Kenapa Banyak Orang Rela Berubah Demi Pasangannya?

Agar lebih disayang pacar ada banyak cara yang kerap dilakukan, salah satunya rela berubah demi pasangan. Padahal, cara ini tidak disarankan lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

5 Tips Konsisten Nabung untuk Modal Nikah

Nabung untuk biaya nikah harus dimulai sejak jauh-jauh hari. Selain meringankan anggaran, hal ini juga bisa jadi cara untuk belajar mengelola keuangaan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

3 Tips Jitu Mengurangi Pertengkaran Saat Menjalani LDR

Hubungan jarak jauh alias LDR memang membutuhkan tips tertentu agar tetap langgeng dan tidak banyak bertengkar. Apa saja tips tersebut?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
orang tepat waktu salah

Mungkinkah Kita Bertemu Tambatan Hati pada Waktu yang Salah?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 12/04/2020
menghadapi pasangan yang pendiam

Tips Menjalin Hubungan Asmara dengan Pasangan yang Pendiam

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 24/03/2020
tidak disukai pacar sahabat

Pacarnya Sahabat Tidak Suka Dengan Anda, Perlu Menjauh Atau Tidak, Ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/02/2020