Naksir Orang yang Sama dengan Sahabat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memiliki kesamaan dengan sahabat tentu terasa menyenangkan. Anda bisa menikmati musik, tempat, film, makanan, dan hal lainnya bersama seseorang yang memiliki selera sama. Namun, bagaimana jika Anda menyukai orang yang sama dengan sahabat?

Dr. Patrick Wanis, seorang ahli perilaku dan hubungan manusia, menyatakan bahwa semakin mirip karakter Anda dan sahabat, seleranya juga makin serupa. Jadi, tidak menutup kemungkinan bagi Anda untuk tertarik pada orang yang sama.

Lakukan ini saat Anda dan sahabat menyukai orang yang sama

Anda mungkin ingin bersikap jujur mengenai masalah ini kepada sahabat, tapi khawatir akan menimbulkan konflik. Untuk mencegah hal tersebut, berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Memutuskan untuk berkata jujur, atau menyimpannya sama sekali

Kebanyakan orang tentu merasa ragu untuk berkata jujur ketika menyukai orang yang sama dengan sahabat. Akan tetapi, hal ini perlu dilakukan jika orang yang Anda sukai juga memiliki perasaan yang sama.

Sebaliknya, simpanlah perasaan Anda apabila orang yang Anda sukai ternyata lebih memilih sahabat Anda. Walaupun menyakitkan, Anda telah memilih keputusan tepat yang dapat menyelamatkan hubungan baik semua orang.

2. Bercerita kepada orang terdekat selain sahabat

Situasi tertentu mungkin membuat Anda tidak bisa berkata jujur kepada sahabat bahwa menyukai orang yang sama dengannya. Di sisi lain, Anda tidak bisa membendung perasaan dan emosi tersebut sendirian. Solusinya adalah bercerita kepada orang terdekat selain sahabat.

Carilah orang tepercaya yang bisa menjaga rahasia Anda, misalnya keluarga atau teman dekat lainnya. Berbagi cerita dengan orang lain dapat meringankan emosi negatif dan membuat Anda berpikir lebih jernih.

3. Pastikan perasaan orang itu kepada Anda

Jika Anda dan sahabat menyukai orang yang sama, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengetahui tanggapan dari orang yang Anda dan sahabat sukai.

Anda mungkin bisa mempertimbangkannya lebih jauh, jika si dia juga memiliki perasaan serupa dengan Anda.

Namun, apabila ia tidak merasakan hal yang sama dengan Anda, atau bahkan tidak memberikan tanggapan yang positif, cobalah untuk bersikap lapang dada. Move on mungkin adalah langkah tepat.

Memaksakan diri untuk mendekatinya justru bisa membuat si dia semakin tidak menyukai Anda. Bahkan, bukan tidak mungkin hubungan persahabatan Anda bisa mengalami konflik.

Agar lebih cepat move on, mungkin Anda dapat mencoba mengurangi interaksi dengan orang yang Anda sukai hingga merasa lebih tenang.

4. Mencari orang lain yang lebih tepat

Saat Anda menyukai orang yang sama dengan sahabat, coba perhatikan bagaimana caranya bersikap. Apabila ia sama-sama menyatakan perasaan suka kepada Anda, tapi juga sahabat Anda, tandanya Anda perlu mencari sosok lain.

Anda berhak mendapatkan pasangan yang lebih baik. Temukan orang-orang yang lebih mampu menghargai kehadiran Anda dan menganggap Anda spesial. Ini merupakan hal yang amat penting dalam membangun suatu hubungan.

Perasaan suka bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Anda pun tidak serta-merta harus merasa bersalah hanya karena menyukai orang yang sama dengan sahabat. Biarkan perasaan tersebut mengalir hingga Anda bisa berpikir dengan lebih jernih.

Pertimbangkan konsekuensi dari setiap langkah yang Anda ambil. Dengan cara ini, Anda dapat menyelesaikan masalah yang melibatkan sahabat tanpa harus mengorbankan hubungan pertemanan yang telah berlangsung lama.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Membagi Waktu antara Teman dan Pacar

Membagi waktu antara pacar dan teman memang susah-susah gampang, terutama bagi mereka yang baru saja menjalin hubungan. Lantas, harus bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 27 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Bolehkah Punya Teman Dekat Lawan Jenis Saat Sudah Menikah?

Agar komitmen Anda dan pasangan tetap terjaga, beberapa aturan berteman dekat dengan lawan jenis setelah menikah berikut mungkin bisa membantu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 20 April 2019 . Waktu baca 5 menit

Perbedaan Unik Antara Wanita dan Pria Saat Sedang Jatuh Cinta

Cinta dan logika tak akan pernah bersatu. Nah, tapi menurut sains saat jatuh cinta, pria dan wanita akan merespon berbeda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 4 April 2019 . Waktu baca 3 menit

Mengulik Philophobia, Ketika Seseorang Tidak Berani Jatuh Cinta

Kata orang, jatuh cinta itu berjuta rasanya. Sayangnya, hal tersebut sulit dirasakan oleh orang yang takut jatuh cinta atau philophobia. Bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 8 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cepat jatuh cinta

Psst, Jangan Buru-Buru Jatuh Cinta Nanti Jadi Cepat Benci!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 16 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
fenomena bucin budak cinta

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit
pasangan menjadi sahabat

Manfaat Pasangan Menjadi Sahabat dalam Hubungan Asmara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 6 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
pacaran dengan rekan satu kantor

Plus Minus Menjalain Hubungan Asmara Dengan Teman Kantor

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 6 September 2019 . Waktu baca 5 menit