Yang Perlu Anda Ketahui tentang Sukralosa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Makanan manis seperti kue, pada suatu waktu memang bisa sangat memikat. Namun, bagi penderita diabetes hal ini tentu menjadi siksaan ketika ingin makan makanan manis, tapi harus menahannya. Menikmati kue dengan kadar manis yang dikurangi? Tentu kenikmatannya akan berkurang. Malah, tidak bisa dibilang sedang menikmati kue.

Menjaga asupan gula yang masuk ke dalam tubuh merupakan hal utama yang harus diperhatikan apalagi bagi penderita diabetes. Jadi, apakah diabetesi tidak dapat mengonsumsi kue dan makanan manis lainnya?

Beruntungnya, pemanis buatan kini sudah mudah ditemui dan umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuannya menggantikan peran gula tanpa mengikutsertakan dampak-dampak buruk yang dibawa oleh gula pasir biasa membuat bahan tambahan makanan ini kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pemanis buatan yang juga umum dipakai dalam produk makanan dan minuman adalah sukralosa.

Apa itu sukralosa?

Sukralosa adalah salah satu pemanis buatan yang memiliki tingkat rasa manis mencapai 600 kali lebih manis dibandingkan dengan gula pasir biasa. Kadar manis ini berada jauh di atas aspartam, sesama pemanis buatan. Dengan kadar rasa manis yang sangat tinggi, artinya, serupa dengan aspartam, hanya diperlukan sedikit pemanis ini yang harus ditambahkan ke dalam makanan dan minuman untuk menghasilkan rasa manis yang diharapkan.

Pemanis buatan ini juga merupakan pemanis yang bebas kalori. Sukralosa yang masuk ke dalam tubuh bekerja dengan cara melewati tubuh tanpa ikut dicerna, sehingga tidak berpengaruh pada kadar gula darah dan asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh. Sifatnya yang bebas kalori ini disebut dapat membuat Anda terbebas dari kenaikan berat badan akibat konsumsi gula berlebih. Berbagai sifat itulah yang kemudian menjadikan bahan ini aman dikonsumsi bagi penderita diabetes.

Perbedaan pemanis buatan ini dengan aspartam terletak pada ketahanannya dalam suhu panas. Sukralosa sering kali digunakan dalam proses memasak karena sifatnya yang tahan panas. Penggunaan bahan tambahan ini dalam proses memasak harian, bahkan sampai pemanggangan, tidak akan mengubah bentuk zatnya sehingga tetap aman dikonsumsi.

Pemanis buatan ini sudah banyak digunakan dan dapat Anda temui pada berbagai produk makanan dan minuman. Mulai dari permen karet, gelatin, hingga makanan kemasan beku sudah menggunakan zat ini sebagai salah satu bahan tambahan makanannya.

Tak seperti pemanis sintetis lainnya, sukralosa tidak meninggalkan rasa pahit di lidah meskipun memiliki kadar manis yang sangat tinggi. Pemanis ini umum dikenal dengan nama Splenda. Penggunaannya telah disetujui sebagai pemanis buatan yang aman oleh badan pom Amerika, yaitu Food and Drug Association (FDA), untuk produk makanan sejak tahun 1999.

Benarkah sukralosa tidak berpengaruh bagi penderita diabetes?

Meski diklaim sebagai pemanis buatan yang bebas kalori dan tidak memengaruhi kadar gula darah, nyatanya sukralosa memiliki dampak bagi tubuh. Dampak yang dihasilkan bergantung dari masing-masing individu merespons bahan ini.

Efek samping yang dapat terjadi adalah naiknya kadar gula darah dan insulin. Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan di Amerika seperti dijelaskan dalam laman Healthline mengatakan bahwa pengaruh sukralosa terhadap kadar gula darah dan insulin dalam tubuh bergantung pada kebiasaan masing-masing individu dalam mengonsumsi pemanis buatan (bukan hanya sukralosa).

Mereka yang pernah atau terbiasa mengonsumsi pemanis buatan tidak akan mengalami perubahan pada kadar gula darah ataupun insulin dalam tubuhnya. Peningkatan kadar gula darah dan insulin terkait penggunaan sukralosa biasanya ditemukan pada mereka yang tidak terbiasa mengonsumsi pemanis buatan.

Amankah mengonsumsi sukralosa?

Penggunaan pemanis buatan ini dinyatakan aman oleh FDA. Namun, klaim aman yang dikeluarkan tetap diimbangi dengan berbagai kontroversial terhadap dampak buruk akibat konsumsi pemanis buatan ini. FDA sendiri kemudian menetapkan pembatasan terhadap penggunaan sukralosa dalam kehidupan sehari-hari.

Jumlah yang direkomendasikan per harinya dalam mengonsumsi sukralosa adalah lima milligram per kilogram berat badan. Jadi, jika Anda memiliki berat 50 kilogram, jumlah sukralosa yang dapat Anda konsumsi setiap harinya sebaiknya tidak melebihi 250 miligram.

Jika Anda memiliki keraguan dalam mengonsumsi pemanis buatan ini, terlebih jika Anda sedang menjalani diet, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi Anda untuk menentukan takaran yang tepat.

 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisul

Bisul adalah benjolan berisi nanah yang berada di kulit Anda. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengobatinya? Simak ulasan lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 9 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Meski populer, mi instan sering dicap sebagai makanan tidak sehat. Lantas, apakah diabetesi boleh makan mie instan? Jika boleh, bagaimana tips amannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi gula tak semudah berhenti minum teh pakai gula atau menghindari makan cake. Ada banyak makanan sehari-hari yang ternyata mengandung gula tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes sejak dini

3 Langkah Lindungi Keluarga untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes pada keluarga

Ibu, Ini Cara Cegah Risiko Diabetes pada Keluarga Tercinta Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 11 menit
pemanis buatan saat hamil

Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit