Yang Terjadi Pada Tubuh Akibat Terlalu Banyak Makan Vetsin

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Katanya, masak tanpa vetsin diibaratkan seperti masak tanpa garam, alias kurang sedap. Ya, penggunaan penyedap atau penguat rasa dalam masakan sehari-hari memang sudah bukan hal yang aneh lagi. Mulai dari ibu rumah tangga, pedagang kaki lima, hingga juru masak di restoran sering menambahkan vetsin agar masakan yang mereka buat lebih nikmat dan menggugah selerah.

Eits, tapi hati-hati. Kebanyakan mengonsumsi vetsin dapat menyebabkan berbagai efek samping berbahaya bagi tubuh Anda, lho.

Vetsin adalah nama lain MSG

Sebelum mengetahui efek samping vetsin, ada baiknya Anda berkenalan dulu dengan penyedap makanan satu ini. Sebenarnya, vetsin adalah nama lain dari micin/mecin atau monosodium glutamat alias MSG. Bagi masyarakat Indonesia, micin tentu bukan hal yang asing lagi.

MSG telah digunakan sebagai bahan penyedap masakan sejak puluhan tahun yang lalu. MSG ditambahkan ke dalam masakan untuk menghasilkan rasa gurih, mirip dengan glutamat yang diproduksi secara alami oleh bahan makanan segar, seperti tomat, asparagus, keju, susu, ikan, dan daging.

Efek samping terlalu banyak mengonsumsi vetsin

Pada dasarnya vetsin adalah bahan penyedap rasa yang aman dan berguna untuk makanan. Akan tetapi, sama halnya dengan berbagai bahan makanan lainnya, vetsin tidak boleh dikonsumsi berlebihan.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi karena terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung vetsin adalah:

1. Sakit kepala

hipoglikemia adalah kadar gula darah rendah

Pernakah Anda merasa sakit kepala yang serasa menusuk setelah mengonsumsi makanan tertentu? Bisa jadi penyebab sakit kepala yang Anda rasakan karena Anda makan makanan yang terlalu banyak mengandung micin atau MSG.

Reseptor rasa pada sel lidah mirip dengan reseptor glutamat dalam sel otak. Nah, hal inilah yang jadi penyebab kenapa MSG mampu memicu berbagai aktivitas yang tidak normal pada saraf-saraf di otak Anda. Ketika saraf di otak terstimulasi secara berlebihan, maka Anda akan lebih mungkin untuk mengalami pusing dan sakit kepala.

Bila kondisi ini terus-terusan terjadi, dapat menyebabkan kematian sel-sel saraf di otak (neuron). Padahal, neuron berperan sangat penting untuk menjalankan fungsi otak.

2. Kenaikan tekanan darah

darah tinggi setelah melahirkan

Tak hanya itu, kandungan asam glutamat pada MSG juga diyakini bisa membuat pembuluh darah Anda menyempit dan melebar. Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah ini dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah yang signifikan. Alhasil, tekanan darah Anda jadi tinggi setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MSG.

3. Chinese restaurant syndrome

kebanyakan makan mie instan

Chinese restaurant syndrome adalah sekumpulan gejala yang dialmi seseorang setelah mengonsumsi makanan dari restoran makanan Cina. Gejala tersebut berupa nyeri kepala, ruam kemerahan di kulit, lemas dan lesu, sensasi panas di tenggorkan, serta keringat berlebihan.

Kondisi ini diduga akibat penggunaan vetsin yang berlebih. Namun, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian lanjutan untuk memastikan bahwa micin alias MSG dapat menyebabkan gejala Chinese restaurant syndrome. 

3. Kerusakan hati

penyakit hati (liver) hepatitis sirosis

Apabila dikonsumsi berlebihan, MSG dapat menyebabkan peradangan pembuluh darah, kerusakan sel darah merah, dan bahkan kematiaan pada sel-sel di hati. Studi juga menunjukkan bahwa bahan penyedap makanan ini dapat memicu produksi senyawa kimia di tubuh yang menyebabkan peradangan.

Di sisi lain, sebagian besar makanan yang mengandung MSG cenderung memiliki kandungan lemak trans yang tinggi. Studi menunjukkan bahwa perpaduan MSG dan lemak trans ini dapat menyebabkan penyakit perlemakan hati non alkohol. Perlemakan hati non alkohol sendiri merupakan bentuk penyakit yang berpotensi serius. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan sirosis dan gagal hati.

4. Diabetes

beda jenis diabetes

Kerusakan hati yang disebabkan karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung MSG juga bisa memicu terjadinya resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi yang terjadi ketika pankreas Anda memproduksi insulin, namun sel-sel di tubuh tidak menggunakan seperti yang seharusnya. Akibatnya, terjadilah penumpukan gula dalam darah.

Jenis resistensi insulin ini sama dengan yang terjadi pada penyakit diabetes tipe 2. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi, tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga, serta nafsu makan yang meningkat.

Gunakan vetsin secukupnya saja

msg penyedap rasa

Penting untuk diketahui bahwa vetsin tidak selalu menjadi penyebab langsung berbagai efek samping yang sudah disebutkan di atas.

Terlepas dari banyaknya kontroversi seputar bahasa MSG bagi kesehatan, Food and Drug Adminstration (FDA) Amerika Serikat atau yang setara dengan Badan POM di Indonesia, telah menyatakan MSG sebagai bahan makanan yang aman digunakan seara umum dengan label resmi GRAS. WHO dan Kementarian Kesehatan RI pun sudah menyepakati hal tersebut.

Dalam banyak kasus, berbagai efek samping vetsin juga bisa dipicu oleh banyak faktor lainnya. Misalnya, karena Anda menerapkan gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, minum alkohol, jarang olahraga, serta makan makanan yang berlemak tinggi.

Jadi, jangan langsung menganggap bahwa vetsin berbahaya. Asalkan tidak dikonsumsi secara berlebihan, vetsin adalah bahan penyedap makanan yang aman. Meski begitu, Anda juga diminta untuk selalu waspada terhadap efek samping kesehatan yang mungkin terjadi akibat makan MSG. Terutama bagi Anda yang memang sensitif terhadap makan makanan yang mengandung MSG.

Cara mencegah efek samping vetsin

bahan alternatif msg

Satu-satunya cara ampuh untuk mencegah efek samping vetsin adalah membatasi atau bahkan tidak mengonsumsinya sama sekali.

Kalau Anda sedang makan di restoran atau di pinggir jalan, mintalah kepada penjual atau pramusaji supaya tidak menambahkan MSG ke dalam makanan yang Anda pesan. Sementara saat Anda memasak sendiri di rumah, usahakan sebisa mungkin untuk tidak menggunakan MSG.

Agar makanan tetap sedap dan menggugah selera, Anda bisa menambahkan MSG alami dari bahan-bahan yang ada di dapur. Beberapa di antaranya seperti bawang bombay, asparagus, oregano, jamur, daging saping, ayam, bebek, seafood dan lain sebagainya. Garam laut dan garam Himalaya juga bisa Anda gunakan sebagai pengganti MSG yang sehat.

Anda juga sebaiknya menghindari mengonsumsi makanan cepat saji, makanan beku (frozen food), dan makanan kalengan karena ketiga jenis makanan ini biasanya banyak mengandung MSG. Pastikan Anda selalu memeriksa label komposisi bahan dan nutrisi yang ada pada kemasan sebelum membelinya.

Vetsin, MSG, atau micin sering dicantumkan dengan nama lain seperti monosodium L-glutamate monohydrate, sodium glutamate monohydrate, glutamic acid, MSG monohydrate, atau monosodium salt.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca