home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mungkinkah Manusia Bertahan Hidup Tanpa Tidur? Ini Faktanya

Mungkinkah Manusia Bertahan Hidup Tanpa Tidur? Ini Faktanya

Ada segudang manfaat yang bisa Anda dapatkan kalau tidur cukup setidaknya selama 7-8 jam dalam sehari. Jika terlalu banyak atau bahkan sedikit, tentu ada efek buruk yang mengintai kesehatan tubuh. Lalu, bagaimana kalau aktivitas Anda masih normal seperti biasa, tapi tanpa tidur sama sekali? Berapa lama Anda mampu tetap hidup?

Berapa waktu maksimal manusia bisa tetap hidup tanpa tidur?

Total waktu tidur yang diperlukan masing-masing orang setiap harinya tidaklah sama. Umumnya, bayi dan anak-anak membutuhkan waktu tidur yang lebih lama ketimbang orang dewasa. Namun, apa jadinya kalau Anda tidak tidur berhari-hari? Mungkinkah masih bisa tetap hidup?

Jawabannya tentu saja bisa. Dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dimuat dalam International Journal of Occupational Medicine and Environmental Health. Hasilnya menemukan bahwa waktu paling lama seseorang dapat hidup tanpa tidur yakni sekitar 264 jam alias 11 hari berturut-turut.

Meski begitu, kisaran waktu tersebut hanyalah perkiraan waktu saja. Penelitian tersebut didapat dari rekor seseorang tanpa tidur paling lama di tahun 1965, yang mampu terjaga selama sekitar 11 hari.

Singkatnya, sebenarnya sejauh ini belum ada pernyataan yang benar-benar memastikan berapa lama waktu Anda akan tetap hidup tanpa tidur sama sekali. Namun kemungkinan, 11 hari adalah jawabannya.

dampak stres bikin tidur tidak nyenyak

Adakah dampak jika seseorang tidak tidur sama sekali?

Kurang tidur saja bisa berakibat buruk terhadap kesehatan, apalagi tetap beraktivitas sehari-hari tapi tanpa tidur sama sekali. Ada orang yang mungkin bisa tetap terjaga meski tidak tidur sampai 3 hari alias 72 jam. Namun, tidak dengan sebagian orang lainnya yang justru merasakan efek buruk dari tidak tidur selama berhari-hari.

Selain merasakan kantuk parah, tidak tidur lebih dari 3 hari dapat menghambat fungsi otak dalam berpikir, berkonsentrasi, mengingat, memerhatikan sesuatu, dan lain sebagainya. Itu sebabnya, beraktivitas tanpa tidur sama sekali bisa mengacaukan semua kegiatan yang Anda lakukan.

Selain itu, emosi orang yang tidak tidur selama beberapa hari pasti akan kacau balau. Contoh mudahnya, Anda akan sangat mudah tersinggung oleh perkataan maupun sikap orang lain, yang sebenarnya terbilang sepele. Tak menutup kemungkinan, beraktivitas tanpa tidur sama sekali bisa membuat Anda mengalami depresi, kecemasan, hingga paranoid.

Lebih dari itu, Anda mungkin saja mengalami halusinasi yang membuat Anda melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Bahkan, Anda harus menuai efek jangka panjang jika sering bertahan tidak tidur dalam waktu yang cukup lama.

Ini akan membuat kekebalan tubuh menurun sehingga memperbesar risiko Anda terserang penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, serta gangguan kejiwaan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How Long Can You Go Without Sleep? Function, Hallucination, and More. https://www.healthline.com/health/healthy-sleep/how-long-can-you-go-without-sleep Diakses pada 11 Desember 2018.

How Long Can Humans Stay Awake? https://www.scientificamerican.com/article/how-long-can-humans-stay/ Diakses paada 11 Desember 2018.

International Journal of Occupational Medicine and Environmental Health. https://www.degruyter.com/downloadpdf/j/ijmh.2010.23.issue-1/v10001-010-0004-9/v10001-010-0004-9.pdf Diakses paada 11 Desember 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri pada 27/12/2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x