Waktu yang Tepat Memperkenalkan Makanan Pada Kepada Bayi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Anda dapat memperkenalkan makanan padat kepada bayi Anda saat bayi Anda berusia antara 4-6 bulan, atau bila bayi Anda sudah siap. Sampai saat tersebut tiba, ASI atau susu formula tetap digunakan untuk memberikan semua kalori dan nutrisi yang dibutuhkan bayi Anda dan bisa ditangani. Sistem pencernaannya tidak akan siap menerima makanan padat sampai ia mendekati setengah tahun kelahirannya.

Bagaimana cara mengetahui jika bayi telah siap dikenalkan dengan makanan padat?

Setiap bayi berbeda-beda, tetapi ada 3 tanda yang secara jelas menunjukkan bahwa bayi Anda siap mengkonsumsi makanan padat bersama ASI atau susu formula. Tanda-tanda ini sangat jarang muncul bersamaan, sebelum bayi Anda berusia 6 bulan.

  • Bayi Anda bisa tetap dalam posisi duduk dan mempertahankan kepalanya tetap stabil
  • Bayi Anda bisa mengkoordinasikan mata, tangan, dan mulut sehingga bisa melihat makanan, mengambilnya, dan memasukkannya ke dalam mulutnya, semua dilakukan sendiri
  • Bayi Anda bisa menelan makanan. Bayi yang tidak siap akan mendorong makanan mereka keluar lagi, sehingga lebih banyak makanan di wajah mereka daripada di mulutnya.

Ada beberapa tanda yang suka disalahartikan sebagai tanda bayi siap untuk mengkonsumsi makanan padat:

  • Mengunyah kepalan tangan
  • Bangun di malam hari, ketika sebelumnya tertidur nyenyak
  • Menginginkan susu tambahan

Hal tersebut merupakan perilaku normal dan tidak selalu merupakan tanda kelaparan, atau tanda mereka siap untuk memulai makan makanan padat. Mulai makan makanan padat tidak akan membuat bayi Anda lebih mudah tidur di malam hari. Makanan tambahan biasanya cukup sampai ia siap untuk makanan lainnya.

Apa saja nutrisi yang penting bagi bayi?

Di awal penyapihan, jadikanlah bayi Anda terbiasa makan makanan padat sebagai tujuan utama Anda. Setelah ia terbiasa dengan sensasi baru dalam mulutnya, ada baiknya Anda fokus pada nutrisi yang ia butuhkan.

Berikut ini nutrisi penting untuk bayi Anda:

  • Besi
  • Kalsium
  • Vitamin C
  • Vitamin A (ini disebut beta-karoten dalam makanan nabati)
  • Vitamin D
  • Omega 3 asam lemak (HSIS 2013b)

Makanan bayi bergizi, lezat, dan sehat untuk makanan pertama

Alpukat

Inilah makanan pertama yang bagus untuk bayi. Karena alpukat kaya akan lemak esensial dan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh. Halus dan lembut, alpukat mudah dicerna dan ditoleransi dengan baik oleh kebanyakan bayi!

Vitamin: A, C, Niacin, Folate

Mineral: Potassium, Fosfor, Besi, Magnesium, Kalsium

  1. Kupas alpukat – jangan dimasak
  2. Potong “daging” alpukat dan hancurkan dengan garpu
  3. Tidak perlu menggunakan mesin untuk mengolahnya seperti pisang, alpukat memiliki konsistensi dan tekstur yang sangat lembut. Alpukat tidak perlu dimasak
  4. Tambahkan susu formula/ASI atau sedikit air atau tambahkan sereal (jika diinginkan) untuk mengentalkan

Pisang

Pisang merupakan makanan luar biasa pertama lainnya untuk bayi Anda. Penelitian menunjukkan bahwa pisang dengan sifat mukosanya membantu melapisi perut dan membantu pencernaan. Pisang itu manis, ia bisa membantu bayi lebih mudah menerima pengalaman makan makanan pertama. Pelajari lebih lanjut tentang pisang dan apakah benar buah buah-buahan manis dan sayuran sebaiknya tidak diperkenalkan lebih dulu.

Vitamin: A, C, Folat

Mineral: Potassium, Fosfor, Selenium, Magnesium, Kalsium

  1. Kupas pisang matang – jangan dimasak
  2. Tempatkan pisang dalam mesin pengolah makanan atau blender, lalu haluskan
  3. Anda juga bisa menghancurkan pisang dalam mangkuk menggunakan garpu biasa – panaskan dalam microwave selama 25 detik sebelum ditumbuk untuk menambah kelembutan
  4. Tambahkan susu formula/ASI atau sedikit air  atau tambahkan sereal (jika diinginkan) untuk memperkental

Sereal beras merah organik

Apakah Anda tahu bahwa makanan pertama bayi tidak harus sereal beras bayi komersil? Banyak sumber pediatrik mengakui fakta bahwa alpukat, pisang, dan ubi jalar menjadi makanan pertama yang spesial untuk bayi.

Jika Anda memutuskan untuk membuat sereal bayi sendiri, buatlah menggunakan beras merah (organik jika tersedia). Biji-bijian lebih sehat dan bergizi untuk bayi Anda (dan untuk seluruh keluarga). Pelajari lebih lanjut tentang biji-bijian.

¼ cangkir epung beras (hancurkan beras merah organik memakai blender atau pengolah makanan) ditambah 1 gelas air.

  1. Masukkan air ke dalam panci untuk dipanaskan.
  2. Tambahkan tepung beras sambil diaduk perlahan.
  3. Didihkan selama 10 menit, aduk perlahan, campurkan susu formula atau ASI dan buah-buahan jika diinginkan.

Sajikan saat masih hangat.

Pir

Vitamin: A, C, Folat

Mineral: Potassium, Fosfor, Magnesium, Kalsium

  1. Kupas dan potong jadi potongan kecil untuk menghindari biji kecil pir
  2. Kukus lembut sampai lunak
  3. Tempatkan di dalam blender/pengolah makanan dan haluskan sampai halus. Anda bisa juga menggunakan garpu.
  4. Gunakan sisa air rebus jika diperlukan, tapi pir cenderung sangat basah dan berair tanpa menambahkan cairan. Tambahkan beberapa sereal bayi untuk mengentalkan bila perlu.

Ubi jalar

Vitamin: A (24.877 mg), C, Folat

Mineral: Potassium, Sodium, Selenium, Fosfor, Magnesium, Kalsium

  1. Cuci dan buat lubang pada ubi jalan dengan garpu, kemudian bungkus dengan foil – jangan dikupas untuk dikukus/panaskan dengan microwave. (Anda juga bisa melakukannya dalam microwave, cukup gunakan bungkus plastik dan masak selama 8 menit pada suhu tinggi atau sampai lunak)
  2. Tempatkan di dalam suhu oven 400 derajat dan panggang selama 30 menit atau sampai lunak

ATAU

  1. Kupas ubi jalar dan potong jadi bagian-bagian kecil
  2. Masukkan potongan-potongan kecil tadi ke dalam panci yang terisi cukup air untuk sedikit menutupinya
  3. “Kukus” rebus sampai empuk, pastikan untuk memeriksa tingkat air
  4. Gunakan air yang tersisa untuk menipiskan ubi jalar
  5. Jika Anda telah memanggang ubi jalar Anda, kupas kulit dengan menggunakan cairan dari sumber pilihan Anda
  6. Tempatkan ubi jalar pada alat yang Anda pilih untuk dibuat jadi bubur
  7. Tambahkan dengan sisa air atau cairan lain yang diperlukan untuk menjadikannya halus, tipiskan selama beberapa menit, atau sampai pisau yang disayat ke bagian tengah memperlihatkan bagian ubi yang bersih.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit