Waktu sebelum tidur sering menjadi satu-satunya momen tenang setelah seharian beraktivitas. Di saat inilah orangtua sebenarnya memiliki kesempatan untuk terhubung lebih dekat dengan anak, salah satunya dengan membacakan dongeng anak sebelum tidur. Kebiasaan ini ternyata bisa menghadirkan rasa aman, nyaman, dan dicintai.
Manfaat dongeng sebelum tidur untuk anak
Dongeng “Si Kancil“, “Malin Kundang“, atau “Calon Arang” mungkin judul yang akrab bagi banyak orangtua di masa kecil mereka.
Cerita-cerita tersebut dahulu kerap didengarkan sebelum tidur, baik dari orangtua maupun kakek-nenek, dan menjadi bagian dari kenangan masa kecil yang membekas hingga dewasa.
Namun, kebiasaan ini mulai memudar karena berbagai alasan. Padahal, membacakan dongeng untuk anak sebelum tidur memiliki beragam manfaat penting bagi tumbuh kembang anak, antara lain sebagai berikut.
1. Membantu anak tidur lebih nyenyak
Manfaat membacakan buku pada anak sebelum tidur yang pertama yaitu agar anak lebih mudah tidur nyenyak.
Cerita yang dibacakan dengan suara lembut dapat membantu menenangkan pikiran anak setelah seharian beraktivitas.
Alur cerita yang sederhana dan suasana yang nyaman membuat anak merasa aman dan rileks sebelum tidur. Kondisi ini membantu menurunkan stimulasi berlebih sehingga anak lebih mudah terlelap.
Selain itu, rutinitas mendongeng sebelum tidur membantu tubuh anak mengenali waktu istirahat secara konsisten.
2. Bonding orangtua dan anak
Momen mendongeng sebelum tidur menciptakan kedekatan emosional yang berharga antara orangtua dan anak.
Anak merasa diperhatikan, didengar, dan dicintai melalui kehadiran penuh orangtua di sampingnya. Bagi orangtua, waktu ini menjadi kesempatan untuk membangun kepercayaan dan komunikasi yang lebih hangat.
Interaksi sederhana selama mendongeng, seperti bertanya atau menanggapi cerita, turut memperkuat hubungan emosional tersebut.
Ikatan emosional yang kuat akan membantu anak tumbuh dengan rasa aman, nyaman, dan percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
3. Mengembangkan kemampuan bahasa anak
Membacakan dongeng pengantar tidur secara rutin juga membantu anak mengenal kosakata baru dan struktur kalimat yang baik.
Salah satu penelitian dalam Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics mengatakan bahwa anak usia dini yang rutin dibacakan buku oleh orangtuanya dan terpapar hingga 290.000 kata lebih banyak ang diterima di Taman Kanak-Kanak daripada yang tidak.
Paparan kosakata yang kaya ini memudahkan anak untuk memperluas kemampuan berbahasa dan memahami beragam jenis teks.
Kemampuan tersebut akan sangat membantu anak dalam proses belajar, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari seiring bertambahnya usia.
Seiring waktu, kebiasaan ini dapat mendukung perkembangan bahasa dan komunikasi anak secara optimal.
4. Menanamkan nilai moral
Dongeng anak umumnya mengandung pesan tentang kejujuran, keberanian, empati, dan tanggung jawab.
Melalui alur cerita dan tokoh-tokohnya, anak belajar memahami perbedaan antara perilaku yang baik dan kurang baik.
Penyampaian nilai moral dalam bentuk cerita terasa lebih halus dan mudah diterima anak, tanpa kesan menggurui.
Selain itu, cerita membantu anak memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan oleh tokoh.
Dengan pendampingan orangtua, nilai-nilai positif tersebut dapat lebih mudah diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari.

5. Melatih kreativitas dan imajinasi anak
Melalui dongeng, anak diajak membayangkan tokoh, latar, dan alur cerita yang tidak selalu mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Aktivitas ini merangsang imajinasi dan mendorong anak untuk berpikir kreatif. Anak juga belajar menyusun gambaran cerita di dalam pikirannya, termasuk menafsirkan perasaan dan tindakan tokoh.
Seiring waktu, kebiasaan ini membantu anak mengembangkan daya cipta dan kemampuan berimajinasi yang lebih luas.
Kreativitas yang terasah sejak dini akan bermanfaat dalam proses belajar dan pemecahan masalah di masa depan.
6. Membantu anak mengelola emosi
Melalui dongeng, anak diperkenalkan pada berbagai emosi seperti senang, sedih, takut, marah, atau kecewa. Anak belajar mengenali perasaan tersebut melalui pengalaman tokoh dalam cerita.
Secara tidak langsung, anak juga memahami cara tokoh menghadapi dan menyelesaikan masalah emosionalnya.
Hal ini membantu anak belajar mengelola emosinya dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, orangtua dapat menggunakan cerita sebagai pintu masuk untuk mengajak anak berdiskusi tentang perasaannya sendiri.
Dengan bimbingan orangtua, dongeng dapat menjadi sarana yang aman dan nyaman untuk membicarakan serta mengekspresikan emosi anak.
7. Meningkatkan kemampuan mendengar dan fokus
Kegiatan mendongeng melatih anak untuk mendengarkan cerita secara utuh dan mengikuti alur yang disampaikan.
Anak belajar memusatkan perhatian pada satu aktivitas dalam durasi tertentu tanpa distraksi.
Kemampuan mendengar yang baik membantu anak memahami informasi dan instruksi dengan lebih optimal.
Seiring waktu, kebiasaan ini dapat meningkatkan konsentrasi anak, yang sangat bermanfaat dalam proses belajar di rumah maupun di sekolah.
Selain itu, kemampuan fokus yang terlatih sejak dini membantu anak lebih siap menghadapi aktivitas belajar yang menuntut perhatian lebih lama.
Orangtua pun dapat memanfaatkan momen mendongeng untuk melatih anak menyimak dan merespons cerita dengan baik.
Mendongeng sebelum tidur merupakan kebiasaan positif yang memberikan manfaat jangka panjang bagi anak.
Selain mendukung kualitas tidur, kegiatan ini juga berperan dalam perkembangan bahasa, emosi, dan karakter anak. Yuk, mulai kebiasaan ini sejak dini.
























