Anak Hiperaktif: Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Menanganinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/08/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Salah satu ketakutan terbesar orangtua yang punya anak balita adalah buah hatinya menunjukkan ciri-ciri hiperaktivitas. Hiperaktif adalah suatu kondisi yang banyak dialami anak-anak. Kondisi tersebut paling mudah ditunjukkan melalui sikap anak yang seolah tidak bisa diam dan tenang.

Tak cuma pada anak-anak, rupanya hiperaktif adalah gangguan yang juga dialami orang dewasa. Maka itu, penting bagi Anda untuk mengetahui lebih jauh seluk-beluk hiperaktivitas.

Apa itu hiperaktivitas?

Anak atau orang dewasa tergolong hiperaktif apabila ia menjadi aktif secara tidak lazim, misalnya pada situasi yang tidak tepat atau anak tidak mengindahkan kata-kata orangtuanya sama sekali untuk bersikap tenang. Hiperaktivitas dapat ditunjukkan dengan tanda-tanda seperti:

  • Terus bergerak secara berlebihan, seolah tidak pernah lelah
  • Agresif (bersikap atau berkata-kata kasar)
  • Impulsif (tak berpikir panjang sebelum bertindak), misalnya merusak mainan favoritnya sendiri baru kemudian menyesal
  • Tidak bisa fokus, selalu ganti-ganti aktivitas dan susah diajak bicara

Hiperaktivitas menyebabkan banyak masalah karena seseorang yang hiperaktif tidak dapat berkonsentrasi, baik di sekolah maupun di tempat kerja. Akibatnya meliputi performa akademis tidak baik, kecelakaan, dan cedera.

Hiperaktivitas juga bisa menyebabkan masalah dalam hubungannya dengan orang-orang sekitar seperti teman, keluarga, guru, dan rekan kerja. Lambat laun, orang yang hiperaktif berisiko mengalami gangguan kecemasan atau depresi karena kondisi tersebut serta reaksi dari orang lain terhadap dirinya.

Hiperaktivitas umumnya dikaitkan dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) alias gangguan defisit atensi/ hiperaktivitas. ADHD adalah gangguan yang menyebabkan pasien menjadi terlalu aktif, tidak bisa konsentrasi, dan impulsif. ADHD sering kali muncul pada anak-anak kecil, tapi orang dewasa juga bisa mengalami kondisi ini.

Apa penyebab hiperaktivitas?

Hiperaktif sering kali merupakan gejala dari masalah lain, termasuk penyakit mental dan fisik. Jadi, hiperaktivitas itu sendiri adalah kondisi, bukan suatu penyakit yang berdiri sendiri. Penyebab paling umum anak hiperaktif adalah:

  • ADHD (gangguan defisit atensi/ hiperaktivitas)
  • Hipertiroidisme
  • Gangguan otak dan gangguan saraf pusat
  • Gangguan psikologis

Apa saja ciri-ciri anak hiperaktif?

Tanda-tanda anak hiperaktif adalah:

  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Perilaku impulsif
  • Berbicara yang tidak pada tempatnya
  • Berkata-kata tanpa berpikir
  • Memukul teman sekelas, kakak, atau adiknya

Orang dewasa yang punya kondisi hiperaktivitas juga biasanya menunjukkan berbagai gejala hiperaktif di atas semasa kecilnya. Beberapa gejala bisa membaik atau hilang sendiri seiring bertambahnya usia. Namun, kadang masih ada beberapa ciri hiperaktif yang terus ada bahkan setelah tumbuh dewasa. Karena itu, tanda-tanda hiperaktivitas pada orang dewasa umumnya meliputi:

  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Sering kehilangan fokus (rentang perhatian pendek)
  • Kesulitan mengingat informasi seperti nama orang, nomor penting, alamat, atau tanggal hari ini
  • Beberapa gejala yang sama seperti pada kasus anak-anak, misalnya impulsif

Hiperaktif adalah kondisi yang bisa ditangani

Tenang saja, hiperaktivitas dapat diatasi. Diagnosis dan perawatan awal akan memberikan hasil yang terbaik. Dokter dapat menganjurkan perawatan tertentu untuk menangani penyebab hiperaktivitas.

Apabila hiperaktivitas disebabkan oleh kondisi penyebab seperti gangguan tiroid, gangguan otak, atau gangguan saraf pusat, pasien akan memerlukan pengobatan untuk mengatasi kondisi tersebut.

Sedangkan kalau hiperaktivitas disebabkan oleh gangguan emosional, pasien akan memerlukan bantuan dari spesialis kesehatan mental bersamaan dengan pengobatan atau terapi perilaku kognitif.

Penanganan kondisi hiperaktif membutuhkan dukungan dan bantuan dari orang-orang di sekitar anak, terutama keluarga. Keluarga harus menggali banyak informasi soal kondisi ini atau bergabung dengan komunitas keluarga pengidap hiperaktivitas.

Bagaimana dokter bisa mendiagnosis hiperaktif?

Apabila Anda menyadari diri Anda atau orang-orang terdekat menunjukkan tanda-tanda hiperaktivitas, konsultasikan dengan dokter. Pada pertemuan ini, dokter akan mengajukan pertanyaan mengenai gejala-gejala, terutama yang baru saja terjadi dan memengaruhi kesehatan Anda atau orang-orang terdekat Anda.

Dokter juga akan menanyakan mengenai pengobatan yang digunakan untuk kondisi kesehatan medis atau mental. Hal ini dapat membantu dokter dalam menentukan tipe hiperaktivitas dan apakah kondisi ini baru atau kondisi yang memburuk, atau hanyalah efek samping dari pengobatan.

Diagnosis yang tepat berperan penting dalam mengatasi hiperaktivitas secara efektif.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
kesehatan dan kebahagiaan anak

Begini Pengaruh Kesehatan terhadap Kebahagiaan Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 10/08/2020 . Waktu baca 5 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab infeksi saluran kencing

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit