Berbahayakah Penggunaan Bantal Bayi untuk Tidur?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan bantal memang dapat membuat tidur menjadi lebih nyaman. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku pada bayi termasuk bayi baru lahir. Anda perlu memikirkan ulang apabila ingin memberikan bantal untuk bayi yang sedang tidur. Jadi, apakah perlu memberikan bantal untuk anak atau malah berbahaya? Simak penjelasannya di bawah ini.

Mengapa bantal untuk bayi berbahaya?

bantal untuk bayi apakah perlu

Banyak orangtua yang sudah menyiapkan perlengkapan termasuk bantal pada bayi baru lahir.

Apalagi, kebanyakan dari bantal tersebut mempunyai bentuk yang bervariasi karena menyesuaikan dengan kepala bayi.

Dikutip dari American Academy of Pediatric, sebaiknya jauhkan benda seperti bantal, selimut, hingga mainan di area tidur anak Anda

Pada perkembangan bayi, ia tidak memerlukan bantal saat tidur. Maka dari itu, sebaiknya pikirkan kembali keinginan Anda karena hal ini dianggap berbahaya.

Penggunaan bantal untuk bayi tidak disarankan karena akan meningkatkan risiko sudden infant death syndrome (SIDS) atau kematian mendadak, terutama pada anak yang berusia di bawah satu tahun.

Hal ini juga diperkuat dari pernyataan National Institute of Child Health and Human Development (NICHHD), yang juga merekomendasikan untuk tidak memberikan bantal pada bayi di bawah usia satu tahun.

Kebanyakan orang dewasa mungkin akan merasa tidak nyaman apabila tidak menggunakan bantal saat tidur. Akan tetapi, berbeda keadaannya dengan bayi.

Hal ini karena penggunaan bantal dapat menutupi mulut dan hidung anak saat tidur sehingga menyebabkan ia susah bernapas.

Apalagi, saat Anda dan bayi tidur pada kamar terpisah sehingga pengawasan jadi kurang maksimal.

Ketika Anda dan pasangan lengah, bantal bisa saja menutupi wajahnya dalam jangka waktu lama dan mengakibatkan SIDS.

Masih dikutip dari American Academy of Pediatric, sekitar 3500 bayi meninggal setiap tahunnya di Amerika Serikat karena kematian bayi saat tidur.

Sebagian besar kasus kematian ini terjadi pada bayi yang berusia tiga bulan atau kurang karena menggunakan bantal untuk menopang kepala bayi.

Untuk mengurangi risiko SIDS dan kejadian fatal saat tidur, sebaiknya:

  • Tidurkan bayi dengan posisi telentang agar pernapasan bayi tidak terganggu.
  • Jangan tutupi kepala dan wajah bayi saat tidur.
  • Jauhi bayi dari asap rokok.
  • Persiapkan suasana yang nyaman saat bayi tidur pada siang maupun malam hari.
  • Berikan ASI pada bayi sebelum tidur agar ia merasa kenyang.

Kapan sebaiknya bayi diberi bantal saat tidur?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa bantal untuk bayi bisa menjadi hal yang berbahaya.

Apalagi untuk bayi baru lahir karena saat bantal menutupi wajahnya, ia belum mampu melakukan refleks atau menolong dirinya.

Hingga kini, belum ada penelitian pasti yang menunjukkan hingga 100% kapan sebaiknya memperbolehkan anak menggunakan bantal saat tidur.

Walaupun Anda sebaiknya tidak memberikan bantal pada bayi, ada usia yang dianggap aman untuk anak menggunakan bantal.

Anda bisa mulai memberikan bantal untuk anak saat usianya sudah lebih dari 18 bulan atau sekitar 3 tahun.

Pada usia ini, bayi atau anak sudah dirasa mampu untuk melakukan gerakan tertentu sehingga jika ada bantal yang menutupi wajahnya, maka ia sudah bisa menyingkirkannya.

Dari berbagai macam jenis dan bentuk bantal anak, pilihlah bantal yang kecil dan datar sehingga dapat menopang lehernya dengan baik.

Apa yang harus diperhatikan agar bayi tidur dengan aman?

Saat bantal untuk bayi yang sudah Anda persiapkan akhirnya tidak digunakan, singkirkan kekhawatiran bahwa anak tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua agar bayi bisa tidur dengan nyaman dan aman, yaitu:

1. Posisi tidur telentang

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah dengan membiasakan menaruh bayi di tempat tidurnya saat sudah masuk waktu tidur. Ini dilakukan agar ia mengenali keadaan disekitarnya.

Menaruhnya di tempat tidur pada waktunya juga dilakukan agar ia merasa nyaman serta menghindari bayi terjatuh saat tidur.

Lalu, pastikan bayi tidur dalam posisi telentang. Hal ini karena dalam posisi menyamping ataupun tengkurap bisa meningkatkan risiko bayi tersedak hingga susah bernapas.

2. Hindari penggunaan selimut

Selain itu, yang juga harus diperhatikan adalah temperatur ruangan. Jangan biarkan bayi kedinginan atau kepanasan.

Jika cuaca sedang dingin, sebaiknya pakaikan baju tidur dengan bahan yang lebih tebal atau membedong bayi daripada memberikannya selimut.

Hampir sama seperti penggunaan bantal untuk bayi, selimut juga dikhawatirkan akan menutupi wajah bayi sehingga mengganggu pernapasannya saat tidur.

Hati-hati juga saat membedong bayi, beri sedikit kelonggaran agar bayi masih dapat bebas bergerak dan tidak sulit bernapas.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap, konsultasikan mengenai kebiasaan yang baik untuk bayi dengan dokter anak.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Gangguan Cemas Seringkali Berkaitan dengan Gangguan Tidur?

Cemas dan masalah tidur adalah dua yang kerap kali saling berkaitan. Cemas menyebabkan masalah tidur dan kurang tidur dapat menyebabkan gangguan kecemasan.

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Saat Bayi Tersedak, Ketahui Penyebab, Cara Menolong, dan Pencegahannya

Tersedak bisa menimbulkan akibat fatal termasuk kematian, apalagi bila terjadi pada bayi. Ini yang harus Anda lakukan untuk menolong bayi tersedak.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 11 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

5 Hal Utama yang Jadi Penyebab Bayi Kurus

Jumlah kasus bayi kurus di Indonesia masih tergolong tinggi. Apa saja penyebab bayi kurus, dan apakah ibu bisa mencegahnya saat masih hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kesehatan Anak, Parenting 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengubah Jam Tidur Ternyata Berpengaruh Pada Kesehatan

Apa yang terjadi pada tubuh saat jam tidur kita mundur 3 jam, atau waktu tidur berkurang 2 jam, atau jika kita mendadak menambahkan tidur siang 2 jam?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hipospadia

Hipospadia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
pertumbuhan bayi

Tahapan Pertumbuhan Bayi yang Ideal di Usia 0-11 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 15 menit
mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
perkembangan janin minggu 10 kehamilan

Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 10 Minggu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit