Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Penggunaan Retinol untuk Ibu Menyusui, Apakah Boleh?

Penggunaan Retinol untuk Ibu Menyusui, Apakah Boleh?

Saat ini, bahan yang terkandung di dalam skincare atau produk perawatan kulit semakin beragam. Salah satu kandungan yang banyak digunakan adalah retinol. Karena semakin sering digunakan, penting untuk mengetahui cara menggunakan retinol yang tepat, termasuk penggunaan retinol untuk ibu menyusui.

Apakah ibu menyusui boleh pakai retinol? Ketahui selengkapnya di bawah ini, ya!

Manfaat retinol untuk masalah kulit

Retinol untuk ibu menyusui

Alasan retinol sering kali digunakan sebagai kandungan produk perawatan kulit (skincare) yakni karena memiliki banyak manfaat untuk mengatasi berbagai masalah kulit.

Beberapa manfaat retinol untuk kulit yaitu:

  • mencegah kerutan,
  • meredakan jerawat, dan
  • mencerahkan warna kulit.

Oleh karena itu, bahan ini biasanya banyak digunakan pada produk anti-aging atau anti penuaan.

Atas dasar tersebut, retinol biasanya digunakan oleh wanita yang telah memasuki usia reproduksi dan memang membutuhkan produk anti penuaan.

Apakah penggunaan retinol aman untuk ibu menyusui?

Sama seperti wanita pada umumnya, ibu menyusui juga bisa mengalami gangguan kulit, seperti jerawat dan kerutan.

Bahkan, sama seperti ibu hamil, ibu menyusui terkadang lebih rentan mengalami masalah kulit karena adanya perubahan hormon.

Oleh karena itu, tidak jarang ibu menyusui tertarik menggunakan skincare untuk mengatasi masalah kulit tersebut, termasuk skincare dengan kandungan retinol.

Namun, perlu diketahui bahwa tidak disarankan untuk menggunakan retinol selama menyusui.

Meski terbukti ampuh dan memiliki banyak manfaat bagi kulit, retinol merupakan salah satu bahan skincare yang keras.

Retinol bisa menyerap hingga ke dalam aliran darah meski digunakan dengan cara dioleskan pada kulit.

Hal tersebut berisiko menimbulkan efek samping baik pada janin maupun bayi. Oleh sebab itu, dokter biasanya juga akan melarang penggunaan retinol untuk ibu hamil.

Berdasarkan Mother to Baby, kemungkinan efek samping pada bayi akibat penggunaan retinol oles oleh ibu menyusui lebih rendah dibandingkan efeknya pada janin saat hamil.

Namun, ibu menyusui tetap disarankan untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu terkait aman atau tidaknya pakai produk dengan kandungan retinol.

Saat sedang hamil atau menyusui, sebaiknya hindari penggunaan retinol beserta turunannya yang meliputi:

  • retinol,
  • retinoic acid atau asam retinoat,
  • retin-A, serta
  • turunan retinoid, seperti isotretinoin, tretinoid, dan adapalen.

Risiko penggunaan retinol untuk ibu menyusui

Retinol untuk ibu menyusui

Pada ibu menyusui, efek samping atau bahaya penggunaan retinol sebenarnya belum dapat dipastikan.

Masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikan adanya efek samping atau bahaya penggunaan retinol untuk ibu menyusui.

Walaupun diketahui dapat terserap ke dalam aliran darah, belum diketahui berapa banyak retinol yang dapat terserap ke dalam ASI.

Namun, bahan ini diduga berisiko memengaruhi perkembangan bayi yang sedang mengonsumsi ASI.

Ini karena retinol telah terbukti dapat menimbulkan kecacatan pada janin di dalam rahim jika digunakan saat sedang hamil.

Selain itu, melansir dari Dermnet NZ, retinol juga bisa menimbulkan bahaya jika bersentuhan langsung dengan kulit bayi saat ibu sedang menyusui karena dapat memicu iritasi.

Jadi, bisa dibilang penggunaan retinol untuk ibu menyusui kurang aman.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan retinol selama menyusui untuk menghindari risiko terjadinya efek samping.

Alternatif retinol untuk ibu menyusui

Meski tidak bisa menggunakan retinol, bukan berarti ibu tidak dapat mencoba mengatasi masalah kulit yang mungkin dialami selama menyusui.

Ada bahan skincare lain yang dapat menjadi alternatif dan memberi manfaat serupa dengan retinol.

Bahan lain tersebut lebih aman digunakan oleh ibu menyusui dan memiliki risiko efek samping yang lebih rendah.

Berikut ini adalah beberapa bahan skincare alternatif retinol untuk ibu menyusui.

1. Bakuchiol

Bakuchiol memiliki kemampuan yang sama dengan retinol dalam mencegah penuaan dan mencerahkan kulit.

Bahan ini mampu mengurangi kerutan, meningkatkan elastisitas kulit, dan memperbaiki pigmentasi kulit.

Bakuchio juga bisa bantu meredakan gejala kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.

2. Vitamin C

Fungsi antioksidan pada vitamin C dapat melindungi sel-sel di dalam tubuh dari tanda penuaan dan kerusakan akibat radikal bebas.

Vitamin C juga bisa meningkatkan produksi kolagen yang penting untuk elastisitas dan meratakan warna kulit.

Oleh karena itu, vitamin C bisa digunakan untuk mengatasi hiperpigmentasi dan luka pada kulit.

3. Azelaic acid

Azelaic acid atau asam azelaic bisa digunakan sebagai alternatif untuk meredakan jerawat.

Karena memiliki risiko efek samping yang lebih rendah, bahan ini bisa digunakan setelah melahirkan untuk mengatasi jerawat pascapersalinan.

Verifying...


Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tretinoin. (2022). Retrieved 26 April 2022, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501419/ 

Jones, W. (2022). Retinoid beauty creams and breastfeeding – Breastfeeding and Medication. Retrieved 26 April 2022, from https://breastfeeding-and-medication.co.uk/fact-sheet/retinoid-beauty-creams-and-breastfeeding 

Topical Tretinoin (Retin-A®). (2022). Retrieved 26 April 2022, from https://mothertobaby.org/fact-sheets/tretinoin-retin-a-pregnancy/

Lactation and the skin | DermNet NZ. (2022). Retrieved 26 April 2022, from https://dermnetnz.org/topics/lactation-and-medications-used-in-dermatology 

Can you use Retinol While Breastfeeding?. (2022). Retrieved 26 April 2022, from https://procoal.co.uk/blogs/beauty/can-you-use-retinol-while-breastfeeding

Zasada, M., & Budzisz, E. (2019). Retinoids: active molecules influencing skin structure formation in cosmetic and dermatological treatments. Advances In Dermatology And Allergology36(4), 392-397. doi: 10.5114/ada.2019.87443

Bozzo, P., Chua-Gocheco, A., & Einarson, A. (2011). Safety of skin care products during pregnancyCanadian family physician Medecin de famille canadien57(6), 665–667.

Dhaliwal S, Rybak I, Ellis SR, Notay M, Trivedi M, Burney W, Vaughn AR, Nguyen M, Reiter P, Bosanac S, Yan H, Foolad N, Sivamani RK. Prospective, randomized, double-blind assessment of topical bakuchiol and retinol for facial photoageing. Br J Dermatol. 2019 Feb;180(2):289-296. doi: 10.1111/bjd.16918

Kong, R., Cui, Y., Fisher, G., Wang, X., Chen, Y., Schneider, L., & Majmudar, G. (2015). A comparative study of the effects of retinol and retinoic acid on histological, molecular, and clinical properties of human skin. Journal Of Cosmetic Dermatology15(1), 49-57. doi: 10.1111/jocd.12193

Katsambas A, Graupe K, Stratigos J. Clinical studies of 20% azelaic acid cream in the treatment of acne vulgaris. Comparison with vehicle and topical tretinoin. Acta Derm Venereol Suppl (Stockh). 1989;143:35-9. doi: 10.2340/000155551433539

Pullar, J. M., Carr, A. C., & Vissers, M. (2017). The Roles of Vitamin C in Skin Health. Nutrients9(8), 866. https://doi.org/10.3390/nu9080866

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Reikha Pratiwi Diperbarui 3 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita