4 Tips Agar Tetap Sehat Ketika Makan di Restoran BBQ

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dunia kuliner memang selalu menjadi daya tarik dan terus melakukan inovasi agar peminatnya tidak hanya mendapatkan pengalaman yang sekedar mengenyangkan perut saja. Saat ini, dapat banyak dijumpai restoran barbeque (BBQ) ala Jepang atau Korea. Beberapa alasan mengapa banyak orang menikmatinya adalah rasanya yang enak, pas untuk berkumpul bersama keluarga atau teman, dan cara menyantapnya pun unik di setiap restoran BBQ.

Nah, meskipun daya tarik restoran BBQ begitu besar, Anda perlu berhati-hati. Pasalnya, bagi orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu, menyantap menu bakaran di restoran BBQ bisa berisiko. Anda yang sedang menurunkan berat badan juga perlu hati-hati saat makan di restoran. Jangan sampai makan berlebihan dan mengacaukan program turun berat badan.

Tenang saja, berikut empat tips jitu yang perlu Anda terapkan agar tetap sehat ketika makan di restoran BBQ.

1. Memilih makanan pembuka

Sebelum makanan utama Anda dihidangkan, alangkah baiknya jika Anda memilih makanan pembuka yang ringan terlebih dahulu. Selain mengisi waktu, makanan pembuka dapat mencegah Anda makan kebanyakan.

Untuk Anda yang ingin bersantap di restoran Jepang, edamame dan sup miso bisa menjadi pilihan yang sehat. Di restoran Korea, kalguksu, yaitu sejenis sup kaldu dengan mi ayam khas Korea lebih baik untuk dikonsumsi dibandingkan dengan mandu atau dumpling sebagai makanan pembuka Anda.

2. Makan bersama sayuran

Bukan rahasia umum lagi, sayur-sayuran dapat memberi dampak kesehatan yang luar biasa. Tergantung jenis restorannya, terkadang ada restoran BBQ yang sudah menyediakan sayuran di dalamnya seperti menu shabu-shabu dan suki di restoran Jepang. Jika tidak tersedia, Anda bisa bertanya menu apa yang mengandung sayuran dan ada juga yang menyuruh Anda untuk memilih jenisnya. Biasanya jenis sayurnya adalah brokoli, sawi, atau jenis jamur-jamuran.

Kemudian, sebaiknya sayuran tersebut dimasak dengan cara direbus. Beberapa restoran menambahkan rasa kuah kaldu dalam rebusan sehingga sayuran yang Anda makan rasanya menjadi unik.

3. Perhatikan asupan daging merah Anda

Tidak pas rasanya jika menyantap menu barbecue tanpa makan daging merah. Sejatinya, daging merah merupakan sumber hewani yang kaya akan protein. Namun, akan lebih baik jika Anda tidak mengonsumsi daging merah secara berlebihan.

Beberapa penelitian menyatakan komponen di dalam daging merah berpotensi meningkatkan risiko Anda terkena kanker usus besar. Daging merah yang tinggi lemak jenuh dan kolesterol juga bisa berbahaya bagi orang yang punya riwayat atau faktor risiko penyakit jantung.

Sebenarnya bukan berarti Anda tak boleh makan daging merah sama sekali. Anda tentu boleh mengonsumsi daging merah, tetapi perhatikan porsinya agar tidak berlebihan. Selalu seimbangkan dengan sayur dan buah sehingga kebutuhan nutrisi harian Anda tercukupi, tidak berlebihan pada komponen gizi tertentu.

4. Hati-hati saat membakar daging

Membakar daging dapat menyebabkan terbentuknya senyawa karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker. Pembakaran yang terjadi pada suhu tinggi dapat menyebabkan reaksi yang kemudian membentuk senyawa karsinogenik yang disebut heterocyclic amine (HCA) dan policyclic aromatic hydrocarbon (PAH).

Kedua senyawa ini bisa menyebabkan kanker bila sudah menyebabkan kerusakan pada DNA. Untuk bisa merusak DNA, HCA dan PAH harus dimetabolisme atau diaktivasi terlebih dahulu oleh enzim tertentu dalam tubuh. Sehingga, pengaruh konsumsi daging bakar terhadap risiko kanker mungkin akan berbeda pada setiap orang.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi terbentuknya senyawa HCA dan PAH pada daging bakar, yaitu:

  • Jangan membakar daging terlalu lama
  • Jangan makan bagian daging yang sudah hangus
  • Sering-seringlah membalik daging ketika dibakar
  • Pastikan alat panggang (grill) yang akan dipakai sudah bersih

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Sebelum terburu-buru mengambil obat, ikutilah tips-tips berikut untuk mengurangi nyeri haid Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Menstruasi 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
terapi oksigen pengobatan ppok

Terapi Oksigen untuk Mengatasi Masalah Sesak Napas

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit