home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cedera Rotator Cuff

Definisi cedera rotator cuff|Tanda-tanda & gejala cedera rotator cuff|Penyebab cedera rotator cuff|Faktor-faktor risiko cedera rotator cuff|Diagnosis & pengobatan cedera rotator cuff|Pengobatan di rumah
Cedera Rotator Cuff

Definisi cedera rotator cuff

Apa itu cedera rotator cuff?

Rotator cuff adalah sekelompok tulang dan tendon yang mengelilingi persendian bahu. Tugasnya adalah menjaga agar kepala dan lengan bagian atas tetap melekat kuat pada soket bahu.

Nah, cedera rotator cuff dapat menyebabkan rasa nyeri pada bagian bahu, dan sering kali bertambah semakin parah saat Anda menggunakan lengan untuk melakukan pergerakan yang menjauhkan lengan dari tubuh.

Cedera ini tergolong cukup umum dan risikonya bertambah seiring dengan pertambahan usia. Akan tetapi, kondisi ini akan muncul lebih awal pada pekerja yang mengharuskannya melakukan gerakan yang sama menggunakan lengan setiap hari.

Biasanya, orang yang mengalami kondisi ini meredakan gejala dan kembali ke aktivitas sehari-harinya dengan melakukan terapi latihan fisik.

Ya, terapi tersebut dapat meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot yang terdapat pada sekeliling persendian bahu.

Tak hanya itu, terkadang, cedera ini terjadi karena Anda baru mengalami cedera lain. Pada kondisi semacam ini, Anda perlu mendapatkan evaluasi medis sesegera mungkin.

Pasalnya, jika sudah pada tingkatan yang parah, kondisi tersebut mungkin sudah tidak dapat lagi sembuh. Bahkan, Anda mungkin harus menjalani operasi penggantian tendon atau persendian jika memungkinkan.

Seberapa umumkah cedera rotator cuff?

Kondisi kesehatan ini sangat sering terjadi. Namun, orang-orang yang memiliki usia lebih dari 40 tahun yang paling banyak mengalaminya. Apalagi, Anda yang sering melakukan gerakan berulang menggunakan lengan.

Tanda-tanda & gejala cedera rotator cuff

Apa saja tanda-tanda dan gejala cedera rotator cuff?

Berikut adalah beberapa gejala yang paling memungkinkan dari cedera ini:

  • Muncul rasa sakit saat beristirahat pada malam hari, khususnya jika berbaring pada bagian bahu yang terdampak.
  • Bahu terasa sakit saat mengangkat benda, menurunkan lengan, atau melakukan gerakan tertentu.
  • Merasa lemah saat mengangkat atau memutar lengan Anda.
  • Muncul sensasi seperti patah saat menggerakkan bahu pada posisi tertentu.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Ketika merasakan gejala tersebut, Anda harus periksa ke dokter untuk mendapatkan saran medis dan pengobatan lebih lanjut, khususnya jika Anda menderita cedera bahu.

Jika Anda merasakan nyeri sampai lebih dari dua minggu, Anda harus periksa ke dokter dan mendapatkan perawatan yang terbaik.

Penyebab cedera rotator cuff

Apa penyebab cedera rotator cuff?

Ada dua kondisi yang dapat menyebabkan cedera rotator cuff, yaitu cedera dan degenerasi. Nah, jika penyebabnya adalah cedera, hal tersebut mungkin terjadi secara tiba-tiba.

Bisa jadi, Anda terjatuh atau melakukan peregangan tangan secara berlebihan. Hal tersebut juga bisa terjadi karena Anda menggunakan lengan untuk melakukan gerakan yang sama berkali-kali.

Akan tetapi, selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi karena degenerasi. Ini artinya, Anda mengalami cedera rotator cuff karena usia yang terus bertambah.

Faktor-faktor risiko cedera rotator cuff

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk cedera rotator cuff?

Ada beberapa faktor risiko dari gangguan muskuloskeletal yang menyerang tulang dan otot ini, seperti:

1. Usia

Seiring pertambahan usia, risiko Anda mengalami kondisi ini semakin meningkat. Ya, kondisi ini akan semakin sering terjadi pada orang yang sudah berusia lebih dari 60 tahun.

2. Pekerjaan

Ada beberapa jenis pekerjaan yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini, salah satunya adalah pekerja konstruksi.

Sering kali, tukang kayu atau tukang cat rumah harus melakukan gerakan yang sama setiap hari saat bekerja menggunakan lengan. Tak heran jika kondisi ini dapat terbentuk seiring waktu.

3. Riwayat kesehatan keluarga

Rupanya, penyakit ini juga bisa menjadi penyakit keturunan. Ini artinya, jika ada anggota keluarga yang mengalami kondisi ini, risiko Anda mengalaminya menjadi lebih besar.

Bahkan, risiko ini akan lebih besar daripada orang lain yang tak memiliki anggota keluarga dengan gangguan sistem gerak yang satu ini.

Diagnosis & pengobatan cedera rotator cuff

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk cedera rotator cuff?

Biasanya, untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Pada saat itu, dokter akan menekan beberapa bagian pada bahu dan menggerakkan lengan Anda ke berbagai posisi.

Selain itu, dokter juga akan kekuatan otot di sekitar bahu dan lengan Anda. Nah, pada kondisi tertentu, dokter juga akan merekomendasikan Anda untuk melakukan tes pencitraan (imaging test) seperti berikut:

1. X-ray

Meskipun cedera rotator cuff tidak terlihat pada pemeriksaan X-ray, tes ini dapat menunjukkan taji tulang atau kondisi lain yang mungkin menimbulkan rasa sakit, seperti arthritis.

2. Ultrasound

Tes yang satu ini biasanya menggunakan gelombang suara untuk memproduksi gambar dari dalam tubuh Anda, khususnya jaringan lunak seperti otot dan tendon.

Selain itu, pemeriksaan ini juga dapat membantu dokter melakukan pemeriksaan terhadap struktur bahu Anda saat bergerak. Tak hanya itu, pemeriksaan ini juga dapat menunjukkan perbedaan antara bahu yang terdampak dengan bahu yang sehat.

3. Magnetic resonance imaging (MRI)

Teknologi yang satu ini menggunakan gelombang radio dan magnet yang kuat untuk menampilkan gambar pada layar monitor.

Gambar akan menunjukkan seluruh struktur pada bahu dengan jelas dan rinci. Namun, kualitas gambar sangat tergantung kualitas alat yang digunakan oleh pihak rumah sakit tempat Anda melakukan pemeriksaan ini.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk cedera rotator cuff?

Pada dasarnya, jika cedera yang Anda alami tak terlalu parah, Anda bisa mengatasinya dengan perawatan rumah biasa, seperti beristirahat, kompres dengan es, atau terapi fisik.

Akan tetapi, menurut Mayo Clinic, ada beberapa pengobatan yang bisa Anda lakukan jika cedera rotator cuff yang Anda alami sudah tergolong parah:

1. Injeksi

Jika pengobatan rumahan tidak dapat meredakan rasa sakit yang Anda alami, dokter akan memberikan injeksi atau suntikan obat steroid ke persendian bahu.

Hal ini, khususnya, saat rasa sakit yang muncul membuat Anda sulit tidur, mengganggu aktivitas harian atau terapi fisik yang sedang Anda jalani.

Akan tetapi, meski penggunaan obat ini dapat meredakan rasa sakit, Anda perlu menggunakan obat tersebut secara bijak. Pasalnya, jika menggunakannya terus-menerus, tendon akan melemah dan dapat mengurangi kemungkinan berhasilnya operasi yang Anda jalani di kemudian hari.

2. Terapi

Terapi fisik biasanya adalah salah satu pengobatan utama yang akan dokter sarankan untuk mengatasi cedera rotator cuff. Apalagi, ahli terapi fisik biasanya memberikan latihan fisik yang sesuai dengan kebutuhan kondisi Anda.

Bahkan, terapi fisik ini juga dapat mengembalikan fleksibilitas dan kekuatan bahu setelah mengalami cedera ini. Tak hanya itu, Anda juga harus melakukan terapi fisik setelah menjalani operasi untuk kondisi yang sama.

3. Operasi

Sedikit berbeda, ada beberapa metode operasi yang mungkin akan dokter lakukan untuk mengatasi kondisi ini, seperti berikut:

  • Arthroscopic tendon repair.
  • Open tendon repair.
  • Tendon transfer.
  • Shoulder replacement.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi rotator cuff tendonitis?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi penyakit ini:

  • Istirahatkan lengan dan bahu Anda. Terkadang, hanya itu yang Anda butuhkan untuk membantu proses penyembuhan. Coba untuk bekerja dengan lengan yang tak terluka.
  • Gunakan obat penghilang rasa sakit jika dibutuhkan.
  • Hubungi dokter Anda jika nyeri mengganggu tidur Anda dan tidak dapat diatasi oleh obat.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 23/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x