Tinea Cruris

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu tinea cruris?

Tinea cruris (kurap di bagian selangkangan) adalah infeksi jamur pada kulit di pangkal paha, area genital, paha bagian dalam atas atau bokong dan menyebabkan ruam bentuk cincin di daerah yang terinfeksi. Tinea cruris juga kerap dikenal dengan jock itch.

Kondisi ini dapat terjadi ketika Anda mengenakan pakaian ketat yang menyebabkan lembap dan panas di sekitar paha. Ini menciptakan lingkungan di mana jamur lebih mudah berkembang dengan baik.

Tinea cruris dapat menyebabkan ruam pada paha bagian atas dan bagian dalam, ketiak, dan area di bawah payudara. Banyak orang yang mengalami kondisi ini sekaligus dengan tinea pedis (kutu air) atau athlete’s foot

Seberapa umumkah kondisi ini?

Tidak peduli jenis kelamin Anda atau kebangsaan Anda, Anda bisa terkena infeksi ini dalam beberapa kondisi tertentu. Namun, lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Sebab, pria memiliki lipatan kulit yang lebih banyak pada selangkangan.

Selain itu, tinea cruris juga rentan dialami oleh para atlet, mengingat aktivitas yang dilakukan sehari-hari membuat tubuh banyak berkeringat.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala tinea cruris?

Gejala yang ditimbulkan pada kondisi ini serupa dengan kurap tubuh. Ruam kulit pada tinea cruris memiliki pinggiran berwarna merah bersisik yang menyebar dari selangkangan atau skrotum ke paha bagian dalam.

Terkadang kondisi juga ditandai dengan ruam berbentuk cincin yang muncul pada bokong. Gejala ini jarang terlihat di penis, vulva, atau sekitar anus.

Ciri khas lainnya termasuk:

  • gatal dan nyeri di daerah yang terinfeksi,
  • tepi ruam memiliki benjolan yang terlihat seperti lecet, dan
  • bagian tengah ruam memiliki warna merah-coklat.

Kapan harus ke dokter?

Sebaiknya Anda segera periksakan diri bila Anda memiliki tanda-tanda di atas. Kemungkinan ada beberapa gejala lain yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa yang menyebabkan tinea cruris?

Penyakit kulit ini sering disebabkan oleh organisme jamur yang biasanya tumbuh di daerah yang hangat dan lembap. Jamur ini hidup secara alami pada kulit Anda dan biasanya tidak menyebabkan masalah.

Jamur penyebab kondisi ini termasuk dalam kelompok jamur dermatofita yang memakan lapisan keratin pada kulit untuk bertahan hidup.

Jenis jamur yang paling sering menimbulkan penyakit adalah Tricophyton dan Epidermophyton. Jamur ini juga dapat menimbulkan penyakit kutu air.

Namun, ketika Anda mengenakan pakaian yang basah karena keringat dalam waktu yang lama, jamur tersebut dapat berkembang biak dengan cepat. Pertumbuhan jamur yang tak terkendali inilah yang nantinya dapat menimbulkan tanda-tanda infeksi.

Jamur yang menyebabkan tinea cruris sangat menular. Anda dapat terinfeksi jamur melalui kontak pribadi dengan orang yang menderita penyakit ini. Anda juga bisa tertular dari penggunaan benda yang sama dengan pasien atau bila Anda menyentuh barang-barang yang sudah terkontaminasi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk tinea cruris?

Semua orang bisa terkena tinea cruris. Akan tetapi, risikonya akan lebih tinggi pada Anda yang memiliki faktor-faktor sebagai berikut.

  • Jenis kelamin, pria lebih berisiko terkena kondisi ini daripada wanita. 
  • Berat badan berlebih, orang dengan kelebihan berat badan lebih banyak memiliki lipatan kulit, yang merupakan iklim terbaik untuk infeksi jamur, termasuk tinea cruris.
  • Mudah berkeringat, jika seseorang sering berkeringat, kulitnya lebih berisiko untuk pertumbuhan jamur. 
  • Usia lebih muda, remaja lebih cenderung mengalami kondisi ini. 
  • Sering menggunakan pakaian dan pakaian dalam ketat, pakaian ketat menjebak kelembapan dan menciptakan lingkungan baik untuk perkembangan jamur.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, orang dengan kekebalan tubuh yang lemah cenderung mengembangkan infeksi jamur.
  • Mengidap diabetes, orang dengan diabetes lebih berisiko terkena infeksi kulit, termasuk tinea cruris. 

Obat & Pengobatan

Bagaimana tinea cruris didiagnosis?

Biasanya, dokter spesialis kulit sudah bisa mendiagnosis penyakit ini hanya dengan melihat tampilan dan letak munculnya ruam. Pada saat pemeriksaan ini, dokter juga akan menanyakan gejala-gejala lain yang Anda rasakan.

Bila ternyata masih dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, dokter akan melakukan prosedur berupa pengambilan sampel kulit yang bersisik (biopsi) untuk diperiksa di laboratorium guna melihat keberadaan jamur.

Bagaimana pengobatannya?

Bila kondisinya termasuk ringan, dokter hanya akan menyarankan Anda untuk menggunakan obat kurap berupa krim atau salep antijamur yang dapat dibeli di apotek tanpa menggunakan resep.

Obat-obatan antijamur tersebut biasanya mengandung zat seperti terbinafine, miconazole, atau clotrimazole yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan jamur.

Pada saat penggunaan, oleskan obat sesuai dengan aturan yang tercantum pada kemasan. Jangan lupa bersihkan area yang terdampak sebelum dioleskan obat. Tetap gunakan obat walau gejalanya sudah mulai menghilang demi memastikan jamur telah terbunuh seluruhnya.

Jika kondisi tidak kunjung membaik atau jika ruamnya lebih parah, dokter akan meresepkan obat topikal yang lebih kuat. Dokter juga memberikan obat-obatan oral seperti itraconazole (Sporanox) dan fluconazole (Diflucan). Biasanya, obat-obatan ini harus diminum dalam waktu yang cukup lama.

Obat antijamur oral mungkin menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkan, seperti sakit perut dan sakit kepala. Jika Anda tidak nyaman dengan efek sampingnya, diskusikan dengan dokter Anda.

Tinea cruris biasanya dapat pulih dalam beberapa minggu. Perawatan untuk infeksi yang lebih parah biasanya memerlukan waktu sebulan hingga dua bulan. 

Perawatan di rumah

Apa saja upaya perawatan di rumah untuk atasi kondisi ini?

Berikut gaya hidup dan perawatan untuk kulit di rumah yang dapat membantu Anda mengatasi tinea cruris.

1. Jaga area yang terdampak agar tetap kering

Selalu keringkan area genital dan paha bagian dalam Anda dengan handuk bersih setelah mandi atau berolahraga. Anda juga bisa menggunakan bedak di sekitar selangkangan Anda untuk mencegah kelembapan berlebih. 

2. Kenakan pakaian yang bersih

Ganti pakaian dalam Anda setidaknya satu kali sehari atau lebih jika Anda berkeringat secara berlebihan. Cuci pakaian olahraga Anda setelah digunakan. 

3. Tidak menggunakan pakaian terlalu ketat

Pastikan Anda mengenakan pakaian yang cukup longgar dan tidak terlalu ketat, khususnya pakaian dalam, pakaian atletik, dan pakaian olahraga.

Hindari pakaian yang dapat menyebabkan gesekan berlebih antara bahan pakaian dengan kulit Anda. Lebih baik pilihlah pakaian dengan bahan yang mudah menyerap.

4. Tidak berbagi peralatan personal

Jangan biarkan orang lain mengenakan pakaian dan peralatan personal Anda, seperti handuk. Jangan juga meminjam barang orang lain. Hal ini untuk menghindari penularan penyakit akibat jamur yang menempel pada benda tersebut.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Obat dan Terapi untuk Mengatasi Eksim yang Kambuh

Peradangan oleh eksim bisa menyebabkan kulit menjadi kering atau luka terbuka yang basah. Apa saja jenis obat eksim yang yang tepat untuk mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 11 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Dermatitis

Dermatitis adalah penyakit kulit yang ditandai dengan ruam bengkak kemerahan dan gatal. Cari tahu penyebab, gejala, obat, dan cara mengatasi dermatitis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Dermatitis 11 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Pilihan Obat Dermatitis Seboroik Secara Medis dan Alami

Ada berbagai jenis obat dermatitis seboroik yang bisa Anda gunakan, mulai dari krim hingga sampo. Apa yang paling tepat untuk Anda?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 11 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Dermatitis Perioral

Dermatitis perioral adalah peradangan kulit yang terjadi di sekitar mulut. Ketahui gejala, penyebab, dan cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
intertrigo dermatitis intertriginosa

Dermatitis Intertriginosa (Intertrigo)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Dermatitis herpetiformis

Dermatitis Herpetiformis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit