Tinea Cruris

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 14, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu tinea cruris?

Tinea cruris adalah infeksi jamur pada kulit di pangkal paha, area genital, paha bagian dalam atas atau bokong dan menyebabkan ruam bentuk cincin di daerah yang terinfeksi. Dikutip dari Harvard Health Publishing, tinea adalah nama jamur, sedangkan cruris berasal dari bahasa Latin yang berarti kaki. 

Kondisi ini dapat terjadi ketika Anda mengenakan pakaian ketat yang menyebabkan lembap dan panas di sekitar paha. Ini menciptakan lingkungan di mana jamur lebih mudah berkembang dengan baik. Tinea cruris adalah kondisi yang kerap menyerang atlet. 

Tinea cruris dapat menyebabkan ruam pada paha bagian atas dan bagian dalam, ketiak, dan area di bawah payudara. Banyak orang yang mengalami kondisi ini sekaligus dengan athlete’s foot atau tinea pedis. 

Seberapa umumkah kondisi ini?

Tidak peduli jenis kelamin Anda atau kebangsaan Anda, Anda bisa terkena infeksi ini dalam beberapa kondisi tertentu. Namun, lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. 

Pria memiliki lipatan kulit lebih banyak di selangkangan mereka yang bisa terinfeksi kondisi ini. Seseorang yang memakai pakaian ketat, banyak berkeringat atau memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh berisiko lebih tinggi terkena tinea cruris.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala tinea cruris?

Tinea cruris biasanya pertama kali muncul sebagai ruam yang pipih, merah, dan gatal. Ruam ini biasanya mulai terlihat pada paha bagian dalam. 

Ruam kemudian menyebar bagian luar dengan pola cincin. Saat ruam menyebar, ruam bagian tengah biasanya membaik. Biasanya, kondisi ini terlihat sebagai area merah dengan garis lepuh yang jelas. 

Saat ruam menyebar, kondisi ini dapat menginfeksi paha, pangkal paha, bokong, dan biasanya menyisakan skrotum atau kantung pelir. 

Gejala umum dari tinea cruris termasuk:

  • Gatal dan nyeri di daerah yang terinfeksi.
  • Ruam cincin terjadi pada pangkal paha, lipatan kulit, paha bagian dalam, atau bokong. Ruam biasanya tidak terjadi pada skrotum atau penis.
  • Tepi ruam sangat berbeda dan mungkin bersisik atau memiliki benjolan yang terlihat seperti lecet.
  • Pusat ruam mungkin memiliki warna merah-coklat.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa yang menyebabkan tinea cruris?

Tinea cruris sering disebabkan oleh organisme jamur yang biasanya tumbuh di daerah yang hangat dan lembap. Dilansir dari Healthline, jamur ini hidup secara alami pada kulit Anda dan biasanya tidak menyebabkan masalah. 

Namun, ketika Anda mengenakan pakaian yang basah karena keringat dalam waktu yang lama, jamur tersebut dapat berkembang biak dengan cepat. 

Jamur yang menyebabkan tinea cruris sangat menular. Anda mungkin mendapatkan infeksi jamur melalui kontak pribadi dengan orang yang telah terinfeksi. Anda juga mungkin tertular dari pakaian yang tidak dicuci milik orang yang terinfeksi. 

Jamur yang menyebabkan tinea cruris paling sering merupakan akibat dari:

  • Memakai pakaian basah, lembap, atau pakaian yang belum dicuci (seperti pakaian dalam atau pendukung atletik).
  • Berbagi handuk yang terinfeksi jamur
  • Jarang mandi, terutama setelah berolahraga atau berkeringat berat dari pekerjaan.
  • Menyentuh orang yang terinfeksi
  • Anda juga dapat dengan mudah terinfeksi jamur yang biasanya hidup pada permukaan basah seperti lantai di kamar mandi umum atau kamar ganti.
  • Tertular dari binatang yang terinfeksi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk tinea cruris?

Tinea cruris dapat disembuhkan, namun jika Anda tidak menghindari faktor risiko ini, kondisi Anda mungkin menjadi lebih buruk. Ada banyak faktor risiko untuk tinea cruris, seperti:

  • Jenis kelamin: pria lebih berisiko terkena kondisi ini daripada wanita. 
  • Berat badan: orang dengan kelebihan berat badan lebih banyak memiliki lipatan kulit, yang merupakan iklim terbaik untuk infeksi jamur, termasuk tinea cruris.
  • Keringat berlebih: Jika seseorang banyak berkeringat, kulitnya lebih berisiko untuk pertumbuhan jamur. 
  • Usia: Remaja lebih cenderung mengalami kondisi ini. 
  • Menggunakan pakaian dan pakaian dalam ketat: pakaian ketat menjebak kelembapan dan menciptakan lingkungan baik untuk perkembangan jamur. 
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh lemah: orang dengan kekebalan tubuh yang lemah cenderung mengembangkan infeksi jamur.
  • Mengidap diabetes: orang dengan diabetes lebih berisiko terkena infeksi kulit, termasuk tinea cruris. 

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana tinea cruris didiagnosis?

Tinea cruris biasanya dapat didiagnosis berdasarkan tampilan dan lokasi ruam. Masalah kulit lainnya mungkin terlihat mirip dengan tinea cruris tapi membutuhkan perawatan yang berbeda. Dokter Anda mungkin bertanya tentang gejala dan riwayat medis. 

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin memerintahkan tes laboratorium pada daerah kulit yang terinfeksi. Pengujian biasanya terdiri dari gesekan kulit yang dapat dilihat di bawah mikroskop.

Untuk mencari tahu persis apa yang menyebabkan ruam pada diri Anda, dokter mungkin mengikis sejumlah kecil kulit yang teriritasi ke slide kaca.

Bagaimana tinea cruris diobati?

Sebagian besar, tinea cruris dapat diobati di rumah dengan krim anti jamur, semprotan dan bubuk yang dijual bebas. Tapi, jika Anda tidak yakin tentang kondisi Anda, mintalah dokter untuk memeriksanya.

Untuk pengobatan tinea cruris, Anda mungkin dapat menggunakan krim antijamur dan obat antijamur oral. 

Cuci ruam dengan sabun dan air. Oleskan krim antijamur di atas ruam. dan luar tepi ruam. Gunakan krim antijamur atau bubuk yang mengandung terbinafine, miconazole, atau clotrimazole. Nama-nama merek termasuk Lamisil, Lotrimin, Micatin, dan Monistat. 

Produk ini bisa dibeli tanpa resep. Ikuti petunjuk pada paket, dan jangan berhenti menggunakan obat hanya karena gejala telah hilang. Jika gejala tidak membaik setelah 2 minggu, hubungi dokter Anda.

Jika kondisi Anda tidak membaik setelah mengoleskan obat-obatan bebas, dokter mungkin akan meresepkan Anda obat yang lebih kuat.

Terkadang Anda juga harus minum obat antijamur oral. Obat ini biasanya harus digunakan untuk waktu yang lama, bahkan mungkin berbulan-bulan.

Obat-obatan tersebut mungkin termasuk:

Obat antijamur oral mungkin menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkan, seperti sakit perut dan sakit kepala. Jika Anda tidak nyaman dengan efek sampingnya, diskusikan dengan dokter Anda. 

Karena kondisi ini biasanya akan kembali lagi, Anda harus ekstra hati-hati. Anda dapat menggunakan bedak sehari-sehari untuk menjaga area terkena tetap kering. Rasa gatalnya dapat pulih dengan obat-obatan bebas. Anda juga sebaiknya menghindari mandi air panas.

Tinea cruris biasanya dapat pulih dalam beberapa minggu. Perawatan untuk infeksi yang lebih parah biasanya memerlukan waktu sebulan hingga dua bulan. 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu Anda mengatasi tinea cruris:

  1. Tetaplah kering

Jaga pangkal paha Anda tetap kering. Selalu keringkan area genital dan paha bagian dalam Anda dengan handuk bersih setelah mandi atau berolahraga. Anda juga bisa menggunakan bedak di sekitar selangkangan Anda untuk menjaga kelembapan berlebih. 

1. Kenakan pakaian yang bersih

Ganti pakaian dalam Anda setidaknya satu kali sehari atau lebih jika Anda berkeringat secara berlebihan. Cuci pakaian olahraga Anda setelah digunakan. 

2. Kenakan pakaian yang tepat

Pastikan Anda mengenakan pakaian yang muat di tubuh Anda dengan tepat, khususnya pakaian dalam, pakaian atletik, dan pakaian olahraga. 

Hindari pakaian ketat yang dapat menyebabkan gesekan berlebih antara bahan pakaian dengan kulit Anda. 

3. Jangan berbagi peralatan personal

Jangan biarkan orang lain mengenakan pakaian dan peralatan personal Anda, seperti handuk. Jangan meminjam barang orang lain juga. 

4. Rawat athlete’s foot

Rawat infeksi athlete’s foot untuk mencegah infeksi tersebut menyebar. Jika Anda menghabiskan banyak waktu di area publik yang lembab, seperti ruang mandi gym, kenakan sandal untuk mencegah athlete’s foot.  

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

Ciri-ciri cacar api memiliki pola penyebaran lenting yang berbeda dengan cacar air. Gejala cacar api juga disertai nyeri pada kulit.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Tanda dan Gejala Cacar Monyet yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Gejala cacar monyet lebih serius dari gejala cacar air biasa. Waspadai dampak kesehatan dari cacar monyet dengan mengenali ciri-cirinya di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Willyson Eveiro
Tanggal tayang Mei 22, 2020
6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 22, 2020
Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 21, 2020