3 Manfaat Mengejutkan dari Seks Saat Menstruasi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Juni 2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Anda baru saja kedatangan tamu bulanan, tapi pasangan ingin bermesraan? Rasanya hati ingin menolak karena risih, tapi di lain sisi gairah seks Anda juga sedang tinggi-tingginya. Terlepas dari kemungkinan mengotori seprai, sebenarnya bolehkah berhubungan seks saat menstruasi atau haid?

Seks saat masih menstruasi, boleh tidak?

Berhubungan seks saat menstruasi adalah pilihan Anda pribadi. Jika Anda merasa ini bukanlah masalah, sah-sah saja untuk berhubungan seks saat haid. Begitu pula sebaliknya. Jika nyeri haidnya sampai bikin mood jelek dan malas untuk terlalu banyak bergerak, tidak apa jika Anda ingin “absen” dulu dari segala kegiatan ranjang sementara waktu.

Tidak ada yang salah dengan keinginan (atau tidak adanya keinginan) untuk berhubungan seks saat haid. Menstruasi adalah kondisi alami yang dilewati oleh setiap wanita setiap bulannya.

Tidak ada yang jorok ataupun menjijikan dari seks saat menstruasi, toh itu hanya lapisan dinding rahim yang luruh. Kemungkinan juga, darah yang keluar selama bercinta tidak terlalu banyak sampai jadi pemandangan yang mengerikan.

Namun ingat, ini adalah topik yang harus dibicarakan terlebih dulu dengan pasangan Anda. Tanyakan bagaimana tanggapan pasangan Anda mengenai hal ini. Jika ia merasa enggan, hormatilah keputusannya dan kompromi bersama untuk menjadwalkan ulang kapan waktu bercinta yang paling enak buat berdua.

Jika ia oke-oke saja dengan ide Anda, mengapa tidak melakukannya? Nyatanya, ada sejumlah manfaat yang bisa Anda raih dari berhubungan seks saat menstruasi.

Manfaat berhubungan seks saat haid

Meringankan kram perut

Ada beberapa kemungkinan mengapa seks bisa meringankan kram perut yang Anda alami saat haid. Dilansir dari Kinsey Confidential, gairah seks dan orgasme membantu tubuh melepaskan hormon endorfin yang bekerja sebagai pereda nyeri alami.

Selain itu, selama seks pikiran wanita akan terdistraksi untuk lebih memikirkan hal-hal yang menyenangkan dan membuat gairah semakin memuncak. Intimasi seksual bisa membantu melepas stress dan penyakit dari pikiran wanita (dan juga pria), contohnya kram perut.

Pengalaman gairah seksual dan orgasme juga mengubah reaksi kimiawi dari tubuh seseorang. Wanita dan pria, keduanya akan melepaskan oksitosin, dopamin, dan endorfin lainnya yang terkait dengan perasaan senang, puas, dan bahagia. Tentu sulit rasanya untuk merasa kesal menahan sakit saat merasa begitu bahagia.

Masih seputar rasa sakit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita bisa mempersepsikan sakit dan perasaan tidak nyaman dengan berbeda saat mereka merasa sedang terangsang. Dengan demikian, ada kemungkinan besar bahwa aktivitas seksual bisa membantu tubuh wanita untuk bereaksi terhadap sinyal rasa sakit berbeda dari biasanya.

Mempercepat masa haid Anda

Dilansir dari ABC News, saat orgasme, rahim Anda akan terus menegang dan selama prosesnya, akan ikut meluruhkan lebih banyak jaringan dan sisa darah dengan lebih cepat, sehingga memperpendek menstruasi bulanan Anda.

Posisi misionaris saat berhubungan seks juga telah terbukti membantu menurunkan risiko endometriosis, kondisi medis umum di mana jaringan rahim berkembang di luar rahim yang bisa menyebabkan nyeri dan sakit selama berhubungan seks.

Mungkin Anda tidak bisa bersantai karena terlalu khawatir akan bocor? Seks saat menstruasi terkadang bisa jadi berantakan, jika Anda tidak mengambil langkah pencegahan. Alasi dengan handuk atau seprai lama, misalnya.

Lubrikasi alami

Sebelum Anda merespon dengan jijik, pahami ini dulu: Ya, menstruasi adalah perdarahan, dan mungkin tampak menyeramkan jika harus melihat partner Anda ‘bersimbah’ darah selama hubungan seks. Tapi, darah menstruasi yang Anda lihat sebenarnya hanyalah sisa-sisa dinding rahim Anda yang luruh.

Dikutip dari WebMD, wanita pada umumnya akan kehilangan hanya 4-12 sendok teh darah setiap bulannya. Tidak sebanyak yang Anda pikirkan selama ini.

Santai saja dan coba untuk yakinkan diri Anda bahwa darah yang mungkin keluar saat Anda berhubungan seks adalah tambahan pelumas alami. Pelumas yang berbasis air dan silikon aman bagi seks itu sendiri dan bagi ketahanan kondom. Sebaliknya, pelumas berbasis minyak dapat merusak kondom, meningkatkan risiko sobek, dan tidak dianjurkan digunakan dengan kondom lateks.

Masih belum yakin? Seks pada hari-hari normal pada dasarnya juga menjijikan, dengan campuran keringat, liur, cairan tubuh, dan bebauan semua menjadi satu. Tapi, hal ini tidak pernah menghentikan Anda sebelumnya, bukan?

Dilansir dari TIME, menurut sebuah penelitian dari University of Groningen, manusia — khususnya wanita — mungkin bisa saja mengabaikan segala faktor menjijikan yang terkait dengan seks saat mereka terangsang. Sinyal gairah seks akan menimpa respon jijik alami tubuh dan mengurangi keengganan untuk memungkinkan seseorang berpartisipasi dalam perilaku yang biasanya dinilai menjijikan atau jorok.

Namun, tetap ada risikonya

Penting untuk tetap melalukan seks aman saat Anda sedang menstruasi karena Anda masih bisa mendapatkan atau menularkan penyakit kelamin seperti HIV selama masa ini, menurut CDC US, dilansir dari Everyday Health.

Virus penyakit mungkin ada dalam darah menstruasi. Oleh karena itu, dokter sangat menyarankan menggunakan kondom untuk mengurangi risiko ini. Lauren Streicher, MD, profesor klinis asosiasi kebidanan dan ginekologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine di Chicago, mengatakan bahwa ada dua alasan untuk risiko ini. “Setiap cairan tubuh dapat membawa HIV atau infeksi menular lainnya, dan selama periode menstruasi Anda, leher rahim akan terbuka sedikit, yang mungkin memungkinkan virus lebih mudah untuk masuk.”

Anda juga mungkin lebih rentan terhadap beberapa infeksi saat menstruasi. Vagina mempertahankan tingkat pH 3,8-4,5 sepanjang bulan, menurut American Congress of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG). Tapi saat menstruasi, tingkat  tingkat pH vagina akan meningkat akibat terpengaruh oleh pH darah yang lebih tinggi. Pada kondisi ini ragi mampu berkembang lebih pesat.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Awas, Pria yang Kecanduan Pornografi Malah Berisiko Alami Impotensi

    Berapa kali Anda menonton pornografi dalam seminggu? Hati-hati, lho. Para ahli menguak kalau kecanduan pornografi berdampak pada risiko disfungsi ereksi.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 11 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Normalkah Jika Darah Haid Saya Berwarna Cokelat?

    Meski pada umumnya darah menstruasi berwarna merah pekat, ada beberapa warna darah haid yang perlu Anda waspadai. Ini mungkin berisiko pada kesehatan Anda

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Fakta Unik 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    Manfaat Senam Kegel untuk Stamina Seks Pria dan Cara Melakukannya

    Meski senam kegel sudah lama dikenal efektif untuk mengencangkan vagin.Namun, ternyata senam kegel juga memiliki manfaat untuk stamina seks pria.

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kapan Kista Ovarium Dianggap Bahaya dan Harus Dioperasi?

    Kista sebenarnya bukan masalah serius karena dapat hilang sendiri. Tapi, ada juga kista yang perlu perawatan khusus. Kapan kista ovarium harus dioperasi?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Tips Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pasangan malu berhubungan intim

    6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    Alergi Sperma

    Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    pubertas atau masa puber

    Ciri-Ciri Pubertas pada Remaja Perempuan dan Laki-laki

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 20 September 2020 . Waktu baca 12 menit
    Suami Istri Jarang Berhubungan Intim

    Lakukan Hal Ini Saat Pasangan Menolak Berhubungan Seks

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit