Gigitan Ular (Tidak Beracun)

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Juli 2020 . Waktu baca 2 menit
Bagikan sekarang

1. Definisi

Apa itu gigitan ular tidak beracun?

Kebanyakan gigitan ular yang tidak berbisa berasal dari ular peliharaan. Biasanya semua ular yang dijadikan hewan peliharaan tidak berbahaya.

Apa saja tanda dan gejalanya?

Tanda dan gejala termasuk nyeri ringan di area gigitan yang disebabkan oleh tusukan dari taring ular.

2. Cara menangani

Apa yang harus saya lakukan?

Biasanya, gigi kecil ular meninggalkan bekas cakaran yang bahkan tidak menusuk kulit. Anda bisa membersihkan luka dengan sabun dan air. Anda tidak memerlukan perban untuk jenis luka ini. Jika kulit tertusuk taring ular, minta suntik tetanus pada dokter jika anak Anda belum mendapat suntik tetanus lebih 5 tahun.

Kapan saya harus ke dokter?

Panggil dokter jika Anda mengalami gejala lain dalam 6 jam setelah digigit.

3. Pencegahan

Untuk menghindari gigitan ular:

  • Hindari daerah tempat ular dapat bersembunyi, seperti di bawah batu dan kayu.
  • Meskipun sebagian besar ular tidak berbisa, hindari bermain dengan ular apapun kecuali Anda telah dilatih dengan baik.
  • Jika Anda sering mendaki, pertimbangkan untuk membeli obat dan peralatan anti gigitan ular. Jangan gunakan peralatan anti gigitan ular jadul yang terdiri dari pisau silet dan alat hisap.
  • Jangan memprovokasi ular. Serangan ular terjadi ketika ular merasa terancam.
  • Ketuk jalan di depan Anda dengan tongkat sebelum memasuki area di mana Anda tidak bisa melihat kaki Anda, supaya Anda tidak menginjak ular secara tidak sengaja. Ular akan mencoba untuk menghindari Anda jika mereka diberikan cukup peringatan.
  • Ketika hiking di area yang dikenal terdapat ular, pakailah celana panjang dan sepatu jika memungkinkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Kebanyakan kasus kepala bayi terbentur tidak bersifat fatal. Untuk membantu pemulihan dan menangani luka yang muncul di rumah, perhatikan panduan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Kejang Dengan Demam (Kejang Febrile)

Kejang febrile terkadang dialami anak-anak ketika sedang demam tinggi. Jika terjadi pada anak Anda, langkah ini dapat Anda lakukan.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Pertolongan Pertama 21 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

Saat anak kejang, ini pasti adalah hal yang sangat menakutkan bagi orang tua. Jangan panik, ini yang harus segera Anda lakukan untuk menolongnya.

Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Parenting, Tips Parenting 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perkembangan anak 16 tahun

Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit
iga nefropati penyakit berger

Nefropati: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit
telinga kemasukan serangga

Pertolongan Pertama Ketika Telinga Kemasukan Serangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit
syok anafilaksis adalah

Syok Anafilaksis, Reaksi Alergi Parah yang Membahayakan Nyawa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit