7 Perawatan Vagina Agar Tidak Mudah Lembap dan Berkeringat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Perawatan vagina adalah hal yang wajib diketahui kaum perempuan. Lembap dan berkeringat di daerah kewanitaan bisa jadi merupakan keresahan utama yang kerap membuat rasa percaya diri menurun. Sebenarnya, keringat merupakan reaksi umum ketika tubuh ingin mendinginkan diri. Tak peduli ketika berolah raga, duduk di dalam mobil, atau mengenakan pakaian berlapis, berkeringat tak bisa Anda hindari. Lantas bagaimana cara merawat vagina agar tidak mudah lembap dan berkeringat? 

Perawatan vagina agar tak mudah lembap dan berkeringat

Beberapa bagian tubuh Anda memang lebih mudah berkeringat dibandingkan dengan yang lain. Area vagina terutama lebih sering berkeringat karena memiliki banyak kelenjar keringat, berambut, dan hampir selalu tertutup.

Dilansir dari Healthline, berikut cara sederhana untuk melakukan perawatan vagina agar tetap bersih dan kering:

1. Kenakan celana dalam yang menyerap keringat

Celana dalam yang berbahan menyerap keringat, seperti katun dan linen, akan menarik embun air dari kulit dan mengeluarkannya sebagai uap melalui pori-pori kain. Hal ini membantu bahan pakaian bagian dalam tetap kering. 

Sebaiknya pilih juga celana dalam yang khusus dapat menyerap bau, agar miss V Anda dapat segar sepanjang hari.

Hindari memilih celana dalam yang berbahan sintetis seperti poliester karena bahan ini tidak memungkinkan kulit ‘bernapas’ bebas. Bukannya membiarkan keringat untuk menguap, bahan ini justru menahan keringat dan membuatnya terjebak di antara kulit Anda. 

2. Kenakan pakaian longgar 

Anda mungkin sangat suka mengenakan skinny jeans, tapi manfaatnya mungkin lebih sedikit daripada akibatnya, khususnya untuk vagina Anda. Semua pakaian yang ketat di selangkangan akan membuat Anda merasa lebih gerah dan berkeringat. 

Celana yang longgar akan mencegah gesekan di antara kedua paha Anda dan membiarkan udara masuk. Cobalah mengganti skinny jeans Anda dengan jogger longgar atau kulot. 

3. Ganti celanan dalam setiap habis berkeringat

Seharian mengenakan pakaian dalam yang lembap karena keringat akan membuka kesempatan yang lebar bagi jamur untuk berkembang biak. Jamur alias ragi vagina adalah jenis jamur yang tumbuh subur di lingkungan hangat dan lembap.

Hal ini bisa membuat vagina Anda terasa gatal, terbakar, dan menimbulkan tanda infeksi karena ragi. 

Anda bisa mengurangi kemungkinan infeksi akibat ragi dengan mengganti celana dalam setiap kali Anda habis beraktivitas yang menguras keringat. Bawalah pakaian ganti ke kantor, gym, atau ke mana pun Anda pergi.

4. Cukur rambut di sekitar vagina

Rambut kemaluan sebenarnya bermanfaat untuk mengurangi gesekan dari pakaian ketat dan menyingkirkan keringat dari kulit Anda. Namun, rambut tersebut juga mengumpulkan banyak bakteri yang bisa menginfeksi. 

Jika Anda begitu berkeringat di daerah kewanitaan Anda, cobalah sering-sering cukur rambut kemaluan Anda agar tetap pendek. Tidak perlu sampai mencukur habis atau Brazilian waxing agar vagina Anda 

5. Cuci dengan sabun netral

Rutin mandi dua kali sehari dengan sabun dan air sebenarnya cukup untuk perawatan vagina agar tidak cepat berkeringat. Namun untuk mencuci vagina, jangan paai sembarang sabun. 

Daerah di sekitar bagian luar vagina (vulva) terdiri dari jaringan halus dan sensitif. Pastikan Anda menggunakan sabun yang lembut, mengandung sangat sedikit bahan kimia, dan yang bersifat melembapkan. 

6. Tak perlu gunakan panty liner kecuali darurat

Jika Anda tak membawa celana dalam pengganti ketika berpergian, Anda mungkin membutuhkan panty liner untuk menyingkirkan kelembapan. Namun, panty liner juga bisa membuat Anda lebih berkeringat. Sebagai solusi untuk perawatan vagina, Anda bisa menggunakan panty liner dengan bahan 100% katun. 

7. Keringkan daerah kewanitaan Anda dengan tisu

Sebagai perawatan vagina, pastikan Anda selalu siap sedia membawa cadangan tisu kering ke mana pun Anda berada. Keringkan area vagina dengan tisu setiap kali Anda merasa keringatan dan/atau sehabis BAK dan BAB agar vagina tidak terus-terusan terasa lembap.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengulik Fungsi dan Organ Penting Dalam Sistem Reproduksi Manusia

Dengan mengenal sistem reproduksi manusia, Anda dapat mengetahui dengan pasti bagaimana cara menjaga kesehatan tubuh Anda sendiri.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 16/02/2019 . Waktu baca 7 menit

7 Penyebab Vagina Bengkak yang Tak Boleh Disepelekan

Vagina termasuk salah satu organ yang bisa mengalami pembengkakan. Saat vagina bengkak Anda tak boleh menyepelekannya dan harus segera ditangani dokter.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 01/02/2019 . Waktu baca 4 menit

Mau Miss V Terus Harum, Bolehkah Pakai Produk Pewangi Vagina?

Wanita mana yang tak mau area intimnya bersih dan wangi. Maka itu, tak sedikit wanita yang menggunakan pewangi vagina. Namun, amankah produk ini digunakan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 19/01/2019 . Waktu baca 4 menit

Serba-serbi Oogenesis, Proses Pembentukan Sel Telur Wanita

Bisa dikatakan, proses oogenesis adalah tahapan awal dari serangkaian proses reproduksi pada wanita. Cari tahu proses oogenesis dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/11/2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tidak Semua Perawatan Vagina Baik untuk Kesehatan, Ini 4 yang Bahaya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . Waktu baca 6 menit
masker vagina

Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagian vagina yang tidak dan boleh dibersihkan

Bagian Vagina yang Boleh dan Tidak Boleh Dibersihkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16/12/2019 . Waktu baca 4 menit
kapan membersihkan vagina

3 Waktu yang Tepat untuk Membersihkan Vagina, Selain Setelah Buang Air

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14/09/2019 . Waktu baca 3 menit