Awas, Ini Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Gula Darah Anda Terlalu Tinggi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/06/2020 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Mengontrol kadar gula darah adalah hal yang tak mudah,bukan hanya bagi penderita diabetes, tapi juga bagi orang yang sehat. Kadar gula darah bisa melonjak tinggi tiba-tiba, padahal Anda sudah bersusah payah untuk mengontrol asupan makan. Lalu, apa yang bisa terjadi jika kadar gula darah terlalu tinggi? Bagaimana tanda-tandanya?

Berapa kadar gula darah yang dianggap tinggi?

Bagi Anda yang memiliki riwayat diabetes maupun tidak,, penting bagi Anda untuk selalu mengontrol kadar gula darah. Hal ini dilakukan agar fungsi tubuh bisa berjalan dengan baik.

Kadar gula darah yang diambil secara acak (disebut ‘gula darah sewaktu’ atau ‘gula darah acak’) yang normal adalah di bawah 200 mg/dl. Namun, lebih bagus jika Anda menjaganya dalam rentang 70-150 mg/dl, dilansir dari WebMD.

Kadar gula darah di bawah 70 mg/dl menandakan kadar gula darah yang sangat rendah. Sementara yang dikatakan kadar gula darah tinggi adalah jika kadar gula darah acak Anda sudah lebih dari 200 mg/dl.

Jika kadar gula darah Anda sudah lebih dari 240 mg/dl, bisa dikatakan kadar gula darah Anda sudah terlalu tinggi. Dan, jika kadar gula darah acak sudah menyentuh angka lebih dari 300 mg/dl saat Anda cek dua kali berturut-turut, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Apa saja tanda jika gula darah terlalu tinggi?

Kadar gula darah yang terlalu tinggi bisa terjadi saat tubuh Anda tidak memiliki insulin yang cukup atau tidak bisa menggunakan insulin dengan baik. Akibatnya, sel tidak dapat menyerap glukosa (dari makanan) padahal glukosa diperlukan untuk menghasilkan energi dalam tiap sel tubuh. Sehingga, glukosa (gula) menumpuk dalam darah.

Hal ini bisa terjadi saat Anda makan terlalu banyak (terutama makanan dengan gula tinggi), lupa minum obat diabetes, stres, sedang sakit atau mengalami infeksi, dan tidak banyak berolahraga atau bergerak aktif.

Kadar gula darah yang terlalu tinggi (juga disebut hiperglikemia) bisa ditandai dengan:

  •   Rasa haus atau kelaparan meningkat
  •   Sering buang air kecil
  •   Sakit kepala
  •   Kelelahan sampai ingin pingsan
  •   Penglihatan kabur
  •   Mual dan muntah
  •   Penurunan berat badan

Apa yang akan terjadi jika gula darah terlalu tinggi?

Kadar gula darah terlalu tinggi sebenarnya bisa diobati dengan mudah, sehingga gula darah bisa normal kembali. Namun, jika dibiarkan terus menerus menjadi sangat tinggi atau tetap tinggi dalam waktu lama, kadar gula darah terlalu tinggi dapat berpotensi bahaya.

Kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan komplikasi diabetes, seperti:

  •   Ketoasidosis diabetik. Hal ini terjadi saat tubuh tidak bisa menggunakan gula sebagai energi, sehingga tubuh akan menggunakan lemak sebagai energi dalam waktu lama. Jika terus dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan koma diabetes. Ketoasidosis diabetik.
  •   Hiperosmolar hiperglikemik. Hal ini terjadi saat gula darah sangat tinggi, sehingga tubuh akan berusaha menghilangkan kelebihan gula darah melalui urine. Anda akan sering buang air kecil sampai Anda bisa mengalami dehidrasi berat. Biasanya hiperosmolar hiperglikemik terjadi pada orang dengan diabetes tipe 2.

Pilih makanan dengan bijak agar gula darah tidak melonjak tinggi

Gula darah sangat dipengaruhi oleh makanan yang Anda makan. Ya, karena memang Anda mendapatkan gula dari makanan. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengontrol makanan yang Anda makan agar gula darah tetap terkontrol.

Jika Anda mempunyai diabetes, Anda disarankan untuk selalu makan teratur dan mengontrol makanan yang Anda makan, termasuk jenis dan porsinya. Hindari selalu makanan atau minuman yang mengandung gula tinggi, seperti kue manis, biskuit, cokelat, sirup, dan lainnya.

Tak hanya makanan utama, makanan selingan pun harus Anda perhatikan. Buah bisa menjadi makanan selingan yang baik untuk Anda. Atau, Anda juga bisa memilih produk snack yang aman untuk diabetes.

Pilihlah cemilan yang memiliki indeks glikemik rendah, sehingga tidak akan menyebabkan lonjakan tinggi pada gula darah Anda. Hal ini karena cemilan yang terbuat dari kedelai yang tinggi serat dan protein sehingga akan dicerna perlahan oleh tubuh. Juga, dapat membuat Anda kenyang lebih lama, sehingga Anda bisa lebih mengontrol nafsu makan Anda. Konsumsi satu bar cemilan kedelai sekitar 2 jam sebelum makan besar juga dapat membantu mengurangi asupan karbohidrat berlebih.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Panjang Umur Jika Anda Menderita Diabetes

Diabetes dulu disebut "penyakit orang tua" karena banyak menyerang orang-orang usia senja. Tapi sekarang lebih banyak penderita diabetes yang mati muda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Diabetes, Health Centers 14/11/2019 . 5 mins read

10 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

Anda bisa mencegah penyakit diabetes. Namun, apa saja tindakan pencegahan diabetes yang bisa Anda lakukan? Baca lebih jelasnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Diabetes, Health Centers 14/11/2019 . 11 mins read

Diabetes Tidak Bisa Disembuhkan, Lalu Bagaimana Cara Mengontrolnya?

Meski cara mengontrol diabetes kedengarannya sulit, sebenarnya ada langkah-langkah sederhana yang bisa Anda ikuti. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Diabetes, Health Centers 13/11/2019 . 5 mins read

Panduan Tepat Merawat Anak yang Mengidap Diabetes

Menghadapi diabetes pada anak tentu tidak mudah. Namun, tak berarti mustahil dilakukan. Simak dulu 4 tips cerdas saat mengasuh anak dengan diabetes berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Diabetes, Health Centers 13/11/2019 . 7 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

kopi filter mengurangi risiko diabetes

Kopi Filter Berpotensi Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . 4 mins read
pengaruh sensitivitas insulin

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020 . 4 mins read
alat tes gula darah

Bagaimana Strip Test Gula Darah Bisa Mengetahui Kadar Gula Kita?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020 . 5 mins read
merawat orangtua yang sakit diabetes

Panduan Merawat Orangtua yang Sakit Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15/11/2019 . 4 mins read