Olahraga Berlebihan Justru Bikin Berat Badan Naik! Bagaimana Bisa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15/02/2018 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Seperti kata pepatah, “Segala yang berlebihan itu tidak baik”. Hal ini pun berlaku juga pada olahraga dan aktivitas fisik. Banyak orang mati-matian melakukan olahraga dengan meningkatkan porsi latihan demi mendapatkan berat badan yang ideal. Sayangnya, olahraga berlebihan justru membuat berat badan naik. Kenapa bisa begitu? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Mengapa olahraga berlebihan justru menaikkan berat badan?

Pada dasarnya, setiap aktivitas fisik akan mempengaruhi berbagai fungsi dan proses yang terjadi dalam tubuh. Namun, pengaruh yang terjadi pada setiap orang tidak sama. Hal ini bisa terjadi karena perbedaan kadar hormon yang dimiliki setiap orang akan memengaruhi bagaimana lemak akan dibakar oleh tubuh (metabolisme). Nah, proses tersebutlah yang membuat hasil pembakaran lemak pada setiap orang berbeda-beda, meskipun melakukan jenis dan waktu olahraga yang sama.

Meski begitu, secara umum ada beberapa alasan mengapa olahraga berlebihan justru menaikkan berat badan Anda, yaitu:

1. Makan lebih banyak setelah olahraga

Disadari atau tidak, olahraga berlebihan membuat tubuh jadi sangat lelah. Akibatnya, Anda jadi lebih cepat lapar karena asupan energi sudah terkuras habis. Nah, kondisi yang demikian justru membuat Anda makan dengan porsi yang lebih banyak.

Belum lagi pemilihan makanan yang Anda konsumsi. Anda telah berolahraga keras untuk menghilangkan lemak-lemak di tubuh yang menumpuk. Sayangnya setelah itu, Anda justru makan makanan yang tinggi lemak, gula, dan karbohidrat. Bila Anda melakukan hal tersebut, jangan harap olahraga yang sudah Anda lakukan selama ini akan terlihat manfaatnya bagi tubuh Anda.

Itulah mengapa banyak ahli menyarankan agar porsi latihan dan jumlah asupan kalori diseimbangkan. Tujuannya supaya pembakaran lemak saat Anda olahraga bisa bekerja secara proposional, sesuai dengan kalori yang telah Anda konsumsi.

2. Stres

Olahraga adalah hal yang baik, tapi bisa juga membuat tubuh Anda stres. Jika Anda melakukan olahraga secara benar dengan dukungan nutrisi yang baik, istirahat yang cukup, serta pemulihan yang tepat, stres akibat efek samping dari olahraga bisa menguatkan Anda. Lebih tepatnya memperkuat tubuh Anda melawan stres lebih lanjut.

Namun, jika Anda melakukan olahraga secara berlebihan, keseimbangan tubuh Anda akan hilang. Hal ini membuat olahraga justru memberikan masalah bagi tubuh Anda, termasuk menyebabkan kenaikan berat badan. Pasalnya, pelepasan hormon kortisol yang tidak terkendali – hormon penyebab stres, dapat meningkatkan akumulasi lemak di sekitar perut sehingga memungkinkan berat badan Anda jadi naik.

3. Massa otot bertambah

Sebenarnya berat badan bisa naik meskipun Anda sudah melakukan latihan dengan serius dan rutin. Hal ini sangat mungkin terjadi. Namun, penambahan berat badan ini bukan semata-mata karena Anda semakin gemuk, melainkan karena massa otot Anda yang mengalami kenaikan. Ini terjadi karena massa otot lebih berat daripada lemak. Jadi, berat badan Anda akan naik meskipun lemak di dalam tubuh Anda sudah berkurang.

Oleh sebab itu, ada baiknya Anda menggunakan alat ukur khusus untuk menghitung kadar lemak serta massa otot di tubuh Anda. Biasanya, alat ukur khusus ini disediakan di pusat kebugaran atau gym.

4. Olahraganya tidak teratur

Anda mungkin melakukan olahraga intensitas tinggi dalam waktu yang lama. Sayangnya, Anda tidak melakukan kegiatan tersebut secara rutin teratur. Tidak berolahraga secara teratur dapat membuat usaha Anda jadi sia-sia karena tubuh Anda jadi tidak cukup tertantang untuk berusaha keras dalam membentuk otot dan membakar banyak kalori. Hal ini membuat lemak di dalam tubuh Anda semakin menumpuk, yang pada akhirnya berkontrisbusi terhadap kenaikan berat badan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . 6 mins read

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . 5 mins read

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 mins read
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read
Serangan jantung bersepeda

Hati-hati Serangan Jantung Saat Bersepeda Terutama untuk Pemula

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . 4 mins read
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 mins read