3 Kesalahan Dalam Memilih Sumber Energi Sebelum Main Bola

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019
Bagikan sekarang

Bermain di lapangan hijau selama 90 menit membutuhkan energi yang tinggi. Oleh karena itu, Anda harus pintar-pintar memilih menu makanan sehati-hari agar stamina Anda bisa terus terjaga sampai hari pertandingan tiba. Sayangnya, masih banyak orang yang keliru mengartikan panduan pemenuhan nutrisi pemain bola yang beredar di masyarakat. Misalnya saja, ada mitos yang melarang Anda untuk makan berat sebelum bertanding untuk mencegah perut mual saat berlari. Apakah benar demikian? Simak faktanya berikut ini.

Tips memenuhi nutrisi pemain bola: mana yang salah dan mana yang benar?

Mitos: Performa di lapangan tidak dipengaruhi oleh makanan

Salah. Kecukupan nutrisi pemain bola justru merupakan bagian paling penting yang harus benar-benar diperhatikan. Hampir semua penelitian tentang olahraga hingga saat ini menunjukkan bahwa makanan yang tinggi karbohidrat bisa meningkatkan performa atlet di lapangan.

Penelitian yang dilakukan di Swedia menemukan bahwa pemain sepak bola yang memiliki glikogen rendah hanya mampu bertahan di lapangan selama setengah pertandingan. Glikogen sendiri adalah hasil akhir dari glukosa dalam tubuh yang tersimpan dalam sel dan hati sebagai cadangan energi.  

Pada jaringan otot, glukosa yang tersimpan dalam bentuk glikogen dapat digunakan secara langsung oleh otot tersebut untuk menghasilkan tenaga. Sebanyak dua pertiga dari semua cadangan glikogen tubuh akan disimpan dalam otot. Glikogen yang tersimpan dalam otot akan mengalami penyusutan apabila seseorang melakukan olahraga berat dalam waktu yang lama.

Banyak pemain bola yang menganggap bahwa makanan tidak akan mempengaruhi performa mereka di lapangan, padahal semakin banyak karbohidrat yang dikonsumsi seorang atlet, semakin banyak daya tahan yang dimilikinya. Pemain sepak bola bisa  berlari lebih cepat dan lebih lama jika ia mengkonsumsi jumlah karbohidrat yang tepat. Pemain bola harus memilih makanan yang mengandung sekitar 40 persen karbohidrat, 40 persen lemak dan 20 persen protein.

Mitos: Apa yang Anda makan setelah pertandingan tidak penting

Salah. Mungkin Anda sering melihat pemain bola profesional atau pemain idola Anda makan makanan ringan seperti minuman soda, minuman manis, keripik kentang, permen, dan kentang goreng setelah pertandingan yang begitu melelahkan.

Sebenarnya, otot membutuhkan ‘pasokan bahan bakar’ selama satu atau dua jam setelah pertandingan. Makanan yang paling baik untuk dimakan setelah pertandingan adalah makanan yang tinggi karbohidrat agar otot mendapatkan cadangan glikogen yang cukup.

Sumber makanan yang mengandung karbohidrat tepat sangat dibutuhkan oleh pemain setelah pertandingan. Terlebih lagi jika jeda pertandingan berikutnya sangat singkat. Tapi ini bukan berarti Anda boleh menghabiskan satu lusin burger daging dan kentang goreng siap saji, lho! Ada baiknya Anda memilih sumber karbohidrat yang sehat, seperti karbohirat kompleks yang terdapat di makanan mengandung gandum utuh.

Mitos: Minum hanya jika merasa haus

Salah. Karena hanya fokus pada latihan atau pertandingan, Anda mungkin jadi tidak merasa membutuhkan air minum, padahal Anda yang aktif sebagai pemain bola tidak boleh minum hanya saat merasa haus. Manusia tidak akan merasakan kehausan dan membutuhkan air jika belum kehilangan sekitar dua persen berat badan karena keringat. Saat Anda merasakan kehausan, performa Anda dilapangan akan menurun tajam.

Pemain bola harus minum sebelum pertandingan dimulai, selama pertandingan pemain bola harus minum setiap 15-20 menit sekali jika memungkinkan, dan pada saat turun minum. Pastikan tim menaruh air minum di sepanjang garis tepi lapangan dan di dekat gawang sehingga pemain bisa dengan mudah mengambil minum saat ada penghentian permainan berlangsung.

Meskipun Anda bermain di udara yang cukup dingin, Anda akan tetap dehidrasi jika tidak mendapatkan asupan cairan yang mencukupi. Anda tidak boleh melupakan bahwa cairan adalah bagian dari nutrisi pemain bola yang sangat penting.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Olahraga untuk Anak Sebaiknya Mengutamakan Aerobik, Latihan Otot, Atau Keduanya?

Banyak pilihan olahraga untuk anak yang bisa dilakukan. Namun, adakah fokus olahraga tertentu yang baik dilakukan untuk anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina

Kenapa Saya Sering Haus? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Haus adalah pertanda bahwa tubuh memerlukan cairan. Namun, jika terlalu sering haus, apakah masih wajar? Apa saja penyebab orang sering haus?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji

7 Buah dan Sayur yang Wajib Dikurangi Selama Jalani Diet Rendah Karbohidrat

Menu diet rendah karbohidrat perlu disusun dengan tepat. Agar berhasil, kurangi asupan tujuh jenis buah dan sayur berikut dalam menu harian Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 12/07/2018

Berapa Banyak Karbohidrat yang Boleh Dikonsumsi Penderita Diabetes?

Karbohidrat sangat berpengaruh pada gula darah. Untuk itu, penderita diabetes harus memperhatikannya. Seberapa banyak karbohidrat untuk penderita diabetes?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala

Direkomendasikan untuk Anda

makanan indeks glikemik tinggi insomnia

Makanan dengan Kadar Indeks Glikemik Tinggi Bisa Picu Insomnia

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/12/2019
menelan ludah bikin haus

Kenapa Menelan Ludah Tidak Menghilangkan Haus?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2019
haus di malam hari

Sering Haus di Malam Hari? Jangan Abaikan Hal Ini, Bisa Jadi Tanda Penyakit!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 15/11/2018
nonton bola sehat

Ternyata, Nonton Pertandingan Bola Turunkan Risiko Demensia dan Depresi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 18/10/2018