Bahan Kimia Sunscreen Bisa Menyerap ke Kulit dan Darah, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Paparan sinar matahari yang berlebihan bisa menyebabkan sunburn. Kasus terburuknya, bahkan dapat memicu terjadinya kanker kulit. Itulah sebabnya, Anda perlu memakai sunscreen (tabir surya). Namun, studi baru-baru ini melaporkan jika bahan kimia pada sunscreen dapat masuk ke kulit dan mengalir dalam darah. Lantas, apakah ini berbahaya untuk kesehatan?

Studi: bahan kimia sunscreen dapat masuk ke darah

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Journal of American Medical Association (JAMA) tahun 2019 menemukan fakta baru mengenai tabir surya. Beberapa bahan kimia dari losion tersebut diketahui dapat menyerap ke dalam kulit, di antaranya:

  • Avobenzone
  • Oxybenzon
  • Octocrylene
  • Ecamsule

Peneliti mengamati sampel data dari 24 orang dewasa yang diminta memakai sunscreen sebanyak 4 kali sehari selama 4 hari. Tabir surya yang digunakan tersedia dalam berbagai bentuk, lotion, krim, atau semprot.

Tujuannya, untuk mengetahui seberapa banyak bahan kimia sunscreen yang diserap kulit dan bagaimana bahan kimia tersebut dapat bergerak dalam aliran darah selama losion digunakan.

Hasilnya menunjukkan bahwa konsentrasi bahan kimia meningkat dari hari pertama hingga hari keempat pemakaian tabir surya. Ada juga beberapa bahan kimia yang terus berada dalam darah, meski penggunaan tabir surya sudah dihentikan.

“Ya, semua tabir surya, dapat masuk dan menyerap ke dalam kulit pada tingkatan tertentu,” ujar Richard Tirbek, seorang ahli kulit di Advance Dermatology, seperti dikutip dari laman Health Line.

Ia kemudian menambahkan, “Bahan kimia penghalang sinar UV cenderung bersifat aditif, yang memungkinkan zat menyebar ke dalam kulit lebih mudah. Begitu juga dengan alkohol dalam bentuk losion atau semprotan aerosol akan mudah masuk ke dalam kulit jika digunakan pada kulit yang panas, berkeringat, atau sedang iritasi.”

pakai tabir surya

Lantas, apakah ini berbahaya?

Beredarnya hasil studi ini tentu meresahkan masyarakat. Untuk itu, dr. Tanya Nino, dokter kulit dari Rumah Sakit St. Joseph di California berpendapat bahwa para pengguna tabir surya tidak perlu panik.

Menurutnya, penelitian baru tersebut belum sempurna dan perlu diuji lebih lanjut. Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan yang berbasis di Amerika (FDA) juga belum menetapkan bahwa ada efek berbahaya yang dihasilkan oleh bahan kimia dari tabir surya.

Penelitian baru tersebut juga dianggap masih memiliki kekurangan, yaitu:

  • Penelitian tidak dirancang untuk menguji perbedaan penyerapan bahan kimia sunscreen pada jenis kulit dan usia tertentu.
  • Selama penggunaan tabir surya, peserta tidak terpapar sama sekali dengan panas, sinar matahari, maupun kelembapan. Padahal ketiga faktor tersebut dipercaya dapat mengubah tingkat penyerapan bahan kimia pada kulit.

Jadi, apakah pakai sunscreen itu aman?

Meski studi menemukan bahwa bahan kimia dapat menyerap ke dalam kulit dan mengalir di aliran darah, American Association of Dermatology menyebutkan bahwa pemakaian tabir surya masih tetap aman.

Sunscreen bahkan menjadi kunci untuk melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari. Bila Anda menggunakan tabir surya dengan kandungan SPF-30 atau lebih tinggi, Anda juga akan mendapatkan manfaat lain, yaitu:

  • Mengurangi risiko terjadinya kanker kulit yang disebabkan oleh paparan sinar UV yang berlebihan.
  • Mencegah kulit terbakar atau penurunan warna kulit (hiperpigmentasi).
  • Mengurangi timbulnya tanda-tanda penuaan pada kulit, seperti bintik hitam dan kerutan

Yang perlu Anda perhatikan adalah kandungan dari sunscreen. FDA menyebutkan bahwa bahan titanium dioksida dan zink oksida sangat aman untuk dipilih. Sementara itu, hindari sunscreen yang mengandung PABA (Para-aminobenzoic acid) atau tolamin salisilat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sebenarnya, Perlukah Pakai Asam Lemak Esensial untuk Merawat Wajah?

Minyak yang mengandung asam lemak esensial digunakan sebagai produk perawatan untuk kulit wajah. Sebenarnya, perlukah Anda menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Kecantikan 01/12/2019 . 4 mins read

4 Cara Ampuh Menghaluskan Kulit Kaki yang Kasar

Kulit kaki yang kering dan kasar pasti membuat Anda kurang percaya diri. Tenang ikuti cara menghaluskan kulit kaki yang kasar pada ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 26/10/2019 . 4 mins read

Double Cleansing Setiap Hari, Kunci Kulit Selalu Bersih dan Sehat

Banyak wanita yang belum menyadari pentingnya melakukan double cleansing setiap hari. Apa saja manfaat dari teknik double cleansing? Simak artikel berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Kecantikan 19/10/2019 . 4 mins read

Jangan Salah, Ternyata Pakai Losion Lebih Baik Saat Kulit Basah

Menggunakan body lotion saat kulit masih dalam keadaan basah sehabis mandi ternyata jauh lebih bermanfaat, lho. Simak ulasan lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Perawatan Kulit, Hidup Sehat, Kecantikan 01/10/2019 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

glass skin

5 Langkah Wujudkan Kulit Bening Bercahaya ala Glass Skin

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 03/05/2020 . 4 mins read
merawat kulit saat karantina

Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . 6 mins read
manfaat minyak biji rosehip

8 Manfaat Minyak Rosehip untuk Kecantikan Kulit

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 14/04/2020 . 5 mins read
manfaat mugwort

Manfaat Tanaman Mugwort untuk Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 17/03/2020 . 3 mins read