home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sering Menggoyangkan Kaki Tanpa Sadar? Bisa Jadi Sindrom Kaki Gelisah

Sering Menggoyangkan Kaki Tanpa Sadar? Bisa Jadi Sindrom Kaki Gelisah

Sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome) atau juga dikenal sebagai penyakit Willis-Ekbom, adalah gangguan sistem saraf yang menyebabkan dorongan tidak tertahankan untuk menggerakkan kaki. Hal ini juga dapat menyebabkan adanya sensasi geli di kaki, betis, dan paha. Sensasi sering kali memburuk di sore dan malam hari. Sensasi ini tidak hanya dapat dirasakan di kaki, tapi juga di lengan. Sindrom kaki gelisah juga terkait dengan hentakan paksa dari kaki dan lengan, yang dikenal sebagai gerakan tungkai periodik dalam tidur.

Penyebab sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome)

Dalam kebanyakan kasus, dokter tidak mengetahui penyebab sindrom ini, namun gen diduga memainkan peran. Hampir setengah dari penderita sindrom ini memiliki anggota keluarga dengan kondisi tersebut. Faktor-faktor lain yang terkait dengan memburuknya sindrom kaki gelisah, meliputi:

  • Penyakit kronis. Penyakit kronis dan kondisi medis tertentu, seperti kekurangan zat besi, penyakit Parkinson, gagal ginjal, diabetes, dan neuropati perifer sering termasuk gejala kaki gelisah. Mengobati kondisi ini dapat membantu mengatasi restless leg syndrome.
  • Obat. Beberapa jenis obat, termasuk obat anti mual, obat antipsikotik, beberapa antidepresan, serta obat dingin dan alergi yang mengandung antihistamin penenang dapat memperburuk gejala.
  • Kehamilan. Sebagian wanita hamil biasanya mengalami restless leg syndrome selama kehamilan, terutama pada trimester terakhir. Gejala biasanya hilang dalam waktu satu bulan setelah melahirkan.

Faktor-faktor lain, seperti penggunaan alkohol dan kurang tidur juga dapat memicu gejala atau membuat sindrom lebih buruk. Memperbaiki pola tidur atau menghentikan penggunaan alkohol, dalam kasus ini dapat meringankan gejala.

Tanda-tanda sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome)

Tanda-tanda yang dapat dikenali, antara lain:

1. Dorongan yang kuat untuk menggerakkan kaki

Orang-orang yang merasakan dorongan ini merasa bahwa mereka harus menggerakkan kaki, dan sering disertai dengan sensasi tidak nyaman. Beberapa kata yang dapat digunakan untuk menggambarkan sensasi ini termasuk gatal, geli, merinding, atau tertarik.

2. Keinginan menggoyangkan kaki membuat Anda

Sejumlah besar orang yang memiliki restless leg syndrome juga memiliki gerakan tungkai periodik selama (PLMS). PLMS adalah gerakan berulang yang terjadi setiap 20-30 detik dan terus berulang sepanjang malam, sehingga menyebabkan sulit untuk tidur. Ini sebenarnya tidak termasuk dalam kriteria diagnosis, namun dokter dapat menggunakannya untuk mendukung diagnosis.

3.Anda akan merasa lebih baik ketika Anda menggoyangkan kaki

Jika sensasi tidak nyaman hilang setelah Anda menggoyangkan kaki Anda, maka ini adalah tanda lain dari restless leg sybdrome. Gejala dapat hilang seluruhnya atau hanya sebagian, namun Anda pasti akan merasa lebih baik segera setelah memulai aktivitas. Gejala akan hilang selama Anda terus menggerakkan kaki.

4. Keinginan menggoyangkan kaki akan lebih parah saat Anda beristirahat

Jika Anda menderita restless leg syndrome, semakin lama Anda beristirahat, maka semakin besar peluang terjadinya gejala. Selain itu, Anda juga akan merasakan gejala semakin memburuk di malam hari. Jika gejala tidak memburuk di malam hari, maka Anda mungkin tidak memiliki sindrom kaki gelisah ini. Beberapa penderita juga dapat memiliki gejala yang parah di siang hari.

Bagaimana cara mengatasi sindrom kaki gelisah?

Pengobatan untuk restless leg syndrome ditargetkan pada pengurangan gejala. Penderita sindrom kaki gelisah yang ringan maupun berat harus melakukan perubahan gaya hidup, seperti memulai program olahraga teratur, membangun pola tidur yang teratur, dan menghilangkan atau mengurangi penggunaan kafein, alkohol, dan tembakau, untuk membantu pengobatan. Selain itu, beberapa perawatan non-obat bisa Anda lakukan, seperti:

  • Pijat kaki.
  • Mandi air hangat.
  • Kompres panas atau es batu.
  • Pola tidur yang baik.

Obat dapat membantu sebagai pengobatan restless leg syndrome, namun tidak semua obat dapat membantu setiap orang. Bahkan, obat yang dapat mengurangi gejala pada satu orang, malah memperburuk gejala orang yang lain. Dalam kasus lain, obat yang bekerja untuk sementara waktu mungkin dapat kehilangan efektivitasnya dari waktu ke waktu. Obat yang dapat digunakan untuk mengobati sindrom kaki gelisah, mencakup:

  • Obat dopaminergik.
  • Benzodiazepin.
  • Narkotik penghilang rasa sakit.
  • Antikonvulsan (obat antikejang).

Meskipun sindrom kaki gelisah tidak dapat diobati, namun pengobatan sementara dapat membantu Anda dalam mengontrol kondisi, menurunkan gejala, dan meningkatkan kualitas tidur.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

5 Signs You May Have Restless Leg Syndrome http://www.health.com/health/gallery/0,,20532457,00.html/view-all. Accessed November 01, 2016.

Restless Leg Syndrome http://www.webmd.com/brain/restless-legs-syndrome/restless-legs-syndrome-rls#1. Accessed November 01, 2016.

Restless Leg Syndrome http://www.nhs.uk/conditions/Restless-leg-syndrome/Pages/Introduction.aspx. Accessed November 01, 2016.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adinda Rudystina Diperbarui 10/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x