Penyebab dan Cara Mengatasi Perut Kembung Saat Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Tak sedikit perubahan tubuh yang dialami ibu saat sedang hamil. Perut yang tadinya jarang bermasalah bahkan tiba-tiba bisa terasa kembung. Sebenarnya, normalkah kondisi perut kembung saat hamil?

Mari cari tahu lebih lanjut apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi perut yang kembung saat hamil ini!

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Kenapa perut bisa kembung saat hamil?

Batas usia subur wanita bisa hamil

Kehamilan selalu memberi kejutan baru, khususnya bagi Anda yang pertama kali menjalaninya. Nah, perut kembung sebetulnya merupakan salah satu tanda-tanda hamil yang tidak banyak disadari. 

Berikut penyebab perut kembung saat hamil yang perlu Anda tahu:

1. Perubahan hormon

Perut kembung bisa terasa di awal kehamilan akibat perubahan kadar hormon di dalam tubuh, mengutip dari American Pregnancy Association

Ya, pengaruh tinggi hormon progesteron pada tubuh ibu hamil kerap menjadi penyebab perut kembung.

Kenaikan kadar progesteron dapat membuat jaringan otot polos di sepanjang saluran cerna menjadi lebih rileks.

Otot-otot yang lemas membuat kerja setiap organ cerna cenderung melambat untuk mencerna makanan.

Makanan yang menumpuk terlalu lama dalam usus kemudian akan terus menghasilkan gas yang menempati sebagian besar rongga perut.

Kelebihan gas dalam perut inilah yang membuat ibu hamil sering merasa kembung. Ibu hamil bahkan bisa jadi sering sendawa dan buang-buang angin (kentut) akibat adanya penumpukan gas ini.

2. Ukuran perut semakin membesar

Selain itu, perut juga bisa terasa kembung saat usia kehamilan sudah memasuki trimester ketiga.

Di masa kehamilan ini, rahim sudah berukuran sangat besar dan meregang untuk memudahkan perkembangan janin.

Rahim yang terus membesar akan menekan organ pencernaan yang ada di sekitarnya. Ketika organ pencernaan terhimpit, alur kerjanya mungkin jadi tidak selancar biasanya.

Maka itu, Anda lebih rentan mengalami masalah pencernaan saat hamil, seperti sembelit yang gejala utamanya adalah perut kembung. 

Cara mengatasi perut kembung saat hamil

makan jamur saat hamil

Perut kembung umumnya tidak membutuhkan pengobatan medis khusus, termasuk jika kondisi ini terjadi saat hamil.

Ini karena keluhan perut kembung sebenarnya normal dan bisa mereda sendirinya hanya dengan perawatan rumahan yang tepat.

Agar cepat sembuh dan kembali nyaman, cara berikut dinilai efektif untuk mengatasi perut kembung yang terjadi saat hamil:

1. Minum banyak air

Minum air yang cukup setiap hari dapat membantu melancarkan sistem pencernaan dan menghindari sembelit saat hamil.

Sembelit atau susah buang air besar ini sering disertai gejala perut kembung.

Selain mencegah perut kembung saat hamil, minum cukup air juga dapat membantu ibu tetap berstamina, tidak mudah capek, dan memelihara kesehatan kantung ketuban. 

Akan tetapi, Anda disarankan untuk minum perlahan-lahan agar keluhan perut kembung tidak semakin menyiksa.

2. Makan makanan berserat

Makanlah makanan seperti sayur bayam, biji-bijian, roti gandum, dan buah pepaya yang mengandung banyak serat. 

Makan makanan berserat yang dibarengi dengan cukup minum air dapat mencegah ibu mengalami sembelit saat hamil.

Saat mengalami sembelit, kerja pencernaan akan lebih lambat sehingga gas yang dihasilkan dari tumpukan sisa makanan akan lebih banyak mengisi perut. 

Itulah kenapa rutin makan makanan berserat dapat mencegah perut terasa kembung saat hamil.

3. Makan porsi kecil tetapi sering

Agar perut tidak terasa kembung saat hamil, menurut March of Dimes, ada baiknya untuk membiasakan makan dengan porsi kecil tapi lebih sering sejak awal mengandung.

Faktanya, semakin banyak makanan yang Anda lahap dalam waktu cepat, makin lama waktu yang dibutuhkan saluran pencernaan untuk mengolahnya dengan baik.

Terlebih lagi saat hamil, perubahan hormon tubuh cenderung membuat kerja sistem pencernaan menjadi lebih lambat.

Hal ini otomatis membuat usus semakin kesulitan untuk mencerna banyak makanan dalam waktu bersamaan.

Semakin lama dan banyak makanan yang menumpuk dalam usus, makin banyak gas yang dihasilkannya. Alhasil, gas akan tertahan terus di dalam perut dan menyebabkan sensasi kembung.

Selain untuk mencegah perut kembung, membiasakan sering makan dalam porsi kecil juga membantu menyediakan asupan gizi yang berkelanjutan bagi bayi serta mengontrol berat badan saat hamil.

4. Makan pelan-pelan

Ibu hamil mungkin terkadang harus makan cepat-cepat karena diburu waktu, misalnya karena ingin melakukan kegiatan tertentu.

Namun, kebiasaan makan terlalu cepat saat hamil tidak baik untuk pencernaan. Ini karena ketika Anda makan dengan cepat, artinya Anda juga menelan lebih banyak udara dalam setiap suapan. 

Alhasil, ada gas tambahan yang masuk ke dalam perut dan bercampur bersama gas yang dihasilkan oleh makanan. 

Kondisi ini yang kemudian membuat perut terasa kembung pada ibu hamil. 

Maka itu, cobalah untuk makan dan mengunyah makanan dengan lebih perlahan. Selain mencegah kembung, makan perlahan juga bisa mencegah Anda tersedak.

5. Kelola stres dengan baik

Siapa sangka stres atau cemas saat hamil juga bisa menjadi penyebab perut kembung?

Umumnya, cemas dan stres dapat membuat Anda makan lebih banyak dan lebih cepat tanpa sadar. Alhasil, semakin banyak makanan yang mengendap, semakin banyak pula udara yang mengisi perut. 

Jadi, disarankan untuk tetap santai, rileks, dan jauhi hal-hal penyebab cemas saat Anda hamil.

Perbanyak istirahat untuk merilekskan tubuh serta pikiran, misalnya dengan mencoba meditasi, tidur siang, atau bahkan mendengarkan musik favorit. 

6. Hindari makanan penyebab kembung

Ibu hamil memang disarankan untuk makan lebih sering dalam porsi yang lebih kecil agar perut tidak kembung. Namun, sebaiknya pilah-pilih juga menu makanan untuk ibu hamil.

Hindari berbagai makanan yang bisa menyebabkan penumpukan gas di dalam pencernaan, seperti brokoli, kembang kol, kangkung, sawi hijau, dan kacang-kacangan. 

Selama dimakan dalam porsi yang cukup, makanan-makanan tersebut memang dapat menyumbang nutrisi untuk ibu hamil

Hanya saja, jika dimakan terlalu sering dalam porsi yang berlebihan justru dapat menyebabkan perut Anda kembung saat hamil. 

Pasalnya, berbagai makanan tersebut mengandung sejenis gula kompleks yang sulit dihancurkan oleh tubuh.

Kandungan serat dan gula rafinasi yang tinggi dapat meningkatkan jumlah gas penyebab perut kembung.

7. Olahraga

Meski sedang hamil, Anda tetap harus banyak bergerak. Bukan hanya untuk menjaga kesehatan tubuh sendiri, olahraga untuk ibu hamil yang ringan seperti jalan kaki di pagi dan sore hari dapat melancarkan sistem pencernaan.

Ibu juga bisa melakukan olahraga bersepeda, senam saat hamil, maupun berenang saat hamil

Alhasil, gas yang ada di dalam pencernaan sebagai penyebab perut kembung bisa ikut bergerak keluar melalui kentut.

Kapan harus ke dokter?

payudara gatal saat hamil

Perut kembung saat hamil memang hal normal. Namun, ibu hamil tetap harus waspada apabila ada gejala lain yang menyertai.

Jangan sepelekan bila perut Anda terasa kembung disertai dengan sakit pada bagian panggul sembelit selama seminggu lebih. Jika kondisi ini terjadi, segera konsultasikan ke dokter. 

Dokter dapat mendiagnosis penyebabnya dan mencarikan solusi terbaik untuk kondisi Anda.

Dokter mungkin akan mengubah pola makan, meresepkan vitamin prenatal untuk ibu hamil, atau memberikan obat perut kembung.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Trimester 2 Kehamilan: Perkembangan Janin, Perubahan Fisik, Sampai Perbedaan Gairah Seksual

Dari 9 bulan kehamilan, trimester kedua adalah waktu yang paling “adem ayem” dan bisa dinikmati. Lantas, apa saja yang terjadi di kehamilan trimester 2?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Fungsi hormon FSH dan LH berperan penting pada sistem reproduksi pria dan wanita. Ketahui apa saja fungsi kedua hormon tersebut lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Detak jantung janin mulai berdegup di sekitar minggu keenam kehamilan, tapi kadang suaranya masih terlalu lemah untuk Anda bisa dengar. Kapan waktunya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hamil tua tapi belum kontraksi

Sudah Masuk Usia Hamil Tua, Tapi Kok Belum Kontraksi? Apakah Perlu Cemas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
perkembangan jantung janin

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
pembukaan persalinan

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit