Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Daun Saga

Daun Saga

Indonesia memiliki beragam tanaman yang dapat digunakan sebagai pengobatan tradisional, salah satunya tanaman saga atau rosary pea. Daun saga diyakini punya manfaat mengobati penyakit infeksi hingga menjaga fungsi ginjal. Ketahui apa saja potensi daun ini untuk kesehatan menurut penelitian, serta efek sampingnya.

Kandungan daun saga

manfaat daun saga

Daun saga atau rosary pea (Abrus precatorius) adalah tanaman merambat yang biasa tumbuh liar di hutan, ladang, halaman, dan tempat lain.

Daun ini mirip dengan daun asam jawa, bersirip ganjil sebanyak 7 – 24 pasang, berbentuk lonjong dan tumpul, serta berbulu.

Dalam pengobatan alternatif, daun saga umumnya digunakan sebagai jamu untuk mengobati epilepsi, batuk, dan sariawan.

Penelitian-penelitian terbaru menunjukkan bahwa daun saga memiliki potensi untuk kesehatan pada kandungan senyawa bioaktif yang dimilikinya.

Daun rosary pea mengandung senyawa flavonoid, abrin, kolin, trigonelin, dan sebagainya.

Kandungan tersebut diketahui memiliki potensi manfaat sebagai antimikroba, antikanker, antioksidan, hepatoprotektif (pelindung hati), dan kardioprotektif (pelindung jantung).

Secara lebih lengkapnya, kandungan aktif yang terdapat di dalam daun saga yaitu:

  • abrin,
  • trigonelin,
  • abruslakton A,
  • hemiploin,
  • abrusoside A,
  • abrusoside B,
  • abrusoside C,
  • abrusoside D,
  • arabinose,
  • galactose,
  • xylose,
  • kolin,
  • hypaphorine,
  • precatorine, dan
  • glycyrrhizin.

Manfaat daun saga

Penelitian yang khusus mengamati khasiat daun rosary pea pada manusia sebenarnya masih sangat terbatas.

Namun, sejumlah studi pada hewan menemukan potensi daun ini dalam mengatasi beberapa penyakit.

1. Mengatasi infeksi bakteri

Salah satu manfaat daun saga adalah sebagai antimikroba. Sifat ini berasal dari ekstrak daun, batang, dan minyak biji saga yang berpotensi mengatasi sejumlah bakteri.

Menurut riset dalam Journal of Advanced Biotechnology and Experimental Therapeutics (2020), ekstrak daun saga bisa mengurangi infeksi bakteri berikut.

  • Staphylococcus aureus: bakteri penyebab keracunan makanan.
  • Staphylococcus epidermidis: bakteri penyebab infeksi kulit.
  • Enterococcus faecalis: bakteri penyebab meningitis.
  • Streptococcus anginosus: bakteri penyebab gangguan pernapasan).
  • Corynebacterium spp: bakteri penyebab difteri.
  • Escherichia coli: bakteri penyebab gangguan pencernaan.
  • Klebsiella pneumoniae: bakteri penyebab pneumonia.
  • Proteus mirabilis: penyebab infeksi saluran kemih.
  • Pseudomonas aeruginosa: penyebab infeksi saluran kemih dan pneumonia.

Ringkasan

Pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak daun saga dalam air berpotensi menghambat semua bakteri, tetapi tidak berpengaruh pada penyebaran jamur.

2. Membantu pengobatan diabetes

Daun rosary pea juga dapat menjadi pengobatan herbal untuk diabetes.

Penelitian dari International Journal of Life Sciences and Biotechnology (2020) menunjukkan ekstrak metanol daun saga berpotensi menghambat enzim alpha-glucosidase.

Enzim ini berperan memecah karbohidrat menjadi glukosa di saluran pencernaan, sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah.

Metanol dalam daun saga bisa mencegah kenaikan gula darah yang disebabkan oleh aktivitas enzim alpha-glucosidase.

Ini menjadi alasan kenapa daun ini kerap digunakan untuk pengobatan tradisional diabetes tipe 2.

Namun, perlu untuk diketahui, penelitian ini sebatas uji in vivo atau pada hewan.

Maka dari itu, efek dan manfaatnya pada manusia langsung masih membutuhkan pengujian lebih lanjut.

3. Meredakan radang tenggorokan dan demam

hufagripp BP dewasa

Kandungan senyawa antimikroba dan saponin dari daun rosary pea bermanfaat sebagai obat herbal meningkatkan daya tahan tubuh.

Menurut sebuah ulasan lama dalam Journal of Zhejiang University, saponin memiliki potensi merangsang sistem kekebalan dan meningkatkan produksi antibodi.

Dari manfaat tersebut, daun saga sering digunakan sebagai obat herbal radang tenggorokan, suara serak, dan demam.

4. Menjaga fungsi hati

Kandungan isoorientin (ISO) dalam daun rosary pea diketahui sebagai salah satu senyawa yang serupa dengan flavonoid.

Kandungan ISO ini diketahui peneliti mampu melindungi hati (hepatoprotektif) dari kerusakan.

Sebuah riset dalam jurnal Bio Pharmacotherapy (2016) menunjukkan ISO kemungkinan bisa meregenerasi sel hepatoma (sel hati) dengan meningkatkan level Reactive Oxygen Species (ROS) antarsel.

Hal ini membantu hati memulihkan diri dari kerusakan. Pasalnya, ROS mengatur siklus kelangsungan hidup sel, baik kematian sel, perangsangan sel, maupun faktor-faktor terkait penyebab peradangan sel.

Namun, perlu untuk diketahui bahwa potensi ini baru ditemukan pada hewan, seperti tikus. Pengujian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan.

5. Mengobati sariawan

mencegah sariawan

Sejumlah senyawa dalam daun saga seperti precatorine dan abrus lakton memiliki potensi untuk menyembuhkan sariawan.

Sebuah riset lama pada hewan yang terbit dalam Phytomedicine menunjukkan kandungan percatorine dan abrus lakton mungkin mampu meredakan peradangan.

Sariawan bisa menyebabkan peradangan dan menimbulkan rasa nyeri yang kuat. Pengobatan menggunakan daun rosary pea mungkin akan meredakan peradangan yang menimbulkan rasa tidak nyaman tersebut.

Aturan pakai

Untuk menggunakan daun saga sebagai obat herbal, Anda dapat mengunyah atau menyeduh daun ini.

Sebelum mengonsumsinya, Anda perlu menjemur daun saga sampai kering. Setelah kering, kunyah daun untuk mengobati sariawan, tetapi jangan ditelan.

Cara lain yang lebih mudah, yakni dengan berkumur air rebusan daun.

Untuk membuat rebusan daun rosary pea, Anda dapat mengambil 3 batang daun kemudian merebusnya dengan 2 cangkir (440 ml) air.

Setelah itu, minum perlahan-lahan selagi hangat.

Sebaiknya, konsultasikan kepada dokter sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan daun ini sebagai obat tradisional atau obat herbal.

Efek samping

daun saga untuk batuk

Tanaman saga rambat mengandung protein (juga dikenal sebagai toksalbumin) yang disebut abrin, protein ini dianggap sangat beracun bagi manusia.

Abrin menyebabkan keracunan dengan menghancurkan sel-sel sehat.

Jadi, penggunaan daun saga dalam pengobatan herbal bisa menimbulkan efek samping seperti:

  • kram perut yang parah disertai dengan mual,
  • diare parah, keringat dingin,
  • takikardia (denyut nadi cepat),
  • koma, dan
  • peredaran darah tidak teratur.

Selain itu, diketahui dalam percobaan pada hewan (tikus) bahwa memberi abrin jangka panjang menimbulkan anemia dan peningkatan jumlah sel darah putih.

Ada juga bahaya obat herbal daun rosary pea yang mungkin timbul yakni reaksi alergi pada kulit.

Jika Anda mengalami kulit kemerahan, ruam, biduran, dan gatal, segera hentikan penggunaan.

Anda perlu ingat bahwa produk herbal atau jamu tidak selalu aman. Perhatikan dengan baik cara minum jamu yang tepat dan konsultasikan dengan dokter jika Anda dalam pengobatan.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Al-moalemi, H.A., W.A.H. Altowayti, and S.P.M. Bohari. (2020). in vitro Study of Antidiabetic Effect of Abrus precatorius Methanol Leaves Extract against Glucose Absorption. International Journal of Life Sciences and Biotechnology, 3(2), 117-126. https://doi.org/10.38001/ijlsb.701093

Alayande, Kazeem Adekunle; Sabiu, Saheed; Ashafa, Omotayo Tom Anofi (2017). Medicinal properties of Abrus precatorius L. leaf extract: antimicrobial, cytotoxicity and carbohydrate metabolising enzymes’ inhibitory potential. Transactions of the Royal Society of South Africa, 1–9. https://doi.org/10.1080/0035919X.2017.1303797

Anam E. M. (2001). Anti-inflammatory activity of compounds isolated from the aerial parts of Abrus precatorius (Fabaceae). Phytomedicine : international journal of phytotherapy and phytopharmacology, 8(1), 24–27. https://doi.org/10.1078/0944-7113-00001

Bhakta, S. & Das, S. K. (2020). The medicinal values of Abrus precatorius: a review study. Journal of Advanced Biotechnology and experimental therapeutics, 3(2): 84-91. https://doi.org/10.5455/jabet.2020.d111

Garaniya, N., & Bapodra, A. (2014). Ethno botanical and Phytophrmacological potential of Abrus precatorius L.: A review. Asian Pacific journal of tropical biomedicine, 4(Suppl 1), S27–S34. https://doi.org/10.12980/APJTB.4.2014C1069

Juniarti, Osmeli, D., Yuhernita. (2009). KANDUNGAN SENYAWA KIMIA, UJI TOKSISITAS (Brine Shrimp Lethality Test) DAN ANTIOKSIDAN (1,1-diphenyl-2-pikrilhydrazyl) DARI EKSTRAK DAUN SAGA (Abrus precatorius L.). Makara, 13 (1), 50 -54.

Rajput, Z. I., Hu, S. H., Xiao, C. W., & Arijo, A. G. (2007). Adjuvant effects of saponins on animal immune responses. Journal of Zhejiang University. Science. B, 8(3), 153–161. https://doi.org/10.1631/jzus.2007.B0153

Solihah, Roikhanatus. (2009). FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK DAUN SAGA (Abrus precatorius L.) DENGAN GELATIN SEBAGAI BAHAN PENGIKAT MENGGUNAKAN METODE GRANULASI BASAH. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Yuan, L., Wang, J., Wu, W., Liu, Q., & Liu, X. (2016). Effect of isoorientin on intracellular antioxidant defence mechanisms in hepatoma and liver cell lines. Biomedicine & pharmacotherapy = Biomedecine & pharmacotherapie, 81, 356–362. https://doi.org/10.1016/j.biopha.2016.04.025

Are Rosary Peas Poisonous?. National Capital Poison Center. Retrieved June 27, 2022 from, https://www.poison.org/articles/are-rosary-peas-poisonous-194

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui 2 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro