3 Pantangan Makanan dan Minuman Saat Trombosit Turun Akibat DBD

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update April 3, 2020
Bagikan sekarang

Salah satu kondisi yang terjadi saat demam berdarah adalah jumlah trombosit yang turun. Jika terus-menerus turun akan mengancam jiwa pasien DBD. Nah, agar trombosit tak turun dan malah naik, ada beberapa pantangan makanan yang mesti dipatuhi saat mengalami DBD.

Jika kekurangan asupan nutrisi, pembentukan dan peran trombosit tidak bekerja optimal. Lantas, apa peran trombosit dan pantangan makanan dan minuman apa saja yang harus dilakukan saat DBD? Ketahui penjelasannya berikut ini.

Peran penting trombosit dalam sistem imunitas tubuh

Trombosit atau keping darah membantu tubuh untuk menghentikan pendarahan. Bila pembuluh darah rusak, trombosit langsung bekerja membentuk sumbatan untuk memperbaiki kerusakan. 

Di samping itu, trombosit menjadi respon pertama sistem kekebalan tubuh terhadap virus, bakteri, atau alergen yang masuk ke dalam aliran darah. Trombosit akan mengaktifkan sinyal yang mendeteksi adanya kompleks imun yang terbentuk akibat reaksi antibodi terhadap infeksi ulang oleh kuman.

Jumlah trombosit normal pada orang dewasa mencapai 150.000-450.000 di dalam darah. Pada orang yang DBD, jumlah trombosit bisa lebih rendah dari batas bawah jumlah normal.

Jumlah trombosit yang rendah bisa membuat pasien DBD mengalami gejala seperti mimisan, mudah memar, perdarahan, berdarah saat menyikat gigi, dan bintik-bintik merah.

Oleh karenanya, ada pantangan makanan dan minuman yang perlu dilakukan Anda saat DBD, sehingga daya tahan tubuh dapat pulih secara optimal.

Deretan pantangan makanan dan minuman saat DBD

Setelah mengetahui betapa pentingnya trombosit, kini Anda perlu tahu makanan dan minuman apa saja yang menjadi pantangan saat DBD.

1. Makanan dan minuman manis

Makanan mengandung tinggi gula adalah pantangan saat DBD melanda. Ini disebabkan gula dalam makanan manis membatasi peran sistem kekebalan tubuh untuk melindungi tubuh dari bakteri. Ketika sistem kekebalan tubuh terganggu, maka pemulihan DBD juga berangsur lama.

Misalnya, minuman bersoda, minuman kaleng, kue manis, biskuit, cake, dan lainnya. Konsumsi asupan manis bisa meningkatkan peradangan dan membuat tubuh lebih lesu karena sistem imunitas yang tidak bereaksi optimal.

Saat DBD, Anda bisa mengonsumsi asupan manis seperti jambu biji (guava) dalam bentuk buah atau jus. Jambu biji merupakan sumber vitamin C yang berperan penting meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan vitamin C berperan dalam melawan virus dan bakteri penyebab infeksi. Anda bisa rutin mengonsumsinya untuk membantu proses pemulihan saat DBD.

2. Alkohol

Tidak hanya makanan, tetapi minuman yang mengandung alkohol salah satu pantangan saat DBD. Alkohol memberi efek penurunan trombosit di dalam darah dengan menghambat produksinya pada sumsum tulang belakang. 

Diketahui sebelumnya trombosit bekerja dengan menggumpalkan darah dengan memberikan sumbatan saat adanya pembuluh darah yang cedera. Namun, alkohol bisa membuat fungsi trombosit terganggu, sehingga gagal melakukan tugasnya dalam membekukan darah.

Alkohol tidak hanya memberikan dampak penurunan trombosit, tetapi juga memicu dehidrasi. Jangan lupa untuk minum banyak air putih selama masa pemulihan DBD untuk menjaga kestabilan cairan tubuh.

3. Makanan berlemak

Makanan yang berlemak, termasuk berminyak, merupakan hal yang harus dihindari saat DBD. Makanan yang berlemak dan berminyak dapat meningkatkan kadar kolestrol dalam darah. 

Tingginya kolesterol memengaruhi kelancaran trombosit dalam darah untuk menjalankan fungsinya melindungi tubuh. Maka itu, hindari makanan yang digoreng dan daging berlemak. Konsumsilah protein yang lebih sehat, misalnya ayam atau daging sapi tanpa lemak untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pentingnya Asupan Vitamin C untuk Bantu Lawan Demam Berdarah

Tindakan untuk mencegah demam berdarah tak hanya menjaga kebersihan ingkungan saja tetapi Anda juga perlu memenuhi nutrisi seperti asupan vitamin C harian.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Nutrisi, Hidup Sehat April 8, 2020

Mengapa Tubuh Terasa Lemas Setelah Pengobatan DBD Selesai?

Tubuh lemas setelah pasien DBD menjalani pengobatan, ini wajar adanya. Untuk memulihkan tubuh kembali seperti semula, ada hal yang perlu diperhatikan.

Ditulis oleh Maria Amanda
dr. Carla Pramudita Susanto

Apakah Semua Pasien DBD Perlu Transfusi Ketika Trombosit Turun?

Dalam kondisi tertentu, pasien DBD memerlukan transfusi darah karena trombosit turun. Adapun cara untuk meningkatkan trombosit dengan cara yang alami.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
dr. Mikhael Yosia, BMedSci.

Beragam Hal yang Harus Diperhatikan Agar Tidak Terkena DBD Lagi

Meski pernah mengalami DBD, seseorang tetap rentan mengalami DBD berulang, akibat dari tipe virus penyebab DBD yang berbeda dan tidak melakukan pencegahan.

Ditulis oleh Roby Rizki
dr. M. Alvin Astian Ardiansyah
Tips Sehat April 7, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal tayang Mei 1, 2020
10 Jenis Sayur dan Buah yang Bisa Jadi Sumber Vitamin C Saat Sahur

10 Jenis Sayur dan Buah yang Bisa Jadi Sumber Vitamin C Saat Sahur

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari
Tanggal tayang April 27, 2020
Apakah Kebutuhan Vitamin C dalam Tubuh Meningkat saat Sakit atau Sama Saja?

Apakah Kebutuhan Vitamin C dalam Tubuh Meningkat saat Sakit atau Sama Saja?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal tayang April 23, 2020
Kebutuhan Vitamin untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Kebutuhan Vitamin untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal tayang April 13, 2020