3 Pantangan Makanan dan Minuman Saat Trombosit Turun Akibat DBD

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Salah satu kondisi yang terjadi saat demam berdarah adalah jumlah trombosit yang turun. Jika terus-menerus turun akan mengancam jiwa pasien DBD. Nah, agar trombosit tak turun dan malah naik, ada beberapa pantangan makanan yang mesti dipatuhi saat mengalami DBD.

Jika kekurangan asupan nutrisi, pembentukan dan peran trombosit tidak bekerja optimal. Lantas, apa peran trombosit dan pantangan makanan dan minuman apa saja yang harus dilakukan saat DBD? Ketahui penjelasannya berikut ini.

Peran penting trombosit dalam sistem imunitas tubuh

Trombosit atau keping darah membantu tubuh untuk menghentikan pendarahan. Bila pembuluh darah rusak, trombosit langsung bekerja membentuk sumbatan untuk memperbaiki kerusakan. 

Di samping itu, trombosit menjadi respon pertama sistem kekebalan tubuh terhadap virus, bakteri, atau alergen yang masuk ke dalam aliran darah. Trombosit akan mengaktifkan sinyal yang mendeteksi adanya kompleks imun yang terbentuk akibat reaksi antibodi terhadap infeksi ulang oleh kuman.

Jumlah trombosit normal pada orang dewasa mencapai 150.000-450.000 di dalam darah. Pada orang yang DBD, jumlah trombosit bisa lebih rendah dari batas bawah jumlah normal.

Jumlah trombosit yang rendah bisa membuat pasien DBD mengalami gejala seperti mimisan, mudah memar, perdarahan, berdarah saat menyikat gigi, dan bintik-bintik merah.

Oleh karenanya, ada pantangan makanan dan minuman yang perlu dilakukan Anda saat DBD, sehingga daya tahan tubuh dapat pulih secara optimal.

Deretan pantangan makanan dan minuman saat DBD

Setelah mengetahui betapa pentingnya trombosit, kini Anda perlu tahu makanan dan minuman apa saja yang menjadi pantangan saat DBD.

1. Makanan dan minuman manis

Makanan mengandung tinggi gula adalah pantangan saat DBD melanda. Ini disebabkan gula dalam makanan manis membatasi peran sistem kekebalan tubuh untuk melindungi tubuh dari bakteri. Ketika sistem kekebalan tubuh terganggu, maka pemulihan DBD juga berangsur lama.

Misalnya, minuman bersoda, minuman kaleng, kue manis, biskuit, cake, dan lainnya. Konsumsi asupan manis bisa meningkatkan peradangan dan membuat tubuh lebih lesu karena sistem imunitas yang tidak bereaksi optimal.

Saat DBD, Anda bisa mengonsumsi asupan manis seperti jambu biji (guava) dalam bentuk buah atau jus. Jambu biji merupakan sumber vitamin C yang berperan penting meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan vitamin C berperan dalam melawan virus dan bakteri penyebab infeksi. Anda bisa rutin mengonsumsinya untuk membantu proses pemulihan saat DBD.

2. Alkohol

Tidak hanya makanan, tetapi minuman yang mengandung alkohol salah satu pantangan saat DBD. Alkohol memberi efek penurunan trombosit di dalam darah dengan menghambat produksinya pada sumsum tulang belakang. 

Diketahui sebelumnya trombosit bekerja dengan menggumpalkan darah dengan memberikan sumbatan saat adanya pembuluh darah yang cedera. Namun, alkohol bisa membuat fungsi trombosit terganggu, sehingga gagal melakukan tugasnya dalam membekukan darah.

Alkohol tidak hanya memberikan dampak penurunan trombosit, tetapi juga memicu dehidrasi. Jangan lupa untuk minum banyak air putih selama masa pemulihan DBD untuk menjaga kestabilan cairan tubuh.

3. Makanan berlemak

Makanan yang berlemak, termasuk berminyak, merupakan hal yang harus dihindari saat DBD. Makanan yang berlemak dan berminyak dapat meningkatkan kadar kolestrol dalam darah. 

Tingginya kolesterol memengaruhi kelancaran trombosit dalam darah untuk menjalankan fungsinya melindungi tubuh. Maka itu, hindari makanan yang digoreng dan daging berlemak. Konsumsilah protein yang lebih sehat, misalnya ayam atau daging sapi tanpa lemak untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kebutuhan Vitamin untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Memilih vitamin untuk balita memang harus hati-hati. Kalau salah, bisa sebabkan alergi dan masalah lain. Berikut penjelasan seputar vitamin untuk balita.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 13 April 2020 . Waktu baca 8 menit

Pentingnya Asupan Vitamin C untuk Bantu Lawan Demam Berdarah

Tindakan untuk mencegah demam berdarah tak hanya menjaga kebersihan ingkungan saja tetapi Anda juga perlu memenuhi nutrisi seperti asupan vitamin C harian.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
vitamin untuk mencegah demam berdarah
Nutrisi, Hidup Sehat 8 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengapa Tubuh Terasa Lemas Setelah Pengobatan DBD Selesai?

Tubuh lemas setelah pasien DBD menjalani pengobatan, ini wajar adanya. Untuk memulihkan tubuh kembali seperti semula, ada hal yang perlu diperhatikan.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Penyakit Musiman, Health Centers 8 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Semua Pasien DBD Perlu Transfusi Ketika Trombosit Turun?

Dalam kondisi tertentu, pasien DBD memerlukan transfusi darah karena trombosit turun. Adapun cara untuk meningkatkan trombosit dengan cara yang alami.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Penyakit Musiman, Health Centers 7 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
vitamin c dan zinc untuk puasa

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 1 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
serba-serbi diet alkaline

10 Jenis Sayur dan Buah yang Bisa Jadi Sumber Vitamin C Saat Sahur

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 27 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor

Apakah Kebutuhan Vitamin C dalam Tubuh Meningkat saat Sakit atau Sama Saja?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23 April 2020 . Waktu baca 4 menit