Pilihan Obat untuk Mengatasi Kutu Air

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Tidak seperti namanya, kutu air adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur karena kondisi kaki yang basah dan lembab. Tak hanya membuat kulit kaki Anda rusak, infeksi juga dapat menyebar sampai bagian lain seperti tangan. Jika Anda mengalami penyakit ini, jangan tunda untuk segera memberikan obat kutu air yang tepat agar kerusakan pada kulit tidak berkembang semakin parah.

Pilihan obat kutu air yang manjur

Kutu air dapat membuat kaki Anda terasa tak nyaman dan gatal sepanjang hari. Namun jangan khawatir, banyak pilihan obat yang biasa direkomendasikan dokter untuk mengurangi gejalanya.

1. Obat-obatan kutu air tanpa resep

Sebagai pengobatan pertama, biasanya Anda disarankan untuk menggunakan obat oles berupa krim atau salep antijamur yang dapat dibeli di apotek. Obat-obatan ini termasuk ke dalam obat antijamur yang dapat bekerja untuk membasmi jamur.

Obat antijamur dioleskan pada kulit yang terdampak serta sedikit area di sekitarnya sebanyak dua kali sehari. Biasanya, perawatan dilakukan selama dua hingga empat minggu, lalu dilanjutkan selama satu sampai dua minggu setelah bekas mulai menghilang. Namun kembali lagi, beberapa obat mungkin memiliki aturan pakai yang berbeda-beda.

Berikut beberapa pilihan obatnya.

Terbinafine

Terbinafine adalah obat kutu air yang berbentuk salep atau semprot (spray) dengan fungsi untuk mengobati infeksi kulit akibat serangan jamur, sekaligus mencegah pertumbuhannya kembali. Perhatikan cara pakai obat sebelum menggunakannya.

Terbinafine merupakan obat luar yang hanya bisa digunakan dengan mengoleskannya tipis-tipis pada kulit yang mengalami infeksi.

Dokter biasanya akan menganjurkan pemberian salep ini hanya dua kali dalam sehari. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan Anda sebelum dan sesudah menggunakan terbinafine.

Clotrimazole

efek samping salep obat kortikosteroid

Clotrimazole adalah obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi kulit akibat jamur. Salah satunya tentu kutu air. Obat ini bisa Anda peroleh dengan bebas di apotek terdekat ataupun melalui resep dokter.

Gunakan obat ini hanya pada kulit bagian luar dengan cara dioleskan. Tingkat keparahan kondisi kutu air akan menentukan berapa lama pengobatan dan dosis yang harus digunakan. Anda mungkin perlu menggunakan obat ini sekitar 2 kali sehari dalam jangka waktu 4-8 minggu.

Terkadang dokter akan menyarankan Anda untuk tetap memakai clotrimazole meski kondisi kutu air sudah cukup membaik. Ini dilakukan supaya jamur tidak muncul lagi.

Pastikan untuk menggunakan obat ini secara teratur dan sesuai dengan anjuran demi mendapatkan hasil penyembuhan yang optimal.

Butenafine

ketoconazole obat salep

Pilihan obat kutu air lainnya yang bisa Anda pakai yaitu butenafine. Sama seperti terbinafine dan clotrimazole, obat butenafine juga berbentuk salep yang harus Anda oleskan perlahan pada kulit guna memerangi perkembangan jamur. Anda bisa mendapatkannya di apotek terdekat.

Namun, butenafine hanya boleh dioleskan pada kulit yang terinfeksi saja dan tidak untuk kuku. Cara pakainya harus sesuai dengan aturan pada kemasan, kurang lebih dua kali sehari dan jangan terlalu sering sampai melebihi aturan pakai.

Obat ini harus digunakan dengan teratur jika ingin mempercepat proses pemulihan.

Miconazole

Miconazole adalah obat antijamur yang berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan jamur yang menyebabkan infeksi. Selain digunakan sebagai obat kutu air, miconazole juga kerap digunakan untuk mengobati jenis kurap yang lainnya.

Miconazole terdapat dalam berbagai bentuk, di antaranya krim, bubuk, dan semprot. Obat hanya boleh digunakan untuk penggunaan luar. Meski dapat mengatasi gejala kutu air, obat ini tidak dapat bekerja pada kuku yang terdampak.

Tolnaftate

Serupa dengan obat sebelumnya,tolnaftate dapat menghentikan pertumbuhan jamur yang menyebabkan infeksi kulit. Tolnaftate bisa ditemukan dalam bentuk krim, cairan, bedak, gel, sampai semprotan.

Bila digunakan secara teratur, biasanya sebanyak dua kali sehari, tolnaftate dapat mengurangi gejala secara efektif. Misalnya, rasa gatal dan terbakar yang Anda alami akan berkurang dalam dua sampai tiga hari. Meski kondisi mulai membaik, Anda tetap harus melanjutkan penhobatan setidaknya selama dua minggu.

Jangan lupa membersihkan area yang terinfeksi terlebih dahulu sebelum mulai mengoleskan obat. Setelah selesai, cuci tangan agar infeksi tak menyebar.

2. Obat kutu air dengan resep dokter

obat cilazapril adalah

Bila obat-obatan di atas tidak berhasil atau infeksi yang dialami sudah parah, Anda mungkin harus menggunakan obat yang lebih kuat. Obat inilah yang harus didapatkan dengan resep dokter.

Sebenarnya, bahan-bahan yang terkandung dalam obat resep dokter serupa dengan obat-obat yang dapat dibeli tanpa resep seperti clotrimazole atau miconazole. Hanya saja dosisnya lebih kuat. Bila perlu, dokter juga akan memberikan obat-obatan yang diminum seperti tablet itraconazole atau fluconazole.

Itraconazole merupakan obat antijamur yang dapat menghambat kerja ergosterol, sebuah komponen yang berperan dalam pembentukan sel dinding jamur. Obat ini dapat dikonsumsi bersama dengan makanan.

Sama seperti itraconazole, fluconazole juga bekerja untuk menghalangi ergosterol. Fluconazole biasanya dikonsumsi sebanyak sekali sehari, bisa bersama dengan makanan maupun tanpa makanan.

Bergantung dengan kondisi Anda, dosis yang diberikan akan berbeda-beda pada setiap pasien. Namun perlu diketahui, obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir. Ibu yang sedang menyusui juga tidak disarankan minum obat ini karena obat dapat mengalir sampai ASI.

Selain obat antijamur, ada pula obat hidrokortison yang akan diberikan jika kondisi kutu air tak kunjung sembuh. Hidrokortison berdosis rendah bisa diperoleh tanpa resep, tapi Anda harus mendapatkan obat dengan resep dokter bila dosisnya lebih kuat.

Biasanya obat ini hanya digunakan beberapa hari saja, kemudian dilanjutkan dengan memakai salep antijamur lainnya.

Terlepas dari obat apapun yang Anda pilih, ada baiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Pasalnya, ada beberapa obat yang mungkin penggunaannya tidak cocok untuk semua orang. Bila Anda ragu, dokter akan membantu merekomendasikan obat yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mudah Mengatasi dan Mencegah Kutu Air

Kutu air menyebabkan kaki gatal tanpa henti karena lenting bentolan berisi cairan. Simak cara mudah mengobati kutu air di rumah dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dermatologi, Health Centers 25 September 2018 . Waktu baca 4 menit

Bisa Merusak Kuku dan Kulit, Apa Saja Penyebab Kutu Air?

Kutu air adalah masalah kulit yang cukup menjengkelkan karena membuat kaki atau tangan jadi tidak sedap dipandang. Sebenarnya apa, sih, penyebab kutu air?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dermatologi, Health Centers 4 September 2018 . Waktu baca 5 menit

4 Langkah Jitu Membasmi Kutu Busuk di Rumah

Hama kutu busuk banyak ditemui di rumah, gedung perkantoran, atau tempat beraktivitas lainnya. Gigitannya bikin gatal. Lantas, bagaimana membasminya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Tips Sehat 31 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit

Sama-Sama Bikin Gatal, Ini Bedanya Gejala Kutuan dan Ketombean

Kutu dan ketombe sama-sama membuat kulit kepala gatal. Lalu, bagaimana cara membedakan gejalanya? Kenali lebih jauh mengenai keduanya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 18 Februari 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
cara penularan kutu rambut

Bagaimana Sebenarnya Cara Penularan Kutu Rambut?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 21 April 2020 . Waktu baca 4 menit
bawang putih mengobati kutu air

Amankah Pakai Bawang Putih untuk Mengobati Kutu Air?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2019 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kutu air

Pilihan Obat Alami untuk Membasmi Kutu Air yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 19 Maret 2019 . Waktu baca 5 menit