Kenali Sepsis Pada Bayi, Ketika Bayi Baru Lahir Terinfeksi Bakteri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan sistem kekebalan tubuh (imun) manusia sudah dimulai sejak dilahirkan atau fase neonatal di mana tubuh bayi masih sangat rentan terhadap infeksi. Sistem imun bayi sudah bisa merespon adanya infeksi, tapi di sisi lain respon imun tersebut juga berisiko menyebabkan sepsis pada bayi baru lahir.

Penyakit sepsis merupakan kondisi serius yang terjadi ketika sistem imun merespon adanya suatu infeksi pada tubuh secara agresif dan justru menimbulkan kerusakan yang bisa mengancam nyawa bayi baru lahir. Sepsis bermula ketika senyawa kimia dari sistem imun dilepaskan ke dalam sistem peredaran darah dan akhirnya menyebabkan berbagai reaksi peradangan serius pada tubuh. Pada bayi baru lahir, sepsis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri.

Kapan sepsis pada bayi baru lahir bisa terjadi?

Sepsis pada bayi baru lahir bisa terjadi pada proses persalinan dan kurang atau lebih dari tiga hari setelah lahir. Kedua hal tersebut dibedakan menjadi sepsis neonatorum onset awal dan onset akhir.

1. Sepsis neonatorum onset awal

Jenis sepsis ini terjadi ketika bakteri menyerang bayi pada saat proses melahirkan normal (lewat vagina). Gejala sepsis pada umumnya muncul enam jam pertama setelah bayi lahir. Berbagai bakteri gram negatif dan gram positif berkaitan dengan terjadinya infeksi dan sepsis pada bayi baru lahir.

Nah, yang paling umum adalah streptococcus grup B dan Escherichia coli (E. coli). Kolonisasi bakteri pada vagina ibu bayi dapat meningkatkan risiko sepsis pada bayi baru lahir.

2. Sepsis neonatorum onset akhir

Pada umumnya, sepsis ini disebabkan oleh infeksi bakteri lingkungan di mana bayi baru lahir berada, seperti lingkungan rumah sakit. Infeksi sebagian besar disebabkan berbagai jenis kuman Staphylococcus dan E. coli yang menular dari penggunaan alat intravaskuler serta infeksi Pseudomonas aeruginosa dari penggunaan alat bantu pernapasan pada bayi.

Karakteristik kelahiran seperti berat lahir pun dapat memengaruhi terjadinya infeksi sepsis. Risiko sepsis lebih tinggi pada bayi yang lahir prematur dan mengalami berat lahir rendah.

Gejala dan dampak sepsis pada bayi baru lahir

Tanda perkembangan kondisi sepsis pada bayi baru lahir cenderung kurang spesifik. Namun, ini mencakup beberapa gejala yang dapat diamati pada bayi seperti:

  • Bayi terlihat lesu atau tidak bertenaga
  • Tidak mau menyusui
  • Badan cenderung dingin akibat suhu tubuh rendah
  • Mengalami gejala apnea atau napas terhenti sesaat
  • Mengalami demam tanpa sebab yang jelas
  • Kulit tampak pucat dan tidak terlihat sehat
  • Adanya pembengkakan di sekitar perut
  • Muntah-muntah
  • Mengalami diare
  • Kejang
  • Nampak gelisah
  • Gejala penyakit kuning pada mata dan kulit

Sepsis pada bayi baru lahir merupakan salah satu penyebab kematian utama pada bayi. Infeksi pada membran otak juga bisa terjadi sebagai komplikasi dari kondisi sepsis. Selain itu, sepsis juga bisa menjadi penyebab gangguan pertumbuhan karena bayi tidak memperoleh gizi yang optimal ketika diare atau tidak mau menyusui saat baru lahir.

mencegah hepatitis pada bayi

Faktor risiko sepsis pada bayi baru lahir

Pada onset awal, sepsis berkaitan dengan proses kelahiran. Sepsis onset awal paling berisiko ketika pemecahan membran saluran ketuban terjadi lebih cepat sebelum proses kelahiran dimulai, melahirkan prematur, dan adanya kolonisasi bakteri pada jalur kelahiran vagina ibu hamil saat proses bersalin.

Sedangkan pada onset akhir, perawatan bayi baru lahir di rumah sakit dapat meningkatkan risiko sepsis. Seperti di antaranya lama waktu dirawat setelah lahir, terlalu lama menggunakan kateter intravaskuler, mengalami masalah yang berkaitan dengan infeksi saat dilahirkan, berdekatan dengan orang lain yang sedang sakit, serta penggunaan alat dan cairan infus yang tidak steril.

Penanganan sepsis neonatorum

Penanganan dini yang tepat diperlukan untuk mengatasi kondisi sepsis dan mencegah masalah kesehatan lainnya pada bayi. Penetapan diagnosis sepsis dilakukan berdasarkan gejala dan pemeriksaan darah untuk melihat ada atau tidaknya bakteri dalam darah tersebut. Hal ini sangat penting dalam pengambilan keputusan akan penanganan lanjutan yang diperlukan oleh bayi.

Penanganan sepsis pada bayi dengan antibiotik infus bisa dilakukan setelah jenis bakteri dikenali dan kemungkinan penanganan dapat disesuaikan. Di samping itu, penggunaan ventilator, cairan infus, dan pembantu sistem sirkulasi darah juga mungkin diperlukan. Penanganan dini yang dilakukan secara tepat bisa membuat bayi sembuh secara total tanpa dampak bawaan di waktu mendatang.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Mudah Memilih Kasur Bayi yang Aman dan Nyaman

Untuk menyambut kelahiran si kecil, baiknya Anda memilih tempat tidur dan kasur bayi yang nyaman dan aman. Apa saja yang harus diperhatikan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 27 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Fungsi hormon FSH dan LH berperan penting pada sistem reproduksi pria dan wanita. Ketahui apa saja fungsi kedua hormon tersebut lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Detak jantung janin mulai berdegup di sekitar minggu keenam kehamilan, tapi kadang suaranya masih terlalu lemah untuk Anda bisa dengar. Kapan waktunya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ingin mencoba suplemen vitamin E supaya cepat hamil? Eits, simak dulu penjelasan lengkap dari berbagai penelitian soal manfaat vitamin E untuk kesuburan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
perkembangan jantung janin

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
pembukaan persalinan

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
pengalaman program bayi tabung

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit