backup og meta

Konten Disponsori oleh Frisian Flag

Pilihan Susu Anak Tanpa Gula Tambahan, Apa yang Perlu Diketahui?

Susu UHT tanpa gula tambahan bisa menjadi salah satu pilihan bagi orang tua yang ingin lebih cermat mengatur asupan gula anak. Namun, penting untuk memahami bahwa “tanpa gula tambahan” tidak selalu berarti produk benar-benar bebas gula.

Pilihan Susu Anak Tanpa Gula Tambahan, Apa yang Perlu Diketahui?

Pada susu, masih bisa terdapat gula alami berupa laktosa. Laktosa berbeda dari gula tambahan seperti sukrosa, sirup glukosa, atau pemanis lain yang ditambahkan saat proses produksi.

Untuk anak, susu dapat menjadi pelengkap asupan harian karena dapat menyumbang zat gizi seperti protein, vitamin, mineral, dan pada produk tertentu juga mengandung Omega 3 dan Omega 6. Meski begitu, susu tetap perlu dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Frisian Flag UHT Nutribrain Omega Plain. Varian Plain ini tanpa tambahan sukrosa dan mengandung Omega 3 & 6, sehingga dapat menjadi bagian dari asupan harian anak dengan tetap diimbangi makanan dan minuman bergizi lainnya.

Mengapa orang tua perlu memperhatikan gula tambahan pada susu anak?

Anak umumnya menyukai rasa manis. Karena itu, makanan dan minuman manis sering kali lebih mudah diterima anak, termasuk susu berperisa.

Namun, konsumsi gula tambahan yang terlalu sering dapat membuat anak terbiasa dengan rasa yang sangat manis. Kebiasaan ini bisa memengaruhi pilihan makanan dan minuman anak sehari-hari.

Gula tambahan juga dapat menambah asupan energi tanpa selalu memberikan zat gizi penting yang dibutuhkan anak.

Bila dikonsumsi berlebihan, makanan dan minuman tinggi gula dapat meningkatkan risiko berat badan berlebih, gangguan kesehatan gigi, dan pola makan yang kurang seimbang.

Itulah sebabnya, orang tua perlu lebih cermat membaca label susu anak, terutama bagian komposisi, informasi nilai gizi, jumlah gula, dan takaran saji.

Apa yang dimaksud dengan gula tambahan?

Gula tambahan adalah gula atau pemanis berkalori yang ditambahkan ke makanan atau minuman saat proses produksi, pengolahan, atau penyajian.

Pada label komposisi, gula tambahan bisa muncul dengan berbagai nama, misalnya gula, sukrosa, sirup glukosa, sirup fruktosa, dekstrosa, maltosa, madu, atau bahan pemanis lain.

Dalam konteks susu anak, gula tambahan biasanya digunakan untuk memberikan rasa manis atau memperkuat rasa tertentu. Namun, tidak semua varian susu anak memiliki gula tambahan dalam jumlah yang sama.

Karena itu, orang tua perlu membiasakan diri membaca label, bukan hanya melihat klaim di bagian depan kemasan.

Apa bedanya gula alami dan gula tambahan?

susu tanpa gula tambahan

Saat membahas susu UHT tanpa gula tambahan, orang tua juga perlu memahami perbedaan antara gula alami dan gula tambahan.

Gula alami adalah gula yang memang secara alami terdapat dalam bahan makanan atau minuman. Pada susu, gula alami yang utama adalah laktosa.

Laktosa merupakan jenis karbohidrat alami dalam susu yang juga disertai berbagai zat gizi lain, seperti protein, kalsium, dan vitamin yang secara alami atau melalui fortifikasi terdapat dalam susu.

Sementara itu, gula tambahan adalah gula yang ditambahkan ke dalam produk saat proses produksi, misalnya sukrosa (gula pasir), sirup glukosa, atau pemanis berkalori lainnya.

Konsumsi gula tambahan sebaiknya dibatasi karena asupan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, orang tua dianjurkan untuk memerhatikan jumlah gula tambahan yang dikonsumsi anak dari berbagai makanan dan minuman dalam sehari.

Meski demikian, baik gula alami maupun gula tambahan tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.

Jadi, bila suatu susu disebut tanpa gula tambahan atau tanpa tambahan sukrosa, produk tersebut tetap bisa mengandung laktosa alami dari susu. Artinya, klaim tanpa gula tambahan tidak sama dengan bebas gula sepenuhnya.

Pemahaman ini penting agar orang tua tidak salah menafsirkan label produk dan dapat memilih asupan yang sesuai sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Apakah anak tetap membutuhkan gula?

Tubuh anak membutuhkan energi untuk belajar, bermain, dan tumbuh. Salah satu sumber energi berasal dari karbohidrat, yang nantinya diolah tubuh menjadi glukosa.

Namun, kebutuhan energi anak sebaiknya lebih banyak diperoleh dari sumber karbohidrat yang bernutrisi, seperti nasi, roti, kentang, jagung, oatmeal, ubi, buah, dan makanan bergizi lainnya.

Anak tidak membutuhkan gula tambahan dalam jumlah besar. Gula tambahan sebaiknya dibatasi karena biasanya hanya menambah rasa manis dan energi, tetapi tidak selalu menyumbang zat gizi penting.

Dengan kata lain, bukan berarti anak sama sekali tidak boleh mengonsumsi rasa manis. Namun, orang tua perlu mengatur frekuensi, porsi, dan sumbernya agar tetap dalam batas wajar.

Berapa batas konsumsi gula tambahan untuk anak?

Batas konsumsi gula bisa berbeda tergantung usia, kebutuhan energi, pola makan, dan kondisi kesehatan anak. Namun, beberapa panduan kesehatan menyarankan agar konsumsi gula tambahan atau gula bebas dibatasi.

Secara umum, WHO menyarankan agar asupan gula tambahan pada anak dan orang dewasa dibatasi kurang dari 10% total energi harian. Penurunan hingga di bawah 5% total energi harian dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.

American Heart Association menyarankan anak usia 2–18 tahun membatasi gula tambahan kurang dari 25 gram per hari. Sementara itu, di Indonesia, Kementerian Kesehatan menyarankan batas konsumsi gula per orang per hari sebesar 50 gram atau sekitar 4 sendok makan sebagai bagian dari pedoman konsumsi gula, garam, dan lemak.

Dalam praktik sehari-hari, orang tua tidak perlu menghitung gula secara terlalu rumit setiap saat. Namun, penting untuk membiasakan anak tidak terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis, serta membaca label pada produk kemasan.

Kenapa susu UHT tanpa gula tambahan bisa menjadi pilihan?

Susu UHT tanpa gula tambahan dapat menjadi pilihan bagi orang tua yang ingin mengurangi asupan gula tambahan anak tanpa menghilangkan peran susu sebagai minuman bernutrisi.

Berikut beberapa alasan mengapa pilihan ini bisa dipertimbangkan.

1. Membantu mengurangi paparan rasa manis berlebih

Anak yang terlalu sering mengonsumsi minuman manis bisa terbiasa dengan rasa yang sangat manis. Akibatnya, ia mungkin lebih sulit menerima makanan atau minuman dengan rasa alami.

Memilih susu tanpa gula tambahan dapat membantu anak mengenal rasa susu yang lebih natural. Ini bisa menjadi salah satu langkah untuk membangun preferensi rasa yang lebih seimbang.

2. Membantu orang tua mengatur total asupan gula harian

Gula tambahan tidak hanya berasal dari susu. Anak bisa mendapatkannya dari biskuit, roti manis, kue, permen, minuman kemasan, sereal, saus, atau camilan lain.

Dengan memilih susu UHT tanpa gula tambahan, orang tua dapat lebih mudah mengurangi salah satu sumber gula tambahan dalam rutinitas anak.

3. Tetap bisa menjadi minuman bernutrisi

Susu tanpa gula tambahan tetap dapat menjadi minuman bernutrisi bila sesuai usia anak dan mengandung zat gizi yang dibutuhkan.

Susu dapat menyumbang zat gizi seperti protein, kalsium, vitamin, mineral, dan pada produk tertentu juga dilengkapi Omega 3 dan Omega 6.

Namun, susu tetap perlu diberikan sebagai pelengkap, bukan pengganti makanan utama.

4. Cocok untuk rutinitas harian anak

Susu UHT praktis dikonsumsi dalam rutinitas anak, misalnya sebagai pelengkap sarapan, bagian dari bekal, atau minuman di sela aktivitas.

Bila memilih varian tanpa gula tambahan, orang tua tetap dapat memberikan susu secara praktis sambil lebih cermat mengatur asupan gula anak.

Kandungan apa saja yang perlu diperhatikan dalam susu anak?

Saat memilih susu anak, orang tua sebaiknya tidak hanya melihat klaim tanpa gula tambahan. Perhatikan juga kandungan nutrisi lain pada label.

1. Kesesuaian usia

Pastikan susu sesuai dengan usia anak. Pilih produk yang memang sesuai untuk rentang usianya, sebab kebutuhan gizi anak berubah sesuai tahap pertumbuhan dan aktivitasnya.

2. Protein

Protein berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Anak membutuhkan protein dari berbagai sumber, termasuk telur, ikan, ayam, daging, tahu, tempe, kacang-kacangan, susu, dan produk olahannya.

Susu dapat menjadi salah satu sumber protein, tetapi bukan satu-satunya.

3. Kalsium dan vitamin D

Kalsium berperan dalam mendukung pertumbuhan tulang dan gigi. Vitamin D membantu penyerapan kalsium dan turut mendukung kesehatan tulang.

Saat membaca label susu, orang tua dapat memperhatikan kandungan kalsium, vitamin D, serta zat gizi lain yang mendukung kebutuhan anak.

4. Omega 3 dan Omega 6

Omega 3 dan Omega 6 termasuk asam lemak esensial. Tubuh membutuhkan zat gizi ini, tetapi tidak dapat memproduksinya sendiri dalam jumlah cukup sehingga perlu diperoleh dari makanan dan minuman.

Omega 3, termasuk DHA, banyak dikaitkan dengan struktur dan fungsi otak. Sementara itu, Omega 6 berperan dalam fungsi sel dan pertumbuhan.

Susu yang mengandung Omega 3 & 6 dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Namun, penting untuk dipahami bahwa Omega 3 dan 6 tidak secara langsung membuat anak lebih pintar.

Kecermatan dan kemampuan belajar anak tetap dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti tidur, stimulasi, aktivitas fisik, pola asuh, lingkungan belajar, dan status gizi secara keseluruhan.

5. Takaran saji

Perhatikan takaran saji pada kemasan. Informasi nilai gizi biasanya dihitung berdasarkan takaran saji tertentu.

Jika anak mengonsumsi lebih dari satu kemasan, jumlah energi, gula alami, dan zat gizi lain yang masuk juga bertambah.

6. Komposisi

Daftar komposisi membantu orang tua mengetahui bahan yang digunakan dalam produk. Bila ingin memilih susu tanpa gula tambahan, perhatikan apakah terdapat sukrosa, gula, sirup glukosa, atau pemanis lain dalam komposisi.

Jika produk menyebut tanpa tambahan sukrosa, artinya tidak ada sukrosa yang ditambahkan, tetapi produk tetap bisa mengandung laktosa alami dari susu.

frisian flag susu uht anak

Mengenal Frisian Flag UHT Nutribrain Omega Plain tanpa tambahan sukrosa

Frisian Flag UHT Nutribrain Omega Plain dapat menjadi salah satu pilihan susu UHT tanpa gula tambahan untuk anak.

Varian Plain ini tanpa gula tambahan (sukrosa). Artinya, tidak ada sukrosa yang ditambahkan ke dalam produk. Namun, sebagai produk berbahan dasar susu, varian ini tetap dapat mengandung gula alami berupa laktosa.

Selain itu, Frisian Flag UHT Nutribrain Omega Plain mengandung Omega 3 & 6 yang dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak selama masa tumbuh kembang.

Produk ini dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan harian anak, misalnya saat sarapan, sebagai bagian dari bekal, atau minuman di sela aktivitas. Namun, konsumsinya tetap perlu diimbangi dengan makanan dan minuman bergizi lainnya.

Anak tetap membutuhkan makanan pokok, lauk berprotein, sayur, buah, sumber lemak sehat, dan air putih yang cukup setiap hari.

Apa bedanya varian Plain dengan varian rasa lain?

Varian Plain biasanya memiliki rasa yang lebih netral karena tidak menggunakan tambahan sukrosa seperti pada varian tertentu yang memiliki rasa lebih manis.

Bagi orang tua yang ingin mengurangi paparan rasa manis pada anak, varian Plain dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Namun, pilihan varian tetap dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi anak. Yang terpenting, orang tua tetap memperhatikan komposisi, informasi nilai gizi, takaran saji, dan total asupan gula anak dari makanan serta minuman lain dalam sehari.

Cara membaca label untuk memilih susu tanpa gula tambahan

Agar tidak keliru, berikut langkah yang bisa dilakukan orang tua saat membaca label susu.

1. Cek klaim pada kemasan

Perhatikan apakah produk mencantumkan klaim seperti tanpa gula tambahan, tanpa tambahan sukrosa, atau plain.

Namun, jangan berhenti pada klaim di bagian depan kemasan. Lanjutkan dengan membaca komposisi dan informasi nilai gizi.

2. Baca daftar komposisi

Cek apakah terdapat bahan seperti gula, sukrosa, sirup glukosa, fruktosa, atau pemanis berkalori lain.

Jika tidak ada gula tambahan dalam komposisi, produk dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai bagi orang tua yang ingin membatasi gula tambahan anak.

3. Perhatikan informasi nilai gizi

Lihat jumlah gula per takaran saji. Bila produk berbahan dasar susu, gula yang tercantum bisa berasal dari laktosa alami.

Karena itu, jangan langsung menganggap semua angka gula pada label sebagai gula tambahan. Pahami konteksnya dengan membaca komposisi.

4. Cek takaran saji

Jumlah gula, energi, dan zat gizi lain dihitung berdasarkan takaran saji. Jika anak minum lebih dari satu kemasan, jumlah asupan juga akan bertambah.

5. Sesuaikan dengan pola makan anak

Jika anak sudah banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis, pilih susu dengan gula tambahan yang lebih rendah atau tanpa gula tambahan.

Namun, jika anak memiliki kebutuhan khusus, seperti masalah berat badan, diabetes, alergi, atau gangguan pencernaan, konsultasikan dengan dokter untuk pilihan yang lebih sesuai.

Tips mengurangi gula tambahan dalam pola makan anak

Selain memilih susu UHT tanpa gula tambahan, orang tua juga dapat melakukan beberapa langkah berikut.

1. Batasi minuman manis

Minuman manis sering menjadi sumber gula tambahan yang tidak disadari. Batasi minuman seperti teh manis kemasan, minuman rasa buah, soda, atau minuman lain yang tinggi gula.

Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan anak.

2. Pilih camilan yang lebih bernutrisi

Ganti camilan tinggi gula dengan pilihan yang lebih bernutrisi, seperti buah potong, roti isi telur, yogurt tanpa gula tambahan, kacang sesuai usia, atau makanan rumahan.

3. Kenalkan rasa alami makanan

Biasakan anak mengenal rasa alami dari buah, susu plain, sayur, dan makanan rumahan. Jika anak terbiasa dengan rasa yang terlalu manis, pengurangan gula dapat dilakukan bertahap.

4. Baca label makanan kemasan

Gula tambahan bisa terdapat pada berbagai produk, termasuk biskuit, sereal, roti, saus, dan camilan kemasan.

Membaca label membantu orang tua mengetahui sumber gula tambahan yang mungkin sering dikonsumsi anak.

5. Jangan menggunakan makanan manis sebagai hadiah utama

Jika makanan manis terlalu sering dijadikan hadiah, anak bisa menganggapnya sebagai makanan yang lebih istimewa dibanding pilihan lain.

Orang tua dapat memberikan apresiasi dalam bentuk pujian, waktu bermain bersama, atau aktivitas yang disukai anak.

Apakah anak boleh mengonsumsi susu berperisa?

Susu berperisa boleh saja dikonsumsi anak, selama sesuai usia, diberikan dalam porsi wajar, dan total asupan gula harian tetap diperhatikan.

Namun, jika orang tua ingin mengurangi gula tambahan atau membiasakan anak dengan rasa yang lebih natural, susu plain tanpa tambahan sukrosa dapat menjadi pilihan yang baik.

Orang tua juga dapat mengatur frekuensi. Misalnya, varian plain lebih sering diberikan sebagai pilihan harian, sedangkan varian rasa lain diberikan sesekali sesuai kebutuhan dan preferensi anak.

Kapan perlu berkonsultasi dengan dokter?

Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter bila anak memiliki kondisi khusus, seperti obesitas, diabetes, alergi susu sapi, intoleransi laktosa, gangguan pencernaan, atau sulit makan dalam waktu lama.

Konsultasi juga diperlukan bila anak mengalami keluhan setelah minum susu, seperti diare, muntah, kembung, nyeri perut, ruam, atau sesak.

Dokter dapat membantu menilai pola makan, status gizi, kurva pertumbuhan, dan kebutuhan nutrisi anak secara lebih menyeluruh.

Kesimpulan

Susu UHT tanpa gula tambahan dapat menjadi pilihan bagi orang tua yang ingin lebih cermat mengatur asupan gula anak. Namun, orang tua perlu memahami bahwa tanpa gula tambahan tidak selalu berarti bebas gula sepenuhnya, karena susu tetap dapat mengandung laktosa alami.

Gula tambahan seperti sukrosa sebaiknya dibatasi agar anak tidak terbiasa dengan rasa yang terlalu manis. Saat memilih susu anak, perhatikan komposisi, informasi nilai gizi, takaran saji, kesesuaian usia, serta kandungan nutrisi lain seperti protein, kalsium, vitamin, mineral, Omega 3 dan 6.

Frisian Flag UHT Nutribrain Omega Plain dapat menjadi salah satu pilihan susu UHT tanpa gula tambahan karena tanpa tambahan sukrosa dan mengandung Omega 3 & 6 untuk menemani langkah cermatnya. Susu ini dapat menjadi bagian dari asupan harian anak, selama tetap diimbangi dengan makanan dan minuman bergizi lainnya.

FAQ

Apa arti susu UHT tanpa gula tambahan?

Icon Chevron

Susu UHT tanpa gula tambahan berarti tidak ada gula atau pemanis berkalori tertentu yang ditambahkan saat proses produksi. Namun, susu tetap bisa mengandung gula alami berupa laktosa.

Apakah tanpa gula tambahan sama dengan bebas gula?

Icon Chevron

Tidak selalu. Pada susu, angka gula pada label bisa berasal dari laktosa alami. Karena itu, orang tua perlu membaca komposisi dan informasi nilai gizi secara bersamaan.

Apa itu laktosa?

Icon Chevron

Laktosa adalah gula alami yang terdapat dalam susu. Laktosa berbeda dari gula tambahan seperti sukrosa atau sirup glukosa yang ditambahkan saat proses produksi.

Berapa batas gula tambahan untuk anak?

Icon Chevron

Batas gula dapat berbeda tergantung usia dan kebutuhan energi anak. Secara umum, WHO menyarankan free sugars kurang dari 10% total energi harian, sementara American Heart Association menyarankan anak usia 2–18 tahun membatasi gula tambahan kurang dari 25 gram per hari.

Apakah Frisian Flag UHT Nutribrain Omega Plain tanpa gula tambahan?

Icon Chevron

Frisian Flag UHT Nutribrain Omega Plain merupakan varian tanpa tambahan sukrosa. Produk ini tetap dapat mengandung laktosa alami dari susu.

Apakah susu tanpa gula tambahan tetap bernutrisi?

Icon Chevron

Ya, susu tanpa gula tambahan tetap dapat bernutrisi bila mengandung zat gizi yang sesuai kebutuhan anak, seperti protein, vitamin, mineral, serta kandungan tambahan seperti Omega 3 dan 6 pada produk tertentu.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

American Heart Association. “Added Sugars and Cardiovascular Disease Risk in Children: A Scientific Statement from the American Heart Association.” Circulation, vol. 135, no. 19, 2017, pp. e1017–e1034. https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000000439

Centers for Disease Control and Prevention. “Get the Facts: Added Sugars.” CDC Nutrition, Centers for Disease Control and Prevention, 2026. https://www.cdc.gov/nutrition/php/data-research/added-sugars.html

Dror, Daphna K., and Lindsay H. Allen. “Dairy Product Intake in Children and Adolescents in Developed Countries: Trends, Nutritional Contribution, and a Review of Association with Health Outcomes.” Nutrition Reviews, vol. 72, no. 2, 2014, pp. 68–81. https://doi.org/10.1111/nure.12078

Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. “Cegah Meningkatnya Diabetes, Jangan Berlebihan Konsumsi Gula, Garam, Lemak.” Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2024. https://kemkes.go.id/id/cegah-meningkatnya-diabetes-jangan-berlebihan-konsumsi-gula-garam-lemak

National Institutes of Health Office of Dietary Supplements. “Omega-3 Fatty Acids: Fact Sheet for Health Professionals.” NIH Office of Dietary Supplements. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Omega3FattyAcids-HealthProfessional/

United States Department of Agriculture, Agricultural Research Service. “FoodData Central.” USDA. https://fdc.nal.usda.gov/

World Health Organization. Guideline: Sugars Intake for Adults and Children. World Health Organization, 2015. https://www.who.int/publications/i/item/9789241549028

Versi Terbaru

10/08/2026

Ditulis oleh Wicak Hidayat

Ditinjau oleh dr. Aisyah Volleygia Dentri

Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari


Artikel Terkait

Tips Memilih Susu Anak yang Nikmat dan Bernutrisi

Bekal Sekolah Anak Lebih Praktis dengan Pilihan Minuman Bernutrisi


Ditinjau oleh

dr. Aisyah Volleygia Dentri

General Practitioner · PT Suri Tani Pemuka (JAPFA)


Ditulis oleh Wicak Hidayat · Tanggal diperbarui 2 jam lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan