Cara Melatih Anak Pemalu Agar Lebih Pemberani di Depan Umum

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Agustus 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak kecil kadang ada yang pemalu dan ada juga yang sangat percaya diri. Ini merupakan hal yang mungkin sering Anda lihat dan normal terjadi. Walaupun anak pemalu merupakan hal yang normal, namun Anda sebagai orangtua perlu melatih diri anak agar bisa lebih berani dan keluar dari zona nyamannya. Sehingga, ia akan tampil menjadi anak yang lebih percaya diri dan mudah bergaul dengan teman. Tentu, hal ini dapat membantu mengembangkan dirinya.

Apa yang membuat anak pemalu?

Rasa malu memang biasa terjadi. Sebesar 20-48% orang memiliki kepribadian pemalu, mungkin termasuk Anda. Kebanyakan anak pemalu memang sudah lahir seperti itu, namun beberapa pengalaman yang pernah diterima anak juga bisa menyebabkan anak menjadi pemalu. Sebuah kejadian mungkin pernah memicu anak Anda menjadi pemalu. Sehingga, anak Anda mungkin perlu bantuan untuk menghilangkan rasa malunya tersebut.

Bagaimana melatih anak agar tidak pemalu?

Anak pemalu biasanya mandiri, bijaksana, dan berempati. Namun, negatifnya adalah anak pemalu sering tidak suka atau takut mencoba hal baru. Ia biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri di lingkungan baru sehingga mungkin lebih sulit untuk berteman. Bukannya tidak ingin berteman, ia ingin berteman namun ia sulit untuk mendekati orang lain. Bisa karena ia takut atau memang tidak tahu bagaimana cara memulainya.

Untuk itu, Anda perlu mengajari anak pemalu agar lebih berani di depan umum. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak agar tidak menjadi pemalu lagi adalah:

1. Bangun rasa percaya dirinya

Sebaiknya jangan katakan ke anak bahwa dirinya pemalu, ini hanya akan membuat anak merasa makin kurang percaya diri dan makin berbeda dengan anak lainnya. Sehingga akan membuat anak menjadi lebih pemalu. Anda hanya perlu mengawasi anak saat ia bermain, beri waktu padanya lebih banyak untuk mempelajari sekitarnya. Setelah ia sudah merasa nyaman dengan, ia pun akan senang bermain dan tidak menjadi pemalu lagi. Beri kepercayaan pada anak bahwa ia bisa melakukan apapun yang ia inginkan.

2. Tempatkan anak pada situasi sosial

Beri anak kesempatan untuk selalu berinteraksi dengan orang lain, bahkan dengan orang yang tidak dikenalnya. Hal ini dapat membantu menghilangkan rasa malu anak secara perlahan. Misalnya saja, ajarkan anak untuk memesan sendiri dan membayar sendiri makanannya saat sedang di restoran. Atau, ajak anak untuk bermain di luar di taman umum bersama anak lainnya. Semakin sering anak mengunjungi lokasi baru dan melihat orang baru, semakin bisa anak untuk lebih percaya diri dan tidak pemalu lagi.

3. Menunjukkan empati

Jika Anda melihat anak takut atau malu saat bertemu orang, katakan padanya bahwa ia tidak perlu takut. Juga, mungkin Anda perlu menceritakan ke anak bahwa Anda juga pernah merasa malu dan bagaimana Anda mengatasi rasa malu Anda sendiri. Dengan menunjukkan empati, Anda membantu anak merasa dimengerti dan diterima, membantunya untuk mengerti apa yang ia rasakan, dan harus bagaimana ia atasi.

4. Bantu anak berinteraksi dengan orang lain

Beberapa anak mungkin tidak tahu harus bagaimana saat bertemu dengan orang. Anda mungkin perlu menunjukkan bagaimana cara menyapa orang, berbicara, dan bersikap ramah dengan orang lain. Dengan begitu, anak bisa meniru perilaku Anda. Dorong anak untuk menyapa temannya saat sedang berpapasan atau bermain bersama. Ajak temannya untuk berbicara dengan Anda, sehingga anak merasa suasana di sekitarnya nyaman.

Jika anak berhasil berbicara di depan orang lain, Anda mungkin perlu memberikan pujian. Hal ini membuatnya merasa dihargai dan merasa perbuatan yang telah dilakukannya adalah benar. Jika anak masih pendiam di depan orang, Anda mungkin harus membicarakan hal tersebut dengan anak dan selalu ajak anak untuk berinteraksi dengan orang agar ia terbiasa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Gejala Stres pada Anak dan Cara Tepat Mengatasinya

Bukan cuma orang dewasa yang bisa stres, anak juga bisa, lho! Jangan abaikan ciri-ciri stres pada anak, penyebab, dan cara mengatasi yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 14 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Banyak hal yang menyebabkan kulit bayi sensitif. Ketahui bagaimana cara penanganan agar kulit bayi Anda terjaga. Seperti apa tips perawatan yang tepat?

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Remaja, Kesehatan Remaja, Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Kebanyakan orangtua baru bingung bagaimana cara membersihkan badan bayi. Berikut panduannya, mulai dari kepala, tali pusat, sampai organ intim si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
komunikasi dengan anak

Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya gurita bayi

Bayi Ternyata Tak Boleh Pakai Gurita. Apa Bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
crab mentality adalah

Crab Mentality, Sindrom Psikologis yang Menghambat Orang Lain untuk Sukses

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 6 menit