backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Penyebab Varises di Kaki, Bukan Sekadar Duduk Terlalu Lama

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 01/10/2023

Penyebab Varises di Kaki, Bukan Sekadar Duduk Terlalu Lama

Pernahkah pembuluh darah kaki Anda terlihat lebih menonjol dari biasanya? Kondisi ini rupanya bisa menandakan bahwa Anda memiliki varises kaki. Namun, apa sebenarnya penyebab varises di kaki?

Selain mengurangi kepercayaan diri pada beberapa orang, meski kecil kemungkinannya, varises juga bisa menyebabkan komplikasi berupa penggumpalan darah hingga perdarahan.

Supaya Anda bisa lebih waspada dengan penyakit yang menyerang pembuluh darah vena ini, kenali berbagai penyebabnya berikut!

Penyebab varises di kaki dan betis

Sebenarnya, varises bisa muncul pada semua bagian tubuh yang dilalui oleh pembuluh vena, seperti tangan, perut, hingga testis.

Penyebab varises di kaki pada dasarnya sama dengan penyebab varises pada umumnya, yaitu gangguan pada katup pembuluh vena. 

Normalnya, vena akan mengalirkan darah ke jantung. Namun, karena katup tidak bisa bekerja dengan baik, darah akan berbalik arah (refluks) dan menumpuk.

Kondisi ini paling sering ditemui pada kaki, terutama tungkai dan betis. Pasalnya, kaki merupakan bagian tubuh paling jauh dari jantung dan menopang berat tubuh.

Varises di kaki ditandai dengan pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah. Dengan begitu, Anda pasti bisa melihat pembuluh darah dengan lebih jelas.

Faktor risiko varises di kaki

cara mencegah varises

Sampai saat ini, sebenarnya belum diketahui secara pasti apa penyebab gangguan pada katup pembuluh vena yang menyebabkan varises di kaki.

Namun, beberapa kondisi berikut bisa membuat Anda lebih berisiko mengalami varises.

1. Jenis kelamin

Wanita diketahui lebih berisiko mengalami varises dibandingkan pria. Ini mungkin berkaitan dengan perubahan hormon yang dialami wanita, terutama saat hamil. 

Meski belum bisa dipastikan, hormon tubuh wanita dipercaya dapat mengendurkan dinding pembuluh darah sehingga membuat katup vena lebih rentan bocor dan membentuk varises di kaki.

2. Genetik

Adanya riwayat varises dalam keluarga membuat Anda lebih berisiko mengalami hal serupa. Pasalnya, varises diduga menjadi salah satu penyakit yang diwariskan dalam keluarga.

Namun, jangan terlalu khawatir jika Anda memiliki kondisi genetik yang meningkatkan risiko masalah pembuluh darah ini. Ada cukup banyak cara menghilangkan varises yang bisa Anda coba.

3. Usia

Faktor risiko selanjutnya yang membuat seseorang lebih rentan mengalami varises pada kaki adalah pertambahan usia.

Seiring waktu, pembuluh darah Anda akan mulai kehilangan elastisitasnya. Kondisi ini juga akan mengurangi kinerja katup vena sehingga varises lebih mudah terjadi.

4. Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas akan memberi tekanan tambahan pada pembuluh darah, terlebih jika Anda sering berdiri atau duduk lama.

Obesitas juga sering kali membuat seseorang kurang aktif bergerak. Kondisi ini jugalah yang membuat obesitas menjadi penyebab varises di kaki dan betis.

Maka, tidak heran jika dokter akan menyarankan Anda menurunkan berat badan untuk menghilangkan varises.

5. Kehamilan

Peredaran darah yang meningkat selama kehamilan secara otomatis membuat pembuluh darah bekerja lebih keras. Alhasil, pembuluh darah mungkin lebih cepat aus dan mengalami masalah.

Selain itu, laman National Health Services menyebutkan bahwa beberapa hormon kehamilan juga bisa menyebabkan otot dinding pembuluh darah mengendur dan melebar.

Penting untuk diketahui!

Karena disebabkan oleh hormon, varises pada ibu hamil umumnya hilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

6. Kurang aktif bergerak

Malas gerak bisa jadi penyebab diabetes melitus

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kurang aktif bergerak juga bisa menjadi penyebab seseorang lebih berisiko mengalami varises di kaki.

Oleh karena itu, selain melalui pengobatan, dokter umumnya juga meminta pasien varises untuk aktif berolahraga.

Namun, hindari olahraga seperti angkat beban atau yoga. Pasalnya, olahraga tersebut justru bisa menambah beban pada kaki dan memperparah kondisi Anda.

7. Trauma kaki

John Hopkins Medicine menyebutkan bahwa riwayat luka pada kaki juga menjadi salah satu penyebab mengapa seseorang bisa lebih berisiko mengalami varises.

Saat terluka, pembuluh darah Anda bisa saja terganggu sehingga mengalami masalah di kemudian hari. Terlebih lagi jika Anda memiliki riwayat luka pembekuan darah.

Selain membuat pembuluh darah di kaki terlihat lebih menonjol, munculnya varises juga kerap disertai pegal-pegal, kram, bahkan mati rasa.

Maka, jika Anda merasa tidak nyaman dengan kondisi kaki Anda, segera periksa ke dokter. Dokter dapat menyarankan beberapa cara untuk menghilangkan varises, mulai dari penggunaan stocking kompresi hingga obat-obatan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 01/10/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan