Tidak Sembarangan, Ini Alasan Air Mineral Kemasan Baik Diminum Setiap Hari

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Selain untuk melepas dahaga, air mineral dalam kemasan adalah jenis air minum yang dapat dikonsumsi untuk menjaga tubuh agar tetap terhidrasi. Air mineral mengandung mineral seimbang yang dapat membantu melengkapi kebutuhan mineral dalam tubuh. Namun, jangan sembarang memilih air mineral. Penting untuk memilih air mineral kemasan yang aman dalam dikonsumsi dan terpercaya dalam pengelolaan proses hingga sampai ke tangan konsumen.

Karena air minum merupakan kebutuhan dasar setiap orang dan dijual di mana saja, air mineral harus memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sebelum memilih jenis air mineral, kita perlu mengetahui kriteria dan standar apa yang harus dipenuhi air mineral dalam kemasan sehingga dapat dikatakan baik dan aman untuk diminum.

Regulasi tentang produksi air mineral dalam kemasan

proses produksi air mineral dalam kemasan

Air minum yang terkontaminasi dan tidak bersih menjadi medium yang mudah untuk penularan penyakit, seperti kolera, diare, hepatitis A, tifus, dan polio. Melihat kondisi ini, WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) merekomendasikan pengembangan implementasi Rencana Keamanan Air untuk para suplier, sebagai langkah efektif pemenuhan kebutuhan sekaligus kesehatan khalayak. 

Hal ini dilakukan juga oleh pemerintah Indonesia. Peran pemerintah dan pelaku industri air mineral berkoordinasi untuk memastikan proses produksi dan kualitas air mineral layak untuk diminum. Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 96/M-IND/PER/12/2011 menjelaskan persyaratan teknis industri air minum dalam kemasan. Di sini dijelaskan mengenai penilaian proses produksi air mineral dalam kemasan yang memadai.

Di dalam Peraturan Menteri tersebut dijelaskan bahwa  lokasi sumber air harus memenuhi syarat kesehatan seperti jauh dari saluran limbah, septik tank, kandang hewan, dan bebas dari pencemaran lingkungan. Selain itu diatur juga tentang ketentuan peralatan yang dipakai, harus menggunakan mesin produksi dan peralatan laboratorium yang memenuhi ketentuan perundang-undangan. 

Di dalam lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 96/M-IND/PER/12/2011 dijelaskan tahapan proses produksi air mineral dalam kemasan yang harus dilalui adalah sebagai berikut:

1. Pengambilan air dari sumber air

Air yang diambil harus berasal dari sumber air yang telah memenuhi syarat kesehatan sesuai ketentuan perundang-undangan

2. Penyaringan air

Di dalam tahap ini dilakukan penyaringan terhadap air yang telah diambil dari sumbernya.

3. Disinfeksi

Tahap ini merupakan tahapan yang penting dalam proses produksi air mineral dalam kemasan karena dilakukan untuk membersihkan air dari bakteri yang dapat mengganggu kesehatan. 

4. Pembersihan kemasan 

Pemerintah mengatur ketentuan pembersihan kemasan baik yang sekali pakai maupun yang dipakai ulang seperti galon. Untuk kemasan yang dipakai ulang wajib dilakukan pemeriksaan secara visual dengan teliti sebelum pencucian.

5. Pengisian dan penutupan

Tahap terakhir, yaitu pengisian dan penutupan, harus dilakukan dengan cara yang higienis dalam ruangan yang bersih dan terjaga sanitasinya.

Setiap perusahaan air mineral wajib memastikan higienitas produknya

Air mineral dalam kemasan yang baik melewati proses produksi pengolahan berteknologi tinggi dan tidak tersentuh tangan manusia secara langsung. Air mineral ini mampu melindungi bakteri, zat kimia, serta kontaminasi lainnya. 

Segala produk yang sampai ke tangan konsumen wajib memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia) 3553:2015. Standar ini ditetapkan sebagai tolok ukur kelulusan persyaratan mutu dan metode uji. Persyaratan yang ditetapkan dalam SNI ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada produk industri air minum dan perlindungan kesehatan pihak konsumen.

Produk air mineral yang telah lolos SNI, dapat secara aman dikonsumsi masyarakat. Di dalam persyaratan, lolosnya uji air mineral tidak lepas dari pemantauan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Maka itu, untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan, setiap perusahan air mineral harus memiliki laboratorium pengawasan mutu. Pengendalian dan pengujian mutu selama proses produksi air mineral dalam kemasan wajib dilakukan untuk menjamin mutu sesuai SNI yang berlaku. 

Hal diatas merupakan salah satu prosedur yang dipatuhi oleh perusahaan, agar mutu air mineral dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Perlu diketahui, mutu dari air minum itu sendiri tak hanya dilihat dari higienitas dan uji klinisnya saja, tetapi juga sumber air mineral itu diambil dan diproses.

Air mineral yang layak diminum

Pernah bertanya, sebetulnya seperti apa air minum yang baik? Menurut Peraturan Menteri Kesehatan nomor 492 tahun 2010, air minum yang baik adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, serta tidak mengandung zat berbahaya bagi tubuh. Salah satu jenis air minum yang dijual bebas dan aman dikonsumsi adalah air mineral yaitu yang mengandung mineral alami. 

Kualitas air mineral yang baik tidak hanya dilihat dari logo SNI (Standar Nasional Indonesia) tapi juga diawali dengan pemilihan sumber air yang baik. Air mineral yang berkualitas diambil dari sumber pegunungan alami yang keseimbangan ekosistem di sekitar sumber airnya juga terlindungi.

Kenapa hal ini penting? Karena sumber air yang terlindungi akan menjaga kealamian kandungan mineral hingga siap diminum dan bermanfaat untuk kesehatan. 

Jadi, perhatikan pilihan air mineral Anda. Tidak hanya aman dan higienis tetapi pilih yang sumbernya terlindungi untuk melindungi diri kita dan keluarga. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Air Minum dalam Kemasan Rasanya Berbeda-beda?

Meski hanya berisikan air putih dan sama-sama dikemas dalam botol plastik, setiap merek air minum kemasan bisa memiliki rasa yang berbeda. Apa sebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 26/11/2019 . Waktu baca 4 menit

5 Tips Memilih Air Minum Kemasan yang Paling Sehat dan Murni

Memilih air minum dalam kemasan tidak bisa asal lho. Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan demi mendapat produk terbaik.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Konten Bersponsor
air minum
Hidup Sehat, Tips Sehat 11/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Ibu, Berikut Kebutuhan Cairan Anak per Harinya

Cairan sangat penting untuk manusia dan kebutuhannya dibedakan sesuai usia. Lalu, seberapa banyak kebutuhan cairan pada anak? Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 29/08/2017 . Waktu baca 7 menit

Minum Minuman Bersoda Saat Olahraga, Bahaya Atau Tidak?

Minuman bersoda yang dingin memang nikmat. Akan tetapi, apakah ada efeknya bagi tubuh kalau minum soda saat olahraga? Simak ulasannya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 28/07/2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

air minum kemasan

Bagaimana Menjaga Air Minum Kemasan Tetap Aman dan Bersih?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 08/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
olahraga bersama anak saat puasa

3 Olahraga yang Bisa Dilakukan Bersama Anak di Rumah Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor

Mengulik 5 Kandungan Mineral yang Istimewa untuk Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
perbedaan air mineral dan demineral

Ini Dia Perbedaan Air Mineral, Alkali, dan Demineral

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020 . Waktu baca 5 menit