Tips Terhindar dari Gangguan Pencernaan Ketika Beribadah HajiIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Saat menjalani ibadah haji, Anda perlu tahu cara mencegah gangguan sistem pencernaan. Masalah kesehatan ini sering dialami oleh jemaah haji. Setiap jemaah pasti sudah berusaha seoptimal mungkin untuk menjaga kesehatan tubuhnya sebelum berangkat ibadah haji.

Tantangan selanjutnya saat tiba di Tanah Suci, Anda membutuhkan strategi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan diri.

Ada banyak bakteri yang menyebabkan gangguan sistem pencernaan

Harapan agar ibadah haji lancar tanpa terganggu suatu sakit apapun, menjadi harapan setiap jemaah. Namun, karena banyak jemaah dari berbagai penjuru, sangat memungkinkan seseorang terjangkit bakteri penyakit.

Disebutkan dalam penelitian Emerging Infectious Diseases, gangguan pencernaan yang paling umum ditemui adalah gastroenteritis dan diare. Peneliti memelajari feses dari jemaah yang mengalami diare.

Subjek berasal dari 40 negara dan penelitian ini berlangsung selama 2011-2013 selama musim haji. Peneliti mengumpulkan 544 feses untuk dipelajari.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa 82.9% agen bakteri adalah penyebab utama infeksi diare dari 228 sampel dinyatakan positif. Bakteri yang terdeteksi di antaranya Salmonella, Shigella enteroinvasif Escherichia coli, dan enterotoksigenik E. coli. 

Meskipun berasal dari bakteri yang berbeda, subjek penelitian memiliki gejala diare yang sama. Meskipun diare kerap disebut sebagai penyebab, ada beberapa gangguan pencernaan lainnya yang bisa saja mengintai. Maka itu, ketahui cara mencegah gangguan pencernaan selama Anda berangkat haji.

Mencegah gangguan pencernaan saat ibadah haji

Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengemukakan gangguan pencernaan yang kerap dihadapi jemaah haji. Selain diare, konstipasi dan ketidaknyamanan perut pada bagian atas sering dialami oleh jemaah.

Agar ibadah tetap berjalan dengan lancar, ketahui cara mencegah gangguan pencernaan saat ibadah haji berikut ini.

1. Minum banyak air putih

Kurangnya minum banyak air, menu makanan yang tidak cocok, serta kurang serat dapat menyebabkan sembelit atau konstipasi. Maka itu, jangan lupa untuk minum banyak air putih, setidaknya 2 liter atau 8 gelas setiap hari. 

Cara sederhana ini dapat mencegah dehidrasi dan gangguan pencernaan datang saat melangsungkan ibadah haji.

2. Konsumsi vitamin C

Tubuh perlu berada di kondisi yang prima saat menjalankan ibadah haji. Pastikan daya tahan tubuh terjaga secara optimal dengan konsumsi vitamin C. Vitamin C juga dapat mencegah infeksi beragam penyakit, termasuk gangguan sistem pencernaan saat ibadah haji.

Anda bisa memperoleh vitamin C dari makanan seperti jambu, paprika, tomat, pepaya, jeruk, dan lainnya. Selain sayur dan buah, Anda bisa mengonsumsi suplemen vitamin C untuk melengkapi kebutuhan asupan harian.

Suplemen vitamin C dalam format effervescent (tablet larut air) dapat secara efektif meningkatkan daya tahan tubuh. Suplemen ini dalam waktu yang sama juga menambah asupan cairan dalam tubuh, sehingga terhindar dari dehidrasi.

3. Makan serat

Konsumsi serat penting untuk mencegah gangguan pencernaan saat ibadah haji. Usahakan ada sayuran dan buah-buahan di dalam menu makanan Anda. Kurang serat juga bisa menyebabkan sembelit. Oleh karenanya, tetap makan serat agar BAB lancar selama berada di Arab Saudi.

4. Hindari makanan berlemak

Makanan berlemak dapat meningkatkan risiko diare. Setiap tubuh manusia memiliki daya serap lemak yang berbeda. Ketika lemak tidak terserap optimal, usus kecil dan usus besar akan mensekresi lebih banyak air, sehingga feses lebih encer. 

Makanan berlemak juga memicu terjadinya pergerakan sistem pencernaan lebih cepat, sehingga membuat Anda jadi diare. Menghindari makanan berlemak juga sebagai upaya untuk mencegah gangguan sistem pencernaan selama Anda menjalankan ibadah haji.

5. Jaga kebersihan makanan dan diri

Di mana pun Anda berada, penting untuk mencuci tangan saat sesudah beraktivitas di luar ruangan, sebelum dan sesudah makan, serta sebelum menyiapkan makanan. Penularan diare dapat secara mudah terjadi melalui kontak tangan atau makanan.

Ingatkan satu sama lain untuk menjaga kebersihan diri dan makanan sebagai cara mencegah masalah gangguan pencernaan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 12, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 11, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca