Benarkah Mengunyah Permen Karet Bisa Mencegah Asam Lambung?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Punya penyakit asam lambung? Meski sudah menghindari hal-hal yang bikin kondisi ini kambuh, terkadang masih saja asam lambung naik dan akhirnya mengganggu aktivitas seharian. Katanya, sih, mengunyah permen karet bisa mencegah asam lambung naik. Apakah hal tersebut benar?

Ternyata, permen karet bisa mencegah asam lambung

Asam lambung naik atau yang dikenal juga dengan gastroesophageal reflux (GERD), dapat menimbulkan sensasi panas dan terbakar mulai dari perut, kemudian naik ke dada bagian tengah hingga ke tenggorokan. Bahkan terkadang juga bisa menyebabkan rasa asamĀ atau pahit di bagian mulut.

Untuk mencegah asam lambung naik, sebuah penelitian di Journal of Dental Research menyarankan untuk mengunyah permen karet bebas gula selama 30 menit setelah makan.

Temuan ini diperkuat dengan adanya penelitian dari Rebecca Moazzez, dari Kings College di London, Inggris, yang menyatakan bahwa jika setelah mengonsumsi makanan berlemak tinggi kemudian makan permen karet selama 30 menit, mampu mengurangi peluang asam lambung naik ke kerongkongan.

Pasalnya, mengunyah permen karet disinyalir bisa meningkatkan produksi air liur, yang akan membuat Anda menelan lebih sering dan membantu menetralisir pH lambung yang sangat asam.

Jenis permen karet apa yang bisa mencegah asam lambung naik?

Ada berbagai jenis permen karet yang dijual di pasaran, tapi ternyata tidak semua jenis permen karet ini memiliki manfaat yang sama jika dimakan untuk mencegah asam lambung naik. Jenis permen karet yang lebih dianjurkan yakni permen karet bikarbonat rendah gula yang bisa Anda temukan di apotek.

Bikarbonat bekerja dengan cara menetralkan asam naik ke kerongkongan. Bila Anda mengunyah permen karet yang mengandung bikarbonat, maka tidak hanya akan meningkatkan produksi air liur Anda, tetapi juga akan menambahkan kadar bikarbonat dalam air liur. Bila selanjutnya bikarbonat tersebut masuk kedalam kerongkongan, maka akan mencegah asam lambung naik.

Jenis permen karet apa yang sebaiknya dihindari penderita asam lambung?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tidak semua jenis permen karet bisa Anda kunyah begitu saja untuk mencegah naiknya asam lambung. Permen karet peppermint, meski menjadi produk favorit banyak orang, ternyata permen karet ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita refluks asam lambung.

Dilansir dari laman Healthline, peppermint justru dapat membuka sfringter (lingkaran otot) kerongkongan bagian bawah yang akan menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan sehingga memicu gejala kenaikan asam lambung.

Apakah ada pilihan pengobatan lain untuk mengobati asam lambung naik?

Para peneliti yang menyimpulkan bahwa mengunyah permen karet setelah makan, hanyalah terapi tambahan untuk mengobati refluks asam lambung. Selain dengan cara tersebut, biasanya dokter juga akan menyarankan Anda untuk berhenti merokok.

Konsumsi obat-obatan juga diyakini bisa membantu mengobati asam lambung naik, misalnya obat-obatan seperti antasida, H-2 receptor blockers, dan proton pump inhibitors (PPIs). Jenis obat-obatan ini bisa Anda dapatkan secara bebas maupun dengan resep dokter.

Nah, jika Anda berencana untuk menerapkan makan permen karet setelah makan untuk mencegah asam lambung naik, ada beberapa hal yang harus Anda ingat, yaitu:

  • Pilihlah permen karet bebas gula
  • Pilih permen karet bikarbonat jika memungkinkan
  • Hindari permen karet peppermint

Namun sebaiknya, jika gejala yang Anda rasakan tidak kunjung membaik, sebaiknya segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan saran dan perawatan kesehatan terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Cara Mengatasi Alergi Obat yang Tepat dan Perawatannya

Jangan biarkan alergi mengganggu aktivitas harian Anda. Ketahui cara cepat mengatasi alergi obat yang kambuh sekaligus perawatan kondisinya di rumah.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
rematik kambuh akibat cuaca Etoricoxib obat

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit
terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
efek samping paracetamol ibuprofen

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit