Apa Itu Amnesia?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu amnesia?

Amnesia, atau yang dikenal juga dengan istilah sindrom amnestik, adalah sebuah kondisi yang menyebabkan penderitanya kehilangan memori atau ingatan. Ingatan tersebut umumnya meliputi informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal.

Beberapa orang yang menderita kondisi ini tidak dapat mengingat fakta atau pengalaman yang terjadi di masa lalu. Lebih parahnya lagi, banyak pula yang mengalami kesulitan membentuk atau menerima informasi dan memori baru.

Umumnya, beberapa penderita masih memiliki pengetahuan atau sedikit ingatan tentang identitas dirinya. Banyak juga yang masih memiliki kemampuan motorik seperti biasa.

Kondisi ini terjadi akibat adanya kerusakan pada bagian otak yang berfungsi memproses ingatan. Terdapat beberapa masalah kesehatan yang dapat memicu terjadinya kondisi ini, seperti demensia, stroke, stres, depresi, atau cedera kepala.

Kondisi ini umumnya hanya terjadi untuk sementara waktu. Namun, dalam beberapa kasus, penderitanya berisiko mengalami kehilangan ingatan permanen.

Beberapa jenis penanganan medis dapat diberikan untuk meningkatkan kemampuan ingatan penderita amnesia. Selain itu, dukungan psikologis dari orang-orang sekitar pun juga penting untuk mengatasi kondisi ini.

Seberapa umumkah amnesia?

Amnesia atau hilang ingatan merupakan suatu kondisi yang sangat umum terjadi. Umumnya, kondisi ini merupakan akibat dari masalah kesehatan yang lebih serius, seperti cedera kepala, stroke, atau demensia.

Kondisi hilang ingatan memang dapat menimpa siapa saja, namun kasus kejadiannya lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin wanita dibanding dengan pria.

Selain itu, terdapat pula beberapa faktor yang bisa membuat seseorang rawan mengalami hilang ingatan, seperti operasi otak dan konsumsi alkohol yang berlebihan.

Hilang ingatan adalah kondisi yang dapat diatasi dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai masalah kesehatan ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari amnesia?

Amnesia dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu retrograde, anterograde, dan transient global amnesia atau TGA.

Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing jenis:

1. Retrograde amnesia

Jenis retrograde terjadi ketika Anda kehilangan memori atau ingatan yang telah terbentuk sebelumnya selama Anda hidup. Jenis hilang ingatan ini umumnya berefek pada ingatan-ingatan yang masih baru terbentuk.

Sementara itu, ingatan atau memori yang lebih lama, seperti kenangan masa kecil, membutuhkan waktu lebih lama untuk terdampak. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan hilang ingatan jenis retrograde adalah demensia

2. Anterograde amnesia

Jika Anda memiliki kondisi hilang ingatan jenis anterograde, ini artinya Anda kehilangan kemampuan untuk membentuk memori baru.

Contohnya, Anda dapat mengalami kondisi ini ketika mengonsumsi alkohol secara berlebihan dan mengalami blackout atau pingsan.

Kemungkinan lain yang menyebabkan kondisi ini terjadi adalah kerusakan pada hippocampus, yaitu salah satu bagian otak yang berperan dalam membuat memori atau ingatan.

3. Transient global amnesia (TGA)

TGA merupakan kondisi yang masih sulit dipahami. Apabila Anda memiliki hilang ingatan jenis ini, Anda akan merasakan kebingungan dan kecemasan sebelum sebuah peristiwa traumatik terjadi.

Anda mungkin akan kehilangan ingatan beberapa jam sebelum kondisi ini menyerang, dan Anda tidak akan memiliki ingatan apapun tentang pengalaman tersebut.

Para ahli meyakini bahwa TGA terjadi akibat adanya kejang atau penyumbatan pembuluh darah sementara. Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada orang dewasa dan lansia.

4. Infantile amnesia

Kebanyakan orang tidak dapat mengingat 3 hingga 5 tahun pertama kehidupannya. Kondisi ini sangat umum terjadi dan sering disebut dengan istilah infantile atau childhood amnesia.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala amnesia?

Tanda-tanda dan gejala utama amnesia terdiri dari dua aspek, yaitu:

  • Tidak mampu mengingat kejadian atau kenangan di masa lalu, serta informasi-informasi yang familiar sebelumnya (retrograde)
  • Kesulitan mempelajari informasi baru dan mengingat peristiwa-peristiwa baru (anterograde)

Orang-orang yang menderita kondisi ini juga biasanya mengalami masalah dengan ingatan jangka pendeknya, sehingga mereka kesulitan menangkap informasi baru.

Pengalaman dan informasi baru akan lebih mudah hilang, sedangkan ingatan-ingatan yang usianya lebih lama akan tetap membekas.

Misalnya, beberapa orang mungkin bisa mengingat pengalaman masa kecil dan mengetahui nama presiden-presiden sebelumnya, tetapi mereka tidak dapat mengingat siapa nama presiden yang baru, sekarang bulan apa, atau makan apa saat sarapan tadi pagi.

Meskipun demikian, kondisi ini tidak memengaruhi kepandaian, pengetahuan umum, kesadaran, penilaian, sifat, dan identitas penderitanya. Orang-orang yang mengalami kondisi ini biasanya masih dapat memahami kalimat tertulis maupun lisan.

Selain itu, penderita masih dapat mengingat cara berjalan yang benar, cara berbicara, bahasa yang dikuasai, serta mempelajari keterampilan baru seperti naik sepeda atau bermain piano. Penderita biasanya dapat mengerti bahwa ia mengalami kelainan pada ingatannya.

Penting untuk diketahui bahwa amnesia tidak sama dengan demensia. Amnesia memengaruhi ingatan, namun tidak akan mengganggu bagian kognitif penderitanya. Hal ini berarti Anda masih dapat mengenal siapa diri Anda dan mengingat konsep waktu.

Lain halnya dengan demensia. Penderita demensia juga mengalami masalah pada fungsi kognitifnya. Kondisi ini dapat mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Gejala lainnya meliputi memori yang salah, kebingungan, atau disorientasi.

Tergantung pada penyebabnya, kondisi ini juga mungkin akan menunjukkan gejala-gejala tambahan, seperti:

  • Ingatan atau memori palsu (confabulation), baik memori yang dibuat-buat maupun diceritakan dengan latar belakang waktu yang berbeda
  • Kebingungan atau disorientasi

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Mengalami kehilangan memori tanpa alasan yang jelas, cedera kepala, kebingungan atau disorientasi
  • Tidak dapat mengenali lokasi Anda.

Jika Anda atau orang lain memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, segera cari bantuan ke pusat layanan medis atau dokter terdekat. Kehilangan ingatan dapat menjadi pertanda kondisi yang lebih serius. Penting untuk segera mencari pertolongan medis.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi penderita, jangan tunda lagi waktu untuk periksa ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab amnesia?

Ingatan manusia umumnya melibatkan beberapa bagian pada otak. Apabila terdapat penyakit atau cedera yang memengaruhi otak, hal tersebut berpotensi berdampak pada ingatan pula.

Kehilangan ingatan dapat terjadi akibat adanya kerusakan struktur otak yang membentuk sistem limbik. Sistem ini berfungsi mengontrol emosi dan ingatan Anda.

Struktur-struktur yang membentuk sistem limbik meliputi thalamus dan formasi hippocampus. Thalamus terletak di bagian tengah dan terdalam otak Anda, sementara hippocampus berlokasi di lobus temporal pada otak.

Berikut adalah beberapa kondisi kesehatan yang dapat memicu terjadinya kerusakan pada fungsi ingatan otak:

1. Demensia

Lokasi memori atau ingatan pada otak Anda tergantung pada usia Anda. Jadi, apabila otak semakin mengalami penurunan fungsi secara menyeluruh, ingatan-ingatan lama Anda pun akan terpengaruh.

Hal ini dapat disebabkan oleh penyakit demensia, seperti Alzheimer. Penderita demensia biasanya akan kehilangan ingatannya secara bertahap, mulai dari ingatan-ingatan yang baru dan dilanjutkan dengan memori yang lama.

2. Anoksia

Anoksia adalah kondisi di mana tubuh Anda kekurangan kadar oksigen. Penurunan oksigen dapat memengaruhi keseluruhan otak Anda dan memicu terjadinya hilang ingatan.

Apabila anoksia yang dialami tidak terlalu parah dan tidak berpotensi merusak otak, hilang ingatan pun mungkin akan bersifat sementara.

3. Kerusakan pada hippocampus

Hippocampus adalah bagian otak dan sistem limbik yang bertugas mengatur memori dan ingatan manusia. Beberapa fungsinya adalah membentuk ingatan, mengatur ingatan, dan mengambilnya ketika diperlukan.

Sel-sel otak yang berperan mengatur ingatan ini bersifat lebih rapuh dan memakan banyak energi. Sel-sel ini mudah rusak oleh anoksia dan ancaman lainnya, seperti zat-zat beracun.

Ketika hippocampus Anda mengalami kerusakan, Anda akan kesulitan membentuk ingatan baru. Jika hippocampus pada kedua sisi otak Anda terganggu, ada kemungkinan Anda mengalami anterograde amnesia total.

4. Cedera kepala

Cedera kepala yang traumatik, termasuk stroke, tumor, dan infeksi, dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan pada otak. Kerusakan juga meliputi kondisi hilang ingatan permanen.

Selain itu, kondisi gegar otak juga dapat mengganggu ingatan Anda selama beberapa jam, hari, atau minggu sebelum dan sesudah Anda mengalami kecelakaan.

5. Konsumsi alkohol

Minum alkohol berlebihan dalam jangka waktu singkat dapat menyebabkan pingsan atau blackout. Kondisi ini biasanya termasuk dalam hilang ingatan jenis anterograde.

Sementara itu, konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan munculnya sindrom Wernicke-Korsakoff. Apabila Anda menderita kondisi ini, Anda secara tidak sadar akan sulit membentuk ingatan atau memori baru.

6. Trauma atau stres

Trauma atau stres yang parah dapat menyebabkan juga hilang ingatan bersifat disosiatif. Pada kondisi ini, otak Anda akan membuang jauh-jauh pikiran, perasaan, dan informasi yang terlalu sulit untuk Anda cerna.

Salah satu jenis hilang ingatan disosiatif, yaitu kelainan identitas (fugue) disosiatif, dapat menyebabkan penderitanya sering melamun dan cenderung melupakan identitas dirinya.

7. Terapi elektrokonvulsif

Jika Anda menjalani terapi elektrokonvulsif untuk depresi atau masalah kesehatan lainnya, Anda mungkin akan mengalami hilang ingatan jenis retrograde, di mana Anda akan kehilangan memori beberapa minggu atau bulan sebelum terapi.

Selain itu, beberapa penyebab lainnya adalah:

  • Ensefalitis, yaitu peradangan otak yang dapat disebabkan oleh infeksi seperti herpes simplex virus
  • Paraneoplastic limbic encephalitis, peradangan pada otak yang disebabkan reaksi autoimun terhadap kanker
  • Kejang-kejang
  • Obat-obatan tertentu, seperti benzodiazepines untuk menangani kegelisahan dan gangguan tidur.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena amnesia?

Amnesia adalah kondisi yang dapat menimpa siapa saja dari berbagai golongan usia dan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini.

Memiliki satu atau semua faktor risiko bukan berarti Anda dapat dipastikan mengalami kondisi ini. Ada kemungkinan pula Anda dapat mengalaminya, meskipun Anda tidak memiliki faktor risiko satu pun.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang memicu terjadinya kondisi ini:

  • Operasi otak
  • Cedera kepala atau trauma
  • Stroke
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Kejadian traumatis atau stres
  • Kejang-kejang

Jika Anda merasa berada dalam risiko terkena amnesia, hubungi dokter untuk mengatasi risiko.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis amnesia?

Untuk mendiagnosis kondisi hilang ingatan secara akurat, dokter akan melakukan rangkaian tes komprehensif untuk mengetahui kemungkinan penyebab hilang ingatan.

Selain itu, hasil diagnosis juga dapat membantu dokter mengetahui adanya masalah kesehatan lain sepert Alzheimer, depresi, dan tumor otak.

Berikut adalah beberapa tes yang dilakukan:

1. Menanyakan riwayat medis

Dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetes seberapa parah Anda kehilangan ingatan Anda, serta kemungkinan pemicunya.

2. Pemeriksaan fisik

Dokter juga akan memeriksa refleks, fungsi sensorik, keseimbangan, serta respon fisiologis untuk memastikan fungsi otak dan sistem saraf Anda.

3. Tes kognitif

Tes ini mengukur pemikiran, penilaian, serta memori jangka pendek dan jangka panjang. Tes ini juga dapat menilai tingkat keparahan kehilangan ingatan Anda.

4. Tes diagnostik

Tes diagnostik. Tes ini meliputi magnetic resonance imaging (MRI) dan computerized tomography (CT) untuk mendeteksi adanya kerusakan atau kelainan pada otak.

Anggota keluarga atau teman perlu menemani pasien saat mengunjungi dokter. Hal ini dapat membantu dokter melakukan penilaian yang lebih tepat apabila pasien tidak dapat menjawab pertanyaan yang diperlukan.

Bagaimana cara mengobati amnesia?

Dalam beberapa kasus, amnesia dapat terselesaikan tanpa perlu penanganan atau pengobatan khusus. Namun, jika ada masalah kesehatan atau mental yang menjadi penyebab, pengobatan tertentu akan direkomendasikan.

Psikoterapi dapat membantu pasien dengan kondisi ini. Terapi hipnosis juga efektif membantu pasien mengingat memori atau ingatan yang telah terlupakan.

Selain itu, peran dan dukungan anggota keluarga sangatlah penting. Menunjukkan foto, aroma tertentu, atau lagu-lagu tertentu diyakini juga dapat membantu ingatan kembali pulih.

Penanganan amnesia umumnya melibatkan teknik dan strategi yang meliputi:

  • Bekerja sama dengan terapis okupasional untuk mendapatkan ingatan baru dan menggantikan ingatan lama, atau menggunakan ingatan yang masih ada sebagai dasar untuk menggali informasi baru.
  • Mempelajari strategi menyusun informasi yang didapat, agar pasien dapat menyimpannya dengan baik.
  • Menggunakan alat bantu gadget, seperti smartphone, untuk membuat catatan harian, pengingat, dan sebagainya. Menyimpan daftar kontak beserta foto pemilik kontak juga mungkin dapat membantu.

Hingga saat ini, tidak ada obat yang dapat mengembalikan memori yang hilang akibat amnesia.

Khusus untuk penderita malnutrisi atau sindrom Wernicke-Korsakoff, kehilangan ingatan berpotensi terjadi akibat kurangnya thiamin (vitamin B). Maka, pengobatan biasanya meliputi pemberian vitamin dan nutrisi yang cukup.

Pengobatan di rumah

Apa saja gaya hidup dan pengobatan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengatasi amnesia?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi amnesia:

  • Tuliskan gejala tidak biasa yang Anda alami.
  • Tuliskan informasi personal penting, termasuk stress atau perubahan gaya hidup yang Anda ingat. Minta anggota keluarga atau teman-teman untuk membantu Anda memastikan daftar telah lengkap.
  • Catat semua pengobatan yang sedang Anda konsumsi, termasuk vitamin dan suplemen.
  • Minta anggota keluarga atau teman untuk menemani Anda ke dokter.
  • Bawa catatan serta pulpen atau pensil untuk mencatat hal-hal yang ingin Anda ingat.
  • Catat pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: September 2, 2019

Yang juga perlu Anda baca