Mengapa Penderita Autisme Biasanya Genius?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin salah satu dari sekian banyak orang yang percaya bahwa orang yang mengidap autisme biasanya pandai berhitung, menggunakan logika, atau menciptakan karya seni yang megah. Sebut saja Albert Einstein, Sir Isaac Newton, dan Mozart. Mereka adalah tokoh-tokoh bersejarah yang dipercaya sebagai orang genius.

Namun, tahukah Anda bahwa ketiganya memiliki satu kesamaan, yaitu mengidap autisme? Dari banyak contoh lain, masyarakat pun akhirnya membangun kesimpulan bahwa orang dengan autisme biasanya cerdas dan sangat berbakat dalam suatu bidang tertentu.

Apa yang membedakan otak pengidap autisme dengan orang lain?

Autisme adalah sebuah spektrum yang menggambarkan berbagai jenis gangguan pada perkembangan otak. Karena cakupannya sangat luas, setiap orang yang mengidap autisme akan menunjukkan gejala yang berbeda-beda pula.

Namun, pada kebanyakan kasus, gejala umum yang bisa diamati adalah kesulitan berkomunikasi, berinteraksi secara sosial, mengungkapkan emosi dan perasaan, serta memahami keadaan lingkungan sekitarnya. Biasanya gejala autisme sudah muncul sejak kecil dan hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan autisme sepenuhnya.

Orang dengan autisme mengalami gangguan pada lobus frontal (bagian otak depan) dan posterior (bagian belakang otak). Seharusnya kedua bagian otak ini bekerja dengan selaras. Namun, pada otak orang dengan autisme, terdapat masalah koneksi pada bagian-bagian tertentu sehingga otak pun tak bisa bekerja secara sinkron.

Pola pikir orang dengan autisme

Karena adanya masalah koneksi pada bagian-bagian dalam otak, orang dengan autisme tentu memiliki cara berpikir dan mengolah informasi yang unik. Daya ingat mereka umumnya sangat baik dan jelas. Mereka bisa mengingat informasi atau kejadian lampau dengan sangat mendetail. Namun, mereka kesulitan untuk menghubungkan memori tersebut dengan emosi tertentu seperti sedih, senang, atau marah.

Emosi, perasaan, perilaku, dan kepribadian diatur oleh lobus frontal otak. Jika bagian ini terganggu, tentu fungsinya juga akan berkurang. Orang dengan autisme pun akan kesulitan untuk memahami serta mengendalikan emosi, perasaan, perilaku, dan kepribadian dirinya sendiri serta orang lain.

Inilah yang menyebabkan beberapa orang dengan autisme susah berinteraksi dan membangun relasi yang kuat dengan orang lain. Mereka akan kesulitan mengartikan apakah ekspresi wajah yang Anda buat berarti Anda sedang bahagia atau kecewa. Mereka sendiri terkadang tak bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan apa penyebabnya. Maka, orang dengan autisme bisa saja tiba-tiba merajuk karena alasan tertentu. Mereka biasanya tidak menyukai perubahan dan hal-hal yang tak bisa diprediksi.

Sedangkan untuk urusan membaca pola, berhitung, dan menarik kesimpulan yang logis, mereka yang berada dalam spektrum autisme biasanya justru jauh lebih mahir dari orang-orang kebanyakan. Tak sedikit anak-anak dengan autisme sudah lancar membaca di usia 3 tahun. Mereka juga mampu menyerap banyak kosakata dan mengerjakan soal Matematika untuk siswa Sekolah Dasar (SD).

Berkat kemampuan mereka memahami pola dengan baik, orang dengan autisme cenderung pandai memainkan alat musik. Selain itu, ingatan visual yang tajam disertai dengan imajinasi menjadikan mereka yang mengidap autisme sebagai seniman atau pelukis yang cakap.

Kenapa penderita autisme biasanya cerdas?

Mungkin Anda bertanya-tanya, lalu apa yang menyebabkan orang dengan autisme biasanya cerdas dan ahli dalam bidang tertentu? Sejauh ini berbagai studi masih dilaksanakan untuk mencari tahu apakah orang dengan autisme pasti menjadi seorang genius jika diberikan kesempatan menonjolkan potensi dirinya.

Para peneliti sepakat bahwa beberapa faktor berikut menjadi alasan mengapa banyak orang dengan autisme memiliki tingkat kecerdasan yang mengagumkan.

1. Konsentrasi yang sangat tinggi

Tak seperti kebanyakan orang, mereka yang berada dalam spektrum autisme mampu menjaga fokus dan konsentrasi yang tinggi terhadap satu hal tertentu. Namun, mereka memang kadang kesulitan membagi konsentrasi untuk banyak hal sekaligus.

Karena besarnya perhatian yang dicurahkan dalam satu hal tertentu, orang dengan autisme biasanya cepat menguasai materi baru yang dipelajarinya. Contohnya antara lain ketika mereka dihadapkan dengan soal Matematika atau kode dalam sebuah program komputer.

2. Daya ingat yang tajam

Orang dengan autisme biasanya cerdas karena mereka bisa dengan mudah mengingat hal-hal yang pernah ditemuinya. Saat mereka melihat orang tua atau gurunya memainkan suatu alat musik, mereka akan merekam kejadian tersebut dengan baik dalam memorinya.

Maka, ketika tiba giliran mereka untuk mencoba sendiri alat musik tersebut, mereka akan langsung memutar kembali memori ketika Anda memainkan alat musik itu dan menirunya dengan tepat. Begitu juga halnya dengan rumus Matematika, Fisika, atau tata bahasa.

3. Memerhatikan detail

Salah satu alasan mereka yang mengidap autisme memiliki daya ingat yang tajam adalah perhatian terhadap detail. Menurut mereka, tak ada detail yang terlalu kecil untuk diamati. Itulah mengapa ketika orang dengan autisme dihadapkan dengan suatu masalah, mereka bisa dengan cepat mencari akar masalahnya dan menemukan solusi yang tepat.

4. Lebih mengandalkan logika daripada emosi

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh King’s College di Inggris menemukan bahwa orang yang berada dalam spektrum autisme cenderung lebih mengandalkan logika daripada emosi saat mengambil keputusan.

Pada saat-saat tertentu, kemampuan mengambil keputusan yang objektif memang sangat penting. Daripada mengandalkan rasa takut, amarah, atau rasa bahagia yang meluap-luap, orang dengan autisme lebih memilih untuk mempertimbangkan alasan-alasan yang logis dan objektif dalam membuat keputusan penting.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Jenis Game Mengasah Otak yang Bisa Anda Coba di Rumah

Game disebut dapat membantu mengasah dan meningkatkan fungsi otak Anda. Benarkah demikian? Berikut daftar game asah otak yang bisa Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Informasi Lengkap Otak Tengah, Termasuk Struktur, Fungsi, dan Gangguannya

Berdasarkan letaknya, otak Anda terbagi menjadi bagian depan, tengah (midbrain), dan belakang. Yuk, kenali struktur dan fungsi dari otak tengah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Informasi Lengkap tentang Kondisi Mati Batang Otak

Mati batang otak adalah kondisi fatal yang merupakan salah satu tanda dari seseorang mengalami kematian. Pahami tentang kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 26 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pertajam Daya Ingat Dengan Berolahraga Ringan 10 Menit Saja, Yuk!

Tak hanya menyehatkan tubuh, olahraga ternyata bisa menjadi salah satu cara mempertajam ingatan. Fakta ini telah dibuktikan para ahli melalui penelitian.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Otak dan Saraf 25 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah autisme saat hamil

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
demensia frontotemporal dementia adalah

Demensia Frontotemporal (Frontotemporal Dementia)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
mengganggu kesehatan mental

7 Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Rentan Alami Gangguan Mental

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara melupakan sesuatu

5 Cara untuk Melupakan Sesuatu yang Tidak Ingin Anda Ingat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit