Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/03/2020
Bagikan sekarang

Kanker serviks menempati urutan nomor dua dari total jumlah kasus kanker terbanyak pada wanita, menurut Kementerian Kesehatan RI. Itu sebabnya, perlu dilakukan deteksi dini kanker serviks. Dari beberapa macam tes medis untuk deteksi dini kanker serviks, tes HPV DNA bisa menjadi salah satu pilihan Anda.

Metode deteksi dini yang satu ini memang mungkin kurang umum dibandingkan pemeriksaan pap smear. Untuk itu, mari simak informasi lengkapnya seputar prosedur yang satu ini.

Apa itu tes HPV?

infeksi human papillomavirus (HPV)

Bukan hanya angka kasus kanker serviks yang terbilang cukup tinggi, tapi angka kematiannya juga tak bisa disepelekan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan secara rutin untuk mendeteksi sejak dini agar kanker serviks tidak berkembang semakin parah, bahkan memasuki stadium lanjut.

Hal ini dilakukan guna mempercepat pengobatan, sekaligus memperbesar peluang kesembuhan. Pasalnya, semakin dini kanker ditemukan, akan semakin besar pula kemungkinan sembuhnya.

Ada beberapa pilihan tes medis untuk mendeteksi kanker leher rahim sejak dini, termasuk tes HPV DNA.

HPV merupakan singkatan dari human papillomavirus. Virus ini diyakini menjadi penyebab kanker serviks. Nah, pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya virus HPV di dalam tubuh seseorang.

Lewat tes HPV DNA ini, akan diketahui jenis virus yang menginfeksi, misalnya HPV-16 dan HPV-18, yang merupakan penyebab utama berkembangnya sel-sel kanker di dalam serviks.

Tak hanya kanker serviks, beberapa jenis lain dari HPV juga dapat menyebabkan penyakit lainnya, seperti kutil kelamin.

Umumnya, pemeriksaan HPV DNA ini boleh dilakukan untuk wanita yang berusia di atas 30 tahun, tapi bersamaan dengan pap smear. Pemeriksaan HPV yang dibarengi dengan pap smear dapat dilakukan secara rutin setiap 5 tahun sekali.

Apa tujuan tes HPV DNA?

Get-and-HPV-Test dna-With-Your-Pap-Screen-RM-1440x810

Tes HPV DNA memang menjadi salah satu skrining dini untuk mendiagnosis kemungkinan adanya kanker serviks. Akan tetapi, tes ini tidak akan langsung menunjukkan apakah Anda memiliki kanker serviks atau tidak.

Pemeriksaan ini hanya akan memberi tahu keberadaan virus tersebut di dalam tubuh. Pemeriksaan ini juga menginformasikan tipe HPV yang menyerang Anda jika memang terbukti Anda terserang virus ini.

Seperti yang telah disebutkan, beberapa tipe HPV—seperti tipe 16 dan 18—membuat Anda berisiko tinggi terkena kanker serviks. Sementara, tipe HPV lainnya mungkin saja menyebabkan penyakit lainnya.

Mengetahui tipe HPV yang menyerang Anda akan membuat dokter lebih mudah menentukan langkah yang harus ditempuh selanjutnya. Dokter bisa saja melakukan tes lanjutan untuk memastikan keberadaan virus HPV atau melanjutkan ke tahap pengobatan kanker serviks.

Kapan pemeriksaan HPV bisa dilakukan ?

bolehkah pap smear saat haid

Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan ini dalam beberapa kondisi tertentu. Kondisi yang mungkin membuat Anda harus menjalani tes HPV DNA ini di antaranya saat pemeriksaan pap smear menunjukkan hasil yang abnormal atau saat ini Anda sudah berusia lebih dari 30 tahun.

Bagi Anda yang berusia di atas 30 tahun, pemeriksaan HPV DNA akan dilakukan bersamaan dengan tes pap smear. Sementara itu, jika Anda di bawah 30 tahun tapi sudah di atas 25 tahun, tes HPV DNA tidak perlu dibarengi dengan pemeriksaan lainnya.

Setelah hasil pap smear terlihat abnormal, pemeriksaan HPV ditujukan untuk memastikan kebenaran dari pertumbuhan sel prakanker ataupun kanker di dalam serviks.

Apa yang perlu dipersiapkan sebelum tes HPV?

tes pap smear

Sebenarnya tidak ada persiapan khusus yang perlu Anda lakukan sebelum menjalani tes HPV DNA. Hanya saja, karena biasanya prosedur ini dilakukan bersama dengan pap smear, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar hasilnya lebih akurat.

  • Hindari melakukan hubungan seksual, douching vagina, ataupun menggunakan obat dan alat kontrasepsi pada vagina. Lakukan hal ini setidaknya 2 hari sebelum pemeriksaan.
  • Hindari melakukan tes HPV saat Anda sedang menstruasi.

Apabila waktu Anda melakukan tes bertepatan dengan jadwal menstruasi, sebaiknya tundalah di hari lain. Ini karena tes HPV dilakukan berbarengan dengan tes pap smear. Apabila kedua tes dilakukan saat menstruasi, dikhawatirkan petugas akan kesulitan untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Bagaimana proses pemeriksaan HPV berlangsung?

berhubungan seks setelah pap smear

Sesaat sebelum melakukan tes HPV DNA, Anda mungkin diminta untuk berganti pakaian dan memosisikan diri dengan berbaring di atas tempat tidur khusus yang sudah disediakan. Anda akan diminta untuk membuka kedua kali lebar-lebar sehingga membentuk posisi mengangkang dan berada di atas penyangga.

Secara perlahan, sebuah alat bernama spekulum akan dimasukkan oleh dokter ke dalam vagina. Alat ini berguna untuk menahan dinding vagina agar memudahkan dokter saat melihat leher rahim atau serviks Anda.

Sampel sel dari leher rahim akan diambil oleh dokter dengan menggunakan alat khusus berupa sikat lembut dan spatula. Biasanya, dokter mungkin hanya akan mengambil satu sampel sel serviks untuk pemeriksaan pap smear dan tes HPV DNA sekaligus.

Namun terkadang, dokter bisa saja mengambil dua sampel sel serviks. Pertama untuk pemeriksaan HPV, dan kedua untuk pemeriksaan pap smear. Jangan khawatir, karena proses ini cenderung singkat.

Apa yang akan terjadi setelah tes HPV?

efek lembur kerja di rumah

Tidak ada halangan apa pun setelah Anda selesai melakukan tes HPV DNA. Jadi, Anda bebas untuk kembali melakukan berbagai aktivitas seperti biasanya.

Agar lebih pasti, Anda bisa menanyakan lebih lanjut dengan dokter mengenai kemungkinan adanya hal-hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan pasca pemeriksaan HPV. Jangan lupa, ketahui juga kapan hasil dari pemeriksaan HPV ini keluar dan bisa Anda terima.

Bagaimana cara membaca hasil tes HPV?

virus hpv dna bisa hilang

Ada dua macam hasil dari tes HPV, yakni positif dan negatif. Berikut penjelasan lengkapnya:

Pemeriksaan HPV negatif

Kabar baik ketika pemeriksaan HPV Anda menunjukkan hasil negatif. Ini berarti, tidak ditemukan adanya virus HPV di dalam tubuh. Secara tidak langsung, serviks atau leher rahim Anda berada dalam kondisi normal.

Pemeriksaan HPV positif

Pemeriksaan HPV yang menunjukkan hasil positif berarti kebalikan dari hasil negatif. Artinya, ada virus HPV di dalam tubuh Anda, sehingga menempatkan Anda pada risiko tinggi untuk mengalami kanker serviks.

Akan tetapi, jangan dulu khawatir karena hasil tes HPV yang positif tidak berarti Anda pasti menderita kanker serviks. Bisa jadi, ini baru berupa peringatan awal bahwa virus HPV di dalam tubuh Anda bisa saja berkembang menjadi kanker serviks jika tidak ditindaklanjuti.

Oleh karena itu, bisanya dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan. Tujuannya untuk memastikan apakah virus tersebut telah hilang, atau malah berisiko berkembang menjadi kanker serviks.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Serviks Stadium 2: Perkembangan, Peluang Sembuh, dan Pengobatan

Kanker serviks bisa terus berkembang hingga mencapai stadium 2. Seperti apa tahap perkembangan kanker serviks di stadium ini, dan bagaimana perawatannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Segala Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Penyembuhan Kanker Serviks

Setelah pengobatan selesai, Anda akan masuk ke tahap penyembuhan kanker serviks. Apa saja yang perlu diperhatikan selama proses pemulihan kanker serviks?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

6 Pilihan Obat Herbal untuk Kanker Serviks Melihat dari Sisi Medisnya

Selain dengan tindakan medis dari dokter, minum obat herbal juga dinilai berpotensi untuk menghambat perkembangan sel kanker serviks. Apa saja pilihannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Tes IVA dan Pap Smear

IVA test dan pap smear sama-sama metode deteksi dini kanker serviks. Meski begitu, baik IVA test dan pap smear memiliki perbedaan yang beragam. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

penderita kanker serviks

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020
tes kanker serviks saat hamil

Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020
biopsi kanker serviks

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 08/03/2020
kanker serviks stadium 3

Kanker Serviks Stadium 3: Perkembangan, Angka Harapan Hidup, dan Pengobatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/03/2020