Si Kecil Diare, Apakah Perlu Minum Antibiotik?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Bayi dan balita sering mengalami diare. Namun bukan berarti Anda boleh meremehkan penyakit saluran pencernaan yang satu ini. Diare bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih berbahaya jika tidak ditangani dengan baik. Anak diare biasanya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, maupun parasit. Lantas, bolehkah memberikan obat antibiotik untuk obat diare anak?

Sekilas tentang diare pada anak Indonesia

Diare ditandai dengan frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali sehari dengan tekstur feses yang cair.

Penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa tinggi badan anak yang terkena diare saat berusia 6 bulan-2 tahun lebih pendek 2,5 cm dari anak-anak lain seusianya yang sehat. Penyusutan tinggi badan ini bisa jadi masalah permanen jika diare tidak ditangani dengan baik.

Terlebih, menurut data Riskesdas Kemenkes tahun 2007, diare merupakan penyebab kematian nomor satu pada bayi (31,4%) dan balita (25,26%) di Indonesia. Diare pun menduduki peringkat kedua sebagai penyebab kematian anak di seluruh dunia.

Kapan orangtua boleh memberikan obat antibiotik untuk anak diare?

Seperti yang telah disebutkan di atas, diare pada umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun parasit yang menyerang saluran pencernaan. Namun sebelum memberikan antibiotik anak untuk obat diare, Anda harus memperhatikan dulu apa gejala diarenya.

Diare yang disebabkan oleh bakteri atau parasit biasanya menampakkan gejala feses cair yang berdarah akibat adanya peradangan pada usus. Sementara itu, diare yang disebabkan oleh virus juga mengakibatkan feses bertekstur cair, namun tidak berdarah karena tidak terjadi peradangan.

Akan tetapi, sebenarnya lumayan sulit untuk bisa menentukan apa penyebab diare hanya dengan melihat gejala yang kasat mata. Untuk diagnosis yang lebih pasti, bawalah anak ke dokter untuk diperiksa dan diambil sampelnya. Tes laboratorium dapat secara akurat menentukan apa yang menyebabkan anak diare.

Ketika diperiksa di dokter, sampel feses anak yang diare akibat bakteri atau parasit dapat ditemukan adanya leukosit (sel darah putih). Sebaliknya, diare yang disebabkan oleh virus tidak terlihat leukosit dalam sampel fesesnya.

Ketika dokter mengetahui bahwa penyebab diare pada anak adalah infeksi bakteri, barulah dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk menyembuhkan penyakitnya. Karena antibiotik adalah anti-bakteri, infeksi virus tidak dapat diobati oleh antibiotik. Beberapa parasit penyebab diare bisa diobati dengan antibiotik anak, khususnya jika disebabkan oleh parasit Giardia intestinalis. Jika diare anak disebabkan oleh infeksi parasit jenis lainnya, dokter akan meresepkan obat lain.

Oleh karena itu, konsultasikan dulu dengan dokter mengenai kondisi anak Anda.

Tips merawat anak yang sakit diare

Diare seringnya menyebabkan dehidrasi, terutama pada anak bayi dan balita. Dehidrasi bahkan lebih rentan terjadi jika anak juga demam tinggi saat diare. Dehidrasi ditandai dengan mata yang terlihat cekung atau kulit yang tidak elastis ketika dicubit.

Selain memberikan obat diare untuk anak sesuai petunjuk dokter, orangtua harus memastikan anak tetap mendapat asupan cairan yang cukup untuk menghindari dehidrasi. Berikan air putih atau minuman elektrolit, namun jangan berikan soda atau jus buah.

Bila anak diare terlanjur mengalami dehidrasi, harus segera ditangani dalam waktu 4-6 jam. Si kecil dapat diberikan minum oralit atau lewat infus di dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . 4 menit baca

Vaksin Rotavirus, Bermanfaat untuk Mencegah Diare Parah pada Anak

Vaksin rotavirus termasuk ke dalam imunisasi tambahan yang dianjurkan IDAI. Mengapa vaksin ini perlu diberikan dan adakah efek sampingnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 24/06/2020 . 7 menit baca

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 menit baca

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . 8 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

bakteri pada uang kertas

Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 4 menit baca

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 7 menit baca
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca